Beberapa bulan terakhir ini kita selalu mendengar cerita tentang kelompok anak muda yang kerap melakukan tindakan kekerasan yang disebut anak geng. Ternyata, menurut penelitian di Inggris, anak geng ini rentan akan memiliki gangguan jiwa atau masalah psikiatrik. Penelitian di Inggris ini melibatkan 108  geng dan ditemukan bahwa separuh memiliki gangguan cemas, lebih dari 85% memiliki gangguan kepribadian dan 25% positif mengalami psikosis. Psikosis adalah sebuah gangguan jiwa yang sudah tidak dapat membedakan mana yang benar dan salah serta memiliki waham (kepercayaan pada sesuatu yang keliru).

Mengapa hal ini terjadi? Menurut para peneliti, hal ini disebabkan oleh rangkaian kekerasan yang terjadi pada diri mereka. Prof Jeremy Coid dari Universitas London menambahkan bahwa, para anggota geng ini memngalami gangguan stres setelah trauma (Post traumatic stress disorder, PTSD), yang timbul karena paparan kekerasan tersebut.

Bahkan, gangguan jiwa pada anggota geng ini juga membahayakan diri mereka sendiri. Hampir sepertiga dari mereka, pernah membuat percobaan bunuh diri. Oleh karena itu, masalah anak geng ini jelas bukan masalah yang remeh, selain membahayakan diri mereka juga diri lingkungan sekitarnya. Masalah mereka bukan semata-mata hanya narkoba, mabuk alkohol, dan tentunya masalah gangguan jiwa ini. Disarikan dari BBC