Dok, saya ingin bertanya tentang masalah pendarahan.

Saya punya seorang ibu, sekitar 4 tahun yg lalu ibu saya sempat hamil, namun beliau keguguran. Dan pasca keguguran itu ibu mengalami pendarahan yg berlebihan saat menstruasi. Kalau memang itu nifas, kenapa pendarahannya terus berlanjut setiap bulannya saat beliau datang bulan. Dan ibu bilang pendarahan itu jg disertai rasa nyeri yg amat sakit, hingga akhirnya ibu checkup ulang ke dokter, lalu dokter menyarankan agar ibu dikuret. Selepas dikuret pendarahan ibu berhenti meski masih ada sedikit-sedikit flek. Beberapa bulan ke dpnnya pun mens ibu sudah mulai lancar, tapi itu tidak berlangsung lama, hanya berkisar 2-3 bulanan, dan setelah itu ibu kembali merasakan sakit di perutnya diiringi pendarahan hebat saat menstruasi.

Singkat kata selama 4 tahun belakangan ini, ibu saya kurang lebih sudah 6 kali dikuret dan disedot & dibersihkan darah dlm rahimnya pake mesin (maaf saya kurang tahu apa bahasa medisnya) karena mengalami pendarahan hebat saat menstruasi.

Saya bingung dan sedih banget melihat ibu saya harus mengalami hal seperti itu. Pdhal sebelum-sebelumnya beliau sehat-sehat aja. Dan klimaksnya tgl 28 oktober lalu, ibu masuk rumah sakit dan harus dirawat inap pasca menjalani operasi dan kuret. Kuret yg ibu lakukan menurut dokter bertujuan untuk membersihkan darah dalam rahim ibu karena pendarahannya. Sementara operasinya itu dilakukan karena di luar rahim ibu terdapat gumpalan cairan yang mengakibatkan rasa sakit yg tak tertahankan hingga membuat ibu pingsan setiap harinya. Cairan itu katanya bukan kista, tapi entah itu cairan apa yang jelas dokter bilang kalau itu akan berbahaya untuk kesehatan ibu.

2 minggu lbh ibu istirahat full, bahkan kesehatannya pun sudah mulai pulih. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. 3 hari kemudian tepatnya tgl 20 november kemarin ibu drop lagi. Beliau mengalami pendarahan lagi bahkan disertai muntah2. Faktor kuat penyebab ibu drop lagi adalah kecapean. Dan sekarang ibu lagi dirawat di rumah sakit sejak tgl 20 november lalu pasca menjalani kuret. Namun entah kenapa fisiknya skrg jauh lbh lemah. Bahkan sudah selama bbrpa hari (dari masuk RS lagi hingga hari ini) ibu masih harus ditransfusi darah.

Yang ingin saya tanyakan, sbnarnya apa pnyebab penyakit yang ibu saya alami ini? Kenapa setelah dikuret beliau tidak lekas sembuh jg? Apa yang harus saya dan keluarga saya lakukan untuk mengobatinya? karena saya tidak mau kalau ibu harus sakit dan tersiksa terus seperti ini.

Mohon petujuknya, terima kasih.

Jawaban Dokter :

Salam sehat, memang perdarahan pervaginam pada wanita memang banyak macamnya mulai dari masalah hormonal, hiperplasia endometrium (penebalan), polip, mioma uteri, sampai kanker endometrium rahim. Untuk menegakkkan diagnosa tersebut, dokter harus melakukan pemeriksaan dalam, USG dan kuret untuk diperiksa PA (patologi anatomi). Sebaiknya anda bertanya kepada dokter yang memeriksanya apa sudah ada hasil dari pemeriksaan kuretnya untuk mendapatkan diagnosa yang pasti. Lemah tentu saja diakibatkan karena anemia akibat perdarahan yang banyak. Jadi terapinya nanti tergantung penyebabnya. Apa bisa terapi pengobatan saja atau sampai harus operasi. Karena kalau tidak akan begitu seterusnya dan berulang ulang transfusi. Salam.