Sebulan yg lalu,tepatnya tgl 26 Juni 2008,sy dioperasi sinusutis.Setelah
dirawat selama 4 hari,sy dibolehkan utk pulang ke rumah.Lima hari
kemudian,sy masuk kembali ke RS karena adanya darah yg keluar terus dari
hidung, terhitung dari pukul 18.00 – 22.00. Oleh dokter yg merawat
sy,hidung saya dipakaikan tampon kembali. Tiga hari kemudian sy dibolehkan
kembali kerumah,karena tdk ada lagi darah yg keluar pada saat tamponnya
dilepas. Dua hari kemudian,sy kontrol ke dokter(pagi) dan tidak ada lagi
darah yg keluar pd wkt hidung sy dibersihkan. Malam harinya,sekitar pukul
20.00 WITA,darah keluar lagi dr hidung sebelah kanan sy dan sejam kemudian
hidung sebelah kiri jg ikut mengeluarkan darah. Oleh dokter sy disarankan
untuk minum ADONA & TELFAST. Setelah meminum kedua obat tersebut,darah yang
keluar berkurang tetapi tidak berhenti. Sekitar pkl 24.00,saya dibawa
kembali ke RS dan masuk ke ruang OK untuk diexplore endoskopi,utk melihat
penyebab pendarahan dan menghentikan perdarahan tersebut. Dua hari
kemudian,tampon di hidung dilepas sebagian. Puji Tuhan,tidak ada darah yg
keluar. Hanya lendir yg banyak. Keesokan harinya,tampon yang tersisa
dilepaskan,dan tdk ada darah yang keluar,hanya lendir dan darah sisa yg
menempel di tampon. Keesokan harinya,dokter membolehkan sy pulang ke rumah.
Yang mengherankan sy,dengingan di telinga masih ada,dan jika saya mendengar
suara yang keras,muka saya terasa menebal. Begitu pun jika saya berbicara
agak lama, muka saya terasa agak menebal. Masih ada nyeri,muka terasa
kaku,mata kiri terasa agak nyeri. Setelah ikut fisioterapi,rasa nyeri itu
berkurang. Tetapi bunyi dengingan itu masih ada. Disebelah kiri,ritme bunyi
dengingan itu seirama dengan denyut nadi sedangkan yg disebelah kanan
bunyinya seperti bunyi "mesin air ". Terkadang ada juga rasa nyeri
ditelinga. Saya memiliki riwayat mimisan dari kecil,terutama jika saya
capek,stress,terkena matahari siang atau lagi flu. Melalui endoskopi,dokter
memperlihatkan kepada sy hasil operasi,hasilnya bagus. Lihat kedalam
telinga,gendang telinga saya bagus. Stelah melihat ke belakang rongga
hidung,ada seperti benjolan merah,jika saya menelan,benjolan itu tetap ada
dan warnanya merah. Ada di kiri dan kanan. Di status saya dituliskan tumor
nasofaring dan adenoid. Dokter menyarankan untuk dibiopsi,tetapi mengingat
riwayat perdarahan yang saya alami, dan saya banyak kekurangan darah,dokter
menganjurkan saya untuk dibiopsi enam bulan ke depan,jika benjolan itu
masih ada,karena msh ada kemungkinan itu adalah adenoid yg membesar dgn
pembuluh darah yang rapuh di permukaan. Mengingat waktu 6 bulan itu adalah
waktu yang lama,sy agak khawatir. Sebab setelah saya membaca beberapa
artikel mengenai tumor nasofaring,hanya ada satu yg belum tampak
disaya,yaitu benjolan di leher. Flu yg lama baru sembuh,mimisan,kepala
terkadang rasa nyeri,muka terasa menebal(ini hanya saya rasakan pd saat sy
mendengar suara yg keras dan atau berbicara agak lama). Bagaimana menurut
dokter,apa yang harus saya lakukan ? Trimakasih. 

Jawaban Dokter :

Terima kasih untuk konsultasinya

Kecurigaan terhadap tumor nasofaring memang belum dapat disingkirkan. Pada banyak kasus, satu-satunya gejala yang termanifestasi adalah mimisan.

Diagnosa pasti tumor ini adalah biopsi.

Mengingat riwayat perdarahan yang Anda alami, memang sebaiknya menunggu sampai keadaan stabil kembali. Anda dapat memeriksakan kembali darah rutin (hemoglobin, trombosit) dan masa perdarahan dalam waktu sebulan ini.

Bila sudah stabil mungkin Anda dapat meminta pendapat dokter spesialis THT untuk melakukan biopsi

Semoga membantu

Diabetes