hiv aids Dokter di Mississippi, Amerika Serikat menorehkan namanya di sejarah dunia kedokteran dengan berhasil menyembuhkan anak yang terlahir dengan penyakit AIDS untuk pertama kalinya. Para dokter tersebut meyakini bahwa anak tersebut kini tidak lagi membutuhkan pengobatan untuk HIV, mempunyai harapan hidup yang normal, dan tidak dapat menularkan orang lain. AIDS, atau Acquired Immunodeficiency Syndrome adalah sindroma yang disebabkan oleh Human immunodeficiency virus, dan dapat menyebabkan penderitanya mengalami penurunan daya tahan tubuh yang dapat mematikan. Penyebaran HIV ini umumnya terjadi karena hubungan seksual yang tidak sehat, berganti-ganti pasangan, atau tidak menggunakan kondom. Disamping itu, HIV juga dapat menular melalui transfusi darah, pemakaian jarum suntik, dan transmisi ibu-ke-anak sewaktu kehamilan, persalinan, atau menyusui. Cairan tubuh seperti air liur, keringat, dan air mata tidak menularkan HIV. Sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan atau vaksinnya. Tapi pengobatan antiretroviral dapat memperlambat proses perjalanan penyakit, dan bahkan memberikan angka harapan hidup yang hampir setara dengan orang tanpa AIDS. Walaupun para tim medis dan ilmuwan tidak begitu mengerti mengapa pengobatan mereka efektif, mereka sangat terkejut dan menjadi optimis bahwa terapi mereka dapat membantu para dokter mematikan virus tersebut pada bayi yang baru lahir. Para dokter tidak menyebarkan nama bayi tersebut untuk kerahasiaan pasien, namun detil dari kasus tersebut dilaporkan pada konferensi ‘Conference on Retroviruses and Opportunistic Infections’ di Atlanta. Penyembuhan ‘fungsional’ pada anak yang terinfeksi HIV ini merupakan yang pertama kalinya dilaporkan oleh dr. Hannah Gray, yang merawat sang anak yang kini berusia dua setengah tahun. Dikatakan fungsional karena penggunaan parameter jumlah virus yang berada dalam darah. Setelah 1 tahun tidak menerima pengobatan apa-apa, darah anak tersebut terbukti tetap bebas dari virus HIV ini. Saat mengobati sang bayi, para dokter mulai mengobati AIDS tersebut pada saat 30 jam setelah kelahiran. Tiga obat antiretroviral dibuat dalam bentuk cair, dan disuntikkan kepada bayi tersebut, berbeda dengan terapi lama yang hanya menggunakan satu jenis obat. Hal ini disebabkan ibu dari bayi tersebut juga baru menyadari bahwa ia mengidap AIDS pada saat kehamilannya, dan tidak mendapat pengobatan selama masa kehamilan tersebut. Dalam hitungan waktu beberapa bulan, kadar virus HIV di darah bayi tersebut terus menurun, sampai laboratorium tidak bisa mendeteksinya lagi. newborn baby hiv aidsAwal tahun pertama kehidupan, sang bayi masih sering dibawa sang ibu ke klinik untuk kontrol. Akan tetapi, setelah tahun pertama mereka mulai jarang control kembali, dan bahkan sempat tidak datang sama sekali untuk beberapa waktu. Sang anak tidak mendapatkan pengobatan dari usia 18 bulan, dan tidak kontrol ke dokter lagi sampai hampir menginjak usia 2 tahun. Para dokter ini tadinya menyangka bahwa jumlah virus dalam darah sang anak akan melonjak naik lagi karena tidak mendapatkan obat selama 5 bulan. Namun , hasil mengejutkan didapatkan oleh laboratorium: negatif dari virus HIV. Hal ini membuat para dokter berpikir bahwa adanya kemungkinan pengobatan dalam hitungan hari setelah terkena HIV dapat mencapai remisi tanpa pengobatan seumur hidup. Sebetulnya, pertengahan tahun 2012 kemarin para peneliti di Perancis sudah menemukan bahwa obat AIDS dapat memberikan penyembuhan ‘fungsional’ juga terhadap 14 pasien percobaan.  Bahkan, sudah terdapat sekumpulan penderita AIDS yang tidak menimbulkan gejala sakit, dan dinamakan ‘HIV controllers, atau pengontrol HIV. Namun penyakit ini masih terus menjadi potongan teka-teki bagi para profesional medis.   Sumber: Guardian.co.uk