Di posting-posting sebelumnya saya sudah membaca terkait dengan sinusitis, yang ingin saya tanyakan adalah :
1. Bagaimana tindakan yang harus dilakukan terhadap pasien yang di diagnosa mengidap sinusitis, tapi menolak untuk di lakukan tindakan ?
2. Dalam menjalankan profesi sebagai tenaga kesehatan, jika kita terlalu banyak memakai informed consent terhadap pasien yang meminta otonominya, apakah baik atau tidak ?
Sekian pertanyaan dari saya, mohon di jawab dok.

Jawaban Dokter :

Dengan hormat,

1. Bagi pasien yang sudah didiagnosa sinusitis tetapi menolak untuk tindakan maka itu adalah hak pasien. Sebagai tenaga kesehatan, kami tentunya menghormati hak pasien untuk menolak sebuah perawatan atau tindakan tentu saja setelah pasien mengetahui dengan jelas apa manfaat terapi tersebut, efek samping, dan hal-hal yang berkaitan. Prinsipnya adalah memberikan keterangan sebaik mungkin kepada pasien, opsi-opsi yang ditawarkan, dan apa yang terbaik (dari sudut pandang profesional kesehatan) mengenai treatment yang dapat diberikan kepada pasien sebelum diambil sebuah keputusan.

2. Sebagai tenaga kesehatan, informed consent diperlukan karena dalam kesehatan pun kami memiliki health law (hukum kesehatan). Informed consent merupakan bagian dari legalitas dari segi kesehatan. Terkadang dalam kasus-kasus tertentu di mana pengetahuan tertulis dari seorang pasien dan seorang dokter diperlukan, maka ada informed consent sebagai evidence dari event tersebut di mana seorang pasien sudah diberikan penjelasan oleh dokternya dan pasien menyetujui/tidak menyetujui opsi yang ditawarkan.

Untuk ukuran banyak atau tidak banyak, rasanya itu tergantung dari peristiwa yang bersangkutan.

Terima kasih atas pertanyaannya. Semoga jawaban ini membantu.