Badai Sandy yang menghancurkan kota-kota besar di Amerika Serikat juga berhasil memporak porandakan Haiti, negara kepulauan di kawasan Karibia.

Pemerintah Haiti menyatakan 70 persen ladang pertanian telah rusak. Ratusan ekor ternak mati akibat badai yang menerjang pada tanggal 29 – 30 Oktober ini. Menteri Pertanian Haiti, Jean Debalio Jean-Jacques, menuturkan belum ada data resmi besar kerugian akibat badai. Tapi yang jelas, banyak petani miskin akan tidak memiliki stok makanan karena dampak badai.

Haiti menjadi negara terparah terkena dampak Sandy mengingat jumlah penduduka yang masih banyak berada dalam tenda pengungsian setelah bencana gempa pada tahun 2010. Saat Sandy menyapa, menurut The Guardian, 370 ribu warga masih tinggal di pengungsian. Ancaman pasca badai lebih buruk yakni berjangkitnya kolera dan krisis pangan. "Warga Haiti masih berjuang untuk mendapatkan tempat tinggal layak, tapi setiap bencana datang, usaha tersebut gagal lagi." ujar kepala kantor PBB di Haiti, Johan Paleman. Negara kecil ini selalu terkena bencana yang parah tiap ada badai.

Untuk mencegah penyakit pasca badai, Palang Merah dan OXFAM telah mendistribusikan berbagai alat kesehatan dan pemurnian air. Pemerintah dibantu oleh lembaga-lembaga bantuan jug ate;ah menyiapkan makanan dan benih tanaman pangan.

Sumber: www.tempo.co