Dear Dokter,

Mau info dong, saya usia 39 th divonis endometrium 2.4 & 3.0 cm dan disarankan operasi laparoskopi. Ada saran lain tidak selain operasi tadi, karena selain harganya mahal, saya belum siap. Apa efeknya kalau saya tidak dioperasi? Apa jadi membesar dan membahayakan? Saya menikah 5 th dan belum dikaruniakan anak. Ada saran atau referensi dokter yg spesialis menangani penyakit ini?

Terima kasih dok.

Jawaban Dokter :

Dear,

Endometriosis paling umum terdapat di indung telur (ovarium) dalam
bentuk kista coklat (kista endometriosis). Bisa tanpa gejala, bisa
juga mengakibatkan nyeri hebat setiap datang haid.

Endometriosis ini sebenarnya bisa saja didiamkan (tidak ada efek
samping yang membahayakan nyawa), atau pengobatan sebatas anti nyeri
saat menstruasi dan pil KB untuk menekan pembesaran kista. Jika
penderita hamil, kadang kista mengecil dengan sendirinya.

Jika Anda ingin membaca lebih jauh tentang endometriosis,
TanyaDokterAnda pernah memuatnya di link berikut:
http://www.tanyadokteranda.com/artikel/2007/06/wanita-dan-endometriosis

Sayangnya, 50% penderita endometriosis mengalami kesulitan hamil,
sehingga keluhan inilah yang membawa mereka (mungkin juga termasuk
Anda) ke dokter.

Jika operasi ini tidak dilakukan, tidak ada efek sampingnya.
Endometriosis tidak membahayakan jiwa. Hanya saja, jika Anda
menginginkan punya anak, operasi pengangkatan kista endometriosis
dapat menjadi salah satu cara. Pada sekitar 60-80% penderita yang
diangkat kistanya, dapat hamil pada 6-18 bulan berikutnya.

Jadi, saat ini jika Anda menginginkan alternatif terapi selain
laparoskopi, ada operasi pengangkatan kista dengan laparotomi (perut
dibuka dengan pembedahan biasa). Harganya jauh lebih murah, akan
tetapi kerugiannya: operasi termasuk operasi besar, efek samping lebih
banyak, waktu pemulihan cukup lama karena jahitan jauh lebih banyak
daripada laparoskopi (yang hanya 3 garis sepanjang 1-2 cm)

Terlepas dari itu, penyebab sulit hamil bermacam-macam. Semuanya dapat
Anda tilik di http://www.tanyadokteranda.com/artikel/2007/06/buah-hati-tak-kunjung-datang-tolong

Cobalah berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan untuk
menelusuri penyebab lain kesulitan hamil. Mungkin bisa dicoba
membenahi penyebab lain tersebut karena kondisi sulit hamil secara
statistik tidak selalu terjadi pada setiap penderita endometriosis
(hanya sekitar 50%).

Tidak lupa ajak suami berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan sperma,
tentunya untuk melihat apakah jumlah dan bentuknya normal untuk dapat
membuahi sel telur.

Demikian saran yang dapat saya sampaikan. Jangan menyerah untuk
berusaha mendapatkan momongan. Kista endometriosis tidak membahayakan
kesehatan Anda secara umum, tetapi mungkin menjadi penting untuk
diangkat jika itu merupakan satu-satunya faktor penghambat kehamilan
pada Anda.

Salam