Letusan kecil terjadi di Gunung Bromo pada hari jumat, 26 November 2010 sekitar pukul 17.40, yang menimbulkan kepulan asap berwarna kelabu kehitaman dengan ketinggian kolom asap sekitar 500 meter. Ketinggian lontaran material vulkanik Gunung Bromo ini terus meningkat. Mulai Senin dini hari letusan Gunung Bromo meningkat hingga menghasilkan lontaran material setinggi 800 meter. Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menyebarkan 6.000 masker kepada warga setelah hujan abu Gunung Bromo mengarah ke wilayah di sebelah utara gunung itu, sejak Selasa, 30 November 2010 sekitar pukul 04.30. Hussein, petugas Dinas Kesehatan, mengatakan, pada Selasa pagi sebanyak 1.450 masker langsung dibagikan ke masyarakat sekitar Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo. "Total kami menyiapkan persediaan masker sebanyak 6.000 buah. Masker segera kami bagikan ke masyarakat," ucapnya saat membagikan masker di sekitar Dusun Cemaralawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Sebelumnya, arah asap Gunung Bromo selalu mengarah ke barat daya menuju sekitar Kabupaten Malang. Namun, mulai Selasa pagi, arah kepulan asap berubah ke utara. Hujan abu tipis salah satunya dirasakan di sekitar Dusun Cemaralawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Kepulan asap membubung secara vertikal ke atas, tetapi kemudian tersapu angin ke arah utara. Akibat turunnya hujan abu, kawasan Dusun Cemaralawang terlihat berkabut. Kendaraan-kendaraan yang diparkir di sekitar penginapan mulai diselimuti abu. Wilayah yang terkena dampak abu vulkanik meluas. Walaupun belum ada dampak yang signifikan, dikhawatirkan kondisi itu mengganggu kesehatan warga. Sumber : KOMPAS.com