Aktifitas fisik yang teratur mengurangi resiko terkena depresi saat usia tua nanti. Studi dilakukan oleh peneliti asal Universitas Gothenburg, Swedia, terhadap lansia. Studi ini juga menjelaskan bahwa motivasi pribadi individual serta ketrampilan yang dikuasai turut mempengaruhi aktifitas lansia. Walaupun hubungan antara aktifitas fisik dan depresi belum diketahui secara pasti, namun, kaum lansia yang aktif lebih sedikit terkena depresi. Sejalan dengan itu, depresi yang lebih berat juga mengurangi aktifitas fisik oleh karena itu kedua hal tersebut bersifat mutualistik. Lindwall menjelaskan bahwa studi ini ingin melihat hubungan aktifitas fisik terhadap depresi di masa yang akan datang. Namun, satu hal yang penting adalah bagaimana kita memotivasi lansia tetap aktif. Teori motivasi modern menyatakan bahwa individu yang kompeten, yang dapat menentukan keputusan sendiri dan yang mempunyai kebebasan dalam memilih serta mereka yang mempunyai hubungan social yang kuat memiliki kecenderungan aktifitas fisik yang lebih aktif dan kontinu. “Saat ini kami sedang mengembangkan dan menguji program terstruktur untuk meningkatkan motifasi untuk aktifitas fisik pada kaum lansia berdasarkan pada teori tersebut”, ungkap Lindwall. Hal tersebut sejalan dengan aktifitas fisik sebagai upaya pencegahan terjadinya gangguan kesehatan mental pada kaum lansia.