Dok… saya mau menanyakan :

1.) Apakah mengkonsumsi suplemen glukosamin untuk meredakan nyeri persendian memiliki efek samping menjadi susah buang air besar ya dok? Karena hal ini dialami oleh papa dan mama saya saat mengkonsumsi suplemen tersebut. Mereka mengapa jadi mengalami susah buang air besar (sembelit)?

2.) Pada botol kemasan produk suplemen tersebut yang dijual di pasaran (saya beli di apotik guardian) tertera tulisan seperti ini: “Hati-hati pemakaian pada pasien penderita diabetes” Itu apa maksudnya ya dok? Apakah penderita diabetes justru akan mengalami komplikasi jika mengkonsumsi suplemen glukosamine tersebut ya dok?

3.) Apakah ada suplemen selain glukosamine untuk mengatasi meredakan rasa nyeri persendian?

Saya mohon penjelasan nya. Thanks ya dok…

Jawaban Dokter :

Salam sehat Sobat, saya dr. Andreas akan mencoba membantu Anda ya.

Sebelumnya kita harus tahu dulu apa itu glukosamin. Glukosamin adalah sebuah senyawa gula amino dan merupakan zat yang membantu produksi protein dan lemak. Glukosamin ini merupakan bagian dari chitin, yang dapat kita temukan di eksoskeleton alias “kulit” hewa krustasea (seperti udang) dan dinding dari jamur atau fungi.

Glukosamin digunakan sebagai suplemen, bukan obat-obatan. (Maka tidak digunakan sebagai pengobatan utama). Fungsinya dalam terapi pengapuran atau osteoarthritis adalah sebagai terapi membantu saja. Mengapa demikian? Karena glukosami dapat membantu mendukung struktur tulang rawan (kartilago) pada sendi. Dengan adanya perbaikan struktur kartilago ini tentu akan memperbaiki kondisi sendi.

1. Nah, glukosamin sesuai fungsinya, tidak berfungsi sebagai pereda nyeri. Jika ingin meredakan nyeri maka menggunakan obat-obat pereda nyeri.

Memang salah satu efek samping dari glukosamin adalah gangguan pencernaan ringan seperti diare, konstipasi, lalu sakit kepala dan ruam kulit. Namun timbulnya efek samping biasanya amat ringan dan jarang.

Jika Sobat mengalaminya, maka coba dengan memperbaiki pola makannya dulu misalnya dengan meningkatkan konsumsi air dan serat seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Jika masih tidak bisa, maka cobalah dengan menghentikan konsumsi glukosamin tersebut. Jika kondisi makin memburuk, periksakan diri ke dokter.

2. Seperti yang disebutkan, glukosamin sendiri adalah senyawa gula, sehingga pemakaiannya perlu berhati-hati. Namun pada penelitian-penelitian yang ada, jika glukosamin dikonsumsi sesuai dosis maka tidak akan memberi pengaruh buruk pada penderita diabetes. Maka tidak perlu khawatir selama penggunaannya sesuai aturan.

3. Sekali lagi, glukosamin tidak digunakan untuk meredakan nyeri. Selain glukosamin, suplementasi chondroitin juga dapat diberikan pada pasien osteoarthritis. Biasanya suplementasi glukosamin dan chondroitin dijual dalam satu gabungan obat.

Semoga membantu ya.