anak saya berumur 3,5tahun sudah 9 bulan berobat rutin dan masih berlangsung sekarang kata dokteanak saya kena flek, sekarang berat badannya naik turun cenderung kurus, pak Dokter adakah cara lain unutk pengobatan anak saya seperti obat tradisionl mohon informasi dari pak dokter, terima
kasih

Jawaban Dokter :

perlu ditekankan terlebih dulu pengertian "flek" pada anak bapak.

Kalau melihat riwayat pengobatan yang sudah cukup lama, yang dimaksud dengan flek kemungkinan besar adalah TBC paru, hanya saja lazimnya dipergunakan istilah "flek" dalam praktek sehari-hari.

dalam menegakkan diagnosis TBC paru pada anak, meliputi beberapa penilaian :

1. riwayat penyakit si anak

2. hasil pemeriksaan fisis anak

3. pemeriksaan penunjang seperti mantoux test dan photo rontgen

apabila telah terpenuhi kriteria yang ada, maka dokter akan memberikan pengobatan TBC selama 6 bulan yang diminum secara rutin.

Pada umumnya dokter akan melakukan rontgen thorax (dada) ulang pada akhir bulan ke 6 untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi klinis anak dan juga kondisi paru.

Apabila kondisi anak belum membaik, yang disertai dengan hasil rontgen yang masih sama ataupun tidak membaik, maka dokter akan melanjutkan pengobatan untuk 3 bulan berikutnya sebelum dievaluasi kembali.

Ada beberapa faktor yang membuat pengobatn TBC paru pada anak gagal.

Dalam melakukan pengobatan terhadap si anak, SELURUH anggota keluarga juga harus dievaluasi kondisi parunya, karena orang dewasa sangat mudah menularkan TBC pada anak. TBC dapat berlangsung walaupun dengan gejala yang minimal, pada orang dewasa biasanya gejalanya lebih jelas, misal terdapat batuk darah, sedang pada anak tidak terdapat gejala tersebut. Namun bisa juga berlangsung dengan gejala yang sangat ringan dan sulit untuk dikenali pada awalnya. Dalam hal ini, perlunya seluruh orang yang tinggal bersama anak anda, termasuk pembantu, supir, ataupun orang lain yang tinggal serumah, harus dilakukan evaluasi terhadap kemungkinan sakit TBC paru.

Bila tidak dilakukan evaluasi pada penghuni rumah yang lain, maka pengobatan yang diberikan pada anak pun akan percuma saja, karena anak akan kembali dengan mudah terinfeksi.

Disamping itu, cara pemberian obat pada TBC paru harus diperhatikan. MUTLAK diperlukan KEPATUHAN dari pasien, dalam hal ini kita sebagai orang tua untuk memberikan obat secara teratur dan rutin kepada anak.

pada dua bulan pertama, ada 3 macam obat yang diberikan yaitu INH, Rifampicin, dan Pirazinamid ( yang tersedia dengan berbagai macam merk dagang). Untuk INH dan RIfampicin, harus diminum pagi hari begitu si anak bangun tidur sebelum ia makan paggi. Makan pagi diberikan kurang lebih satu jam setelah anak minum INH dan Rifampicin.Pirazinamid dapat diberikan setelah makan. Namun perlu diingat, obat tersebut harus diberikan setiap hari tanpa terlewatkan. Memasuki bulan ke 3 hingga ke 6, bila terjadi perbaikan klinis, maka pirazinamid dapat dihentikan

Hal lain yang harus diperhatikan adalah KONTROL TERATUR TIAP BULAN. Hal ini penting, karena dosis obat harus disesuaikan dengan berat badan anak. Sehingga bila anak tidak dibawa kontrol tiap bulan, maka ada kemungkinan dosis yang diberikan tidak adekuat.

Mengingat pengobatan anak Bapak yang telah berlangsung selama 9 bulan, tentunya bapak telah diberikan penjelasan oleh dokter mengeai hal2 di atas.

Terapi masih bisa diberikan hingga 12 bulan jika memang diperlukan. Sayang bapak tidak mencantumkan beratbadan dan tinggi badan anak.

Saya akan meminta moderator untuk memasang grafik pertumbuhan anak agar setiap orang tua dapat mengakses nya dan melihat pola pertumbuhan anak.

Hal ini penting karena pada TBC paru, anak mengalami masalah dengan pertumbuhan nya.

Sampai saat ini selain pengobatan yang rutin dan teratur minimal 6 bulan, belum ada cara lain secara medis yang dapat menyembukan TBC paru pada anak.

Namun evaluasi berkelanjutan mutlak diperlukan, karena apabila cara pemberian obat sudah benar, tingkat kepatuhan pasien sudah baik, tetapi secara klinis tidak ada perbaikan bermakna, mungkin saja penyebabnya bukan TBC tetapi harus dicari penyebab lainnya. Atau sering kali kita beranggapan bahwa si anak terlalu kurus, padahal bila kita plot kan pada grafik tumbuh kembang, ternyata masih dalam batas normal.

Sampai saat ini, TBC pada anak, masih menjadi masalah yang cukup memprihatinkan di Indonesia dan banyak negara berkembang lainnya. Tidak hanya mengenai golongan sosial ekonomi rendah, tetapi juga golongan sosial ekonomi menegah ke atas. Karenanya diperlukan ketelatenan dari dokter dan orang tua agar anak mendapatkan hasil pengobatan yang optimal

semoga membantu