Saya mau tanya. Saya punya anak perempuan berusia 10 tahun, pada waktu usia 8 tahun anak kami dioperasi amandelnya karena menurut dokter cukup mengganggu dan harus diangkat. permasalahan dan pertanyaan kami adalah, setelah anak diambil amandelnya, dia sering sekali mengeluh mudah lupa dan malas belajar. Dan dia mengeluhkan hal ini setelah di operasi amandelnya. Memang setelah di operasi prestasi dan kemauan belajarnya menurun dok. Apakah memang ada hubungan dan akibat dari operasi tersebut? Mohon penjelasannya dok.
Terima kasih

Jawaban Dokter :

Halo,
Terima kasih atas pertanyaannya.
Operasi amandel dilakukan biasanya karena terlalu sering meradang (bermasalah), sehingga anak bolak-balik mengalami nyeri tenggorokan yang tentunya terasa tidak nyaman. Belum lagi terdapat risiko infeksi gigi dan telinga berulang.
Pada sebagian anak, ukuran amandel dan kelenjar sekitarnya yang membesar mengganggu aliran udara di saluran nafas, menyebabkan tidur mengorok, kesulitan menelan, dan episode ‘henti nafas sesaat’ selagi tidur, yang dapat mengganggu suplai oksigen ke otak.
Nah, suplai oksigen ke otak yang terganggu inilah yang seringkali menyebabkan keluhan tidak konsentrasi di sekolah, mengantuk di kelas (karena kualitas tidur terganggu), mudah lupa, dan masalah dalam belajar.

Logikanya, operasi pengangkatan amandel justru mengurangi masalah-masalah tersebut karena mengembalikan lagi suplai oksigen yang baik ke otak selama anak tidur. Maka bila ayah dan ibu mengeluhkan masalah ini justru setelah operasi, kemungkinannya:
(1) masalah sebetulnya sudah ada akibat gangguan aliran udara sebelum operasi (terutama bila anak mengorok saat tidur dan sering tampak terbangun gelagapan sebelum melanjutkan tidur lagi) – mungkin hal ini tidak terdeteksi sebelumnya, hingga masalah sekarang merupakan akibat dari hal tersebut yang masih tersisa

(2) lebih mungkin, masalah belajar ini terjadi secara kebetulan setelah operasi (tidak ada hubungannya dengan operasi), mengingat usia anak semakin bertambah, secara emosional sudah memasuki usia pubertas yang biasanya pengaruh hormonal cukup kuat, dan pelajaran di sekolah tentu lebih sulit karena kelasnya semakin tinggi.
Cobalah bicara dari hati ke hati dengan anak, apakah ada masalah yang ditemuinya selama belajar di sekolah, dan apakah ia merasa kesulitan mengerjakan tugas. Perbanyak waktu untuk bincang-bincang ringan bersama anak, sehingga ia merasa nyaman mengungkapkan apa yang dirasakannya kepada orangtua. Temani ia belajar, dan teruslah memberikan suport kepadanya. Saya yakin ia pasti mampu.