Terima kasih dokter atas jawaban sebelumnya, saya adalah seorang suami yang baru menikah 2 tahun lebih dan baru 3 bulan lalu anak pertama kami lahir. Keluhan sakit isteri saya terjadi semenjak usia janin kami berkisar 5 bulan ke atas, setiap kami melakukan hubungan intim isteri saya mengeluh sakit pada bagian vaginanya, oleh sebab itu sampai usia kandungan memasuki sembilan bulan saya bersama isteri putuskan untuk tidak melakukan hubungan intim lagi. Alhasil anak akmi lahir lelaki dengan berat badan 3,65kg dan pada saat melahirkan dokter yang menangani proses persalinan melakukan vakum yaitu pelebaran pada organ isteri saya agar anak kami bisa dilahirkan dgn normal.

Masalah baru muncul setelah anak kami memasuki usia 3 bulan kami baru melakukan hubungan intim untuk pertama kali, anehnya mengapa saat ini isteri saya sangat kesakitan jika saya melakukan penetrasi ia mengeluh kesakitan yg amat berat dan sehingga dia enggan kalau saya mengajak ia untuk melakukan hubungan intim.

Yang menjadi pertanyaan saya 1.) apa penyebabnya sehingga isteri saya mengalami sakit di daerah vagina ketika saya melakukan penetrasi 2.) bisa tidak penyakit isteri saya disembuhkan. 3.) adakah obat yang cocok untuk mengurangi rasa sakit pada daerah vagina isteri saya ini saat hubungan intim?

Atas jawaban dokter saya ucapkan banyak terima kasih.

Jawaban Dokter :

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Pada perempuan, nyeri saat hubungan seksual biasanya terjadi karena vagina kurang lemas dan kurang pelumas.

Hal ini biasanya disebabkan karena kurangnya pemanasan (foreplay) sebelum penetrasi.

Cara penyembuhannya tentu saja dengan meningkatkan intensitas kedekatan hubungan emosional Anda berdua. Dengan cinta dan sayang yang Anda berdua ungkapkan dalam hubungan seksual, tentu foreplay akan lebih efektif untuk melumaskan dan melemaskan vagina. Dengan vagina yang lebih licin, dan lebih lemas, maka penetrasi pun akan lebih mulus.

Untuk ini dapat dibantu dengan gel lubrikan/pelumas. Tetapi hati-hati pada beberapa orang yang sensitif gel ini dapat menimbulkan reaksi alergi.

Demikian masukan yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat.