Banjir-di-Kawasan-Gunung-Sahari-22-11-harianterbit.com_

JAKARTA – Status siaga darurat banjir tidak akan diperpanjang oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo karena melihat kondisi cuaca ibukota yang semakin kondusif. Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (BNPD)DKI Jakarta, Bambang Musyawardana juga menyepakati hal ini. "Cuaca makin membaik, kenapa harus diperpanjang? Nanti akan berakhir tanggal 12 Februari ini," kata Bambang kepada wartawan Kompas.com di Balaikota Jakarta, Senin (10/2/2014) Menurut Bambang, penanganan banjir 2014 lebih baik dari sebelumnya dan itu berdasarkan hasil evaluasi sementara. Hal ini karena koordinasi stakeholder dengan masyarakat berjalan secara baik. Namun, evaluasi akan dilanjutkan setelah masa siaga darurat banjir selesai. Selama penanganan banjir, Pemprov DKI melalui BPBD DKI telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 600 juta namun belum termasuk anggaran yang keluar oleh Sembilan satuan kerja perangkat daerah(SKPD). Sembilan SKPD itu yakni Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, Dinas Sosial, Dinas Kebersihan, Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perindustrian dan Energi, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP. "Kita ini bersifat mitigasi. Kalau dari BPBD sekitar Rp 600 juta sudah keluar," kata Bambang. Joko Widodo pada 17 Januari lalu pernah menyatakan tidak akan memperpanjang status siaga darurat banjir. Dan, status tersebut akan berakhir di 12 Februari lalu akan dievaluasi. Jokowi pun memberitahukan jika ia mendapatkan info dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), cuaca yang tersisa saat ini tinggal hujan ringan hingga sedang dan tidak sampai hujan lebat. Dana yang digunakan pun hanya anggaran reguler bukan anggaran darurat penanggulangan banjir. "Saya tegaskan lagi, tidak kita perpanjang, kita gunakan anggaran reguler karena hanya siaga darurat banjir," tutup Jokowi. Sumber : Kompas.com