Dok, di telapak kaki sebelah kanan tepatnya agak depan tumit sakit sekali kalau ditekan. Sakitnya seperti habis terbentur sesuatu yg keras. Kalau saya perhatikan agak sedikit bengkak. Kalau berjalan tidak apa-apa karena posisi nya didepan tumit yg lebih tinggi, jadi kalau berjalan tidak kena lantai karena posisi lebih tinggi dari tumit. Menurut dokter apa itu? ini sudah berlangsung beberapa bulan, saya pikir lama-lama akan hilang tapi sampai sekarang masih.  Terima kasih

Jawaban Dokter :

Salam sehat,

Sakit pada telapak kaki anda dapat disebabkan oleh pelbagai macam hal, salah satunya adalah calcaneus spur. Secara umum, calcaneus spur artinya bagian tulang yang mengeras menjadi taji. Jadi calcaneus spur adalah pembentukan tulang kecil seperti taji di tumit.

Penyebab pasti dari calcaneus spur masih belum bisa dipastikan. Namun, banyak ahli medis yang berpendapat jika kondisi ini berhubungan dengan trauma atau benturan dalam waktu yang lama dan frekuensi yang cukup sering pada tumit di masa muda. Karenanya, calcaneus spur banyak dikaitkan dengan para atlet. Bahkan ada yang menyebut jika kondisi ini ini merupakan penyakit para atlet.
Namun anggapan tersebut tidaklah mutlak. Pada atlet ternyata jarang ditemukan calcaneus spur.

Sebaiknya anda menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jika sudah terdiagnosis terkena calcaneus spur, ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk mengatasinya. Cara paling sering dianjurkan adalah mengatasinya bisa dengan obat penghilang nyeri golongan non steroid anti inflammation (NSAID) yang banyak jenis dan mereknya di pasaran.
Cara lain seperti fisioterapi ataupun pemakaian heelcup (viscoheel), yaitu sol yang diletakkan di sandal atau sepatu bisa ditempuh.

Pada fase yang sudah akut, dianjurkan untuk sering mengompres tumit dengan es utnuk mengurangi bengkak dan nyeri. Lakukan 2 kali sehrai, pagi dan malam hari.

Jika setelah dua sesi pengobatan masih terasa nyeri, dapat diberikan injeksi pada tumit. Injeksi ini hanya dilakukan pada pasien yang sudah merasa sangat nyeri pada tumitnya. Akan tetapi, harus diingat efek samping dari injeksi pada setiap orang. Pasien tidak dianjurkan untuk melakukan injeksi lebih dari tiga kali dalam setahun.

Seomga bermanfaat