Mohon informasinya, saya merasa ada ketertarikan kesesama lelaki, tapi hati
kecil saya berontak untuk itu.
Tetapi semakin saya tahan semakin menggebu perasaan itu.
Kejadian ini berawal ketika saya berumur sekitar 10 tahun, saya dan sepupu
perempuan seusia saya diam2 bercinta, sambil sembunyi-sembunyi.
Sejak itu saya merasa sangat berdosa. Dan justru perasaan berdosa itu,
mendorong saya untuk tidak lagi melakukan. Tetapi, seiring berjalanya
waktu, saya merasa ada kelainan pada diri saya.
Saya jadi tertarik kepada lelaki.
Hingga sekarang, saya pernah melakukan oral sex dengan lelaki, tetapi
untuk anal belum pernah, karena saya takut bila terjadi kecelakaan saya
bisa terjangkit penyakit.
Tetapi semakin saya pendam, semakin saya ingin mencoba.

Mohon informasinya, apa yang seharusnya saya lakukan.
Sebenarnya saya ingin hidup normal, hidup berkeluarga, memiliki anak.
Tapi dorongan suka kepada lelaki justru lebih kuat.

Mohon solusinya.
Atas perhatiannya, saya sampaikan banyak terima kasih.

Jawaban Dokter :

Terima kasih atas pertanyaan anda. Sampai sekarang masih menjadi kontroversi tentang apa yang menentukan orientasi seksual seseorang. Beberapa temuan penelitian mengungkapkan bahwa ada gen tertentu yang dimiliki seseorang yang menentukan seorang pria menjadi suka ke sesama jenis. Ada pula yang mengungkap bahwa struktur otak tertentu memiliki kecenderungan ke arah homoseksualitas.

Namun, ada pula teori yang mengungkap bahwa setiap manusia terlahir biseksual. Orientasi seksual ditentukan dari lingkungan, bagaimana ia diperlakukan dalam keluarga, masyarakat, dan lingkungan pergaulan. Selain itu, peristiwa hidup yang membekas juga berpengaruh dalam menentukan orientasi seksual.

Dalam kasus anda, mungkin saja rasa bersalah anda tentang bercinta dengan sepupu perempuan membuat anda merasa takut atau bersalah jika berhubungan dengan lawan jenis. Secara tidak sadar anda menekan perasaan tertarik ke lawan jenis dan akibatnya rasa tertarik ke sesama jenis menjadi lebih dominan.

Secara umum saat ini dunia mulai menerima keberadaan cinta sesama jenis, namun lain hal nya di Indonesia yang masih kental dengan nuansa ketimuran. Indonesia masih menganut heteroseksualitas sebagai satu-satunya orientasi yang "normal", padahal pada banyak kasus, seorang homoseksual tidak memilih dirinya untuk menjadi demikian. Semua itu terjadi sendirinya, tanpa disadari.

Untuk anda, saya sarankan anda berpikir ulang dan boleh mencoba berkonsultasi dengan psikiater. Tujuannya bukan untuk mengatakan ada kelainan kejiwaan pada anda, tetapi psikiater dapat mengupayakan psikoanalisa untuk anda, untuk mencari di mana letak peristiwa-peristiwa hidup anda yang berperan dalam menentukan orientasi seksual anda.

Jika peristiwa2 tersebut dapat diidentifikasi, dan dapat ditemukan solusi untuk "menetralkan" luka batin anda, mudah-mudahan orientasi seksual anda dapat diupayakan menjadi heteroseksual.

Demikian saran yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.