Banyak pekerjaan yang kini membuat orang yang menjalaninya akan mengalami tekanan kerja yang besar, dan akhirnya depresi. Berbagai aspek dapat mempengaruhi timbulnya depresi. Mari kita simak 10 pekerjaan yang berisiko tinggi depresi menurut Health.com. 1. Pengasuh anak/lansia Seseorang yang bekerja untuk mengasuh orang lain ternyata adalah yang nomor satu dalam daftar ini. Hampir 11% orang yang bekerja dalam pekerjaan ini mengalami depresi mayor. Bila dibandingkan dengan hal lain, 13% orang yang menganggur atau 7% dari seluruh masyarakat mengalami depresi. Jadi, tingkat 11% ini cukup tinggi. Hal yang mungkin membuat pengasuh anak/lansia merasakan stres adalah setiap hari pekerjaannya berkaitan dengan orang yang sakit dan tak berdaya atau tidak berkemampuan. Untuk itu, pengasuh ini memerlukan relaksasi dan berlatih berpikiran positif. prosehat harbolnas 1 2. Pramusaji Pramusaji alias pelayan di rumah makan atau restoran. Pekerjaan ini adalah pekerjaan yang sangat melelahkan dan apalagi sering digaji tidak terlalu tinggi. Apalagi bila konsumennya tidak ramah dan kasar. 10% dari pekerja pramusaji dilaporkan mengalami depresi dalam satu tahun belakangan. 3.  Pekerja sosial Pekerja sosial adalah mereka yang banyak berkecimpung dalam mengatasi masalah sosial di masyarakat, sebut saja kekerasan pada anak, atau kekerasan rumah tangga. Pekerjaan ini termasuk dalam pekerjaan yang akan mengorbankan banyak kepentingan pribadi, apalagi ditekankan untuk bekerja dengan profesional dan tak jarang memerlukan waktu kerja yang sangat panjang, bahkan 24/7. 4. Pekerja kesehatan Di dalamnya termasuk dokter, perawat, fisioterapis, laboran, dan lainnya. Pekerjaan dalam bidang kesehatan adalah pekerjaan yang memakan waktu yang panjang, waktu kerja tidak tetap. Di samping itu, orang lain "meletakkan nyawa" mereka pada petugas kesehatan. Yang juga membuat pekerjaan ini semakin tampak stres adalah rumah sakit. Di rumah sakit inilah terdapatnya kasus sakit, cedera, bahkan kematian. Pekerjaan ini memerlukan manajemen stres yang memadai.