anak saya berumur 3 bulan 25 hari, dari lahir dia menggunakan susu sim*lac, karena pada usia 2 bln anak saya di diagnosa dokter alergi susu sapi, dengan keluhan dermatitis atopik lalu saya di ajurkan utk menggunakan susu hypoalergenic sehingga saya menggunakan susu N*N ha 1, lalu sebulan saya menggunakan susu tsb anak saya diare, lalu saya coba ganti dengan susu enf*mil ha, namun anak saya tetap diare, lalu DSA menyarankan untuk mengganti dengan neoc*te.. pada waktu saya berikan neoc*te selama 5 hari anak saya BAB ny sudah normal sehari sekali, berwarna hijau agak seperti pasta teksturnya. dan berbau agak tajam. yang mau saya tanyakan apakah memang seperti itu jika menggunakan susu neoc*te dan hari ini anak saya BABny sudah 2x. yang pertama, BAB nya sedikit dan agak encer. dan BAB yang kedua banyak dan encer juga. apakah ini normal ya? berat badan anak saya 5.9. mohon petunjuk dari dokter. terimakasih.

Jawaban Dokter :

Diare atau dikenal juga dengan mencret memang sering menjadi masalah kesehatan yang banyak kita temukan di kalangan masyarakat, baik dewasa maupun anak-anak. Diare sendiri merupakan salah satu penyebab kematian dan kesakitan tertinggi pada anak, terutama usia di bawah 5 tahun. Karena itulah para ibu sudah sepatutnya tidak meremehkan jika anaknya menderita diare karena komplikasi yang dapat disebabkan diare. Berikut adalah informasi mengenai diare yang dapat dijadikan pegangan jika anak anda menderita diare. DEFINISI Diare dapat diartikan sebagai meningkatnya frekuensi buang air besar dan berubahnya konsistensi menjadi lebih lunak atau bahkan cair. Penggolongan Menurut asalnya, diare dibagi menjadi diare cair dan diare berdarah atau sindrom disentri. Apabila dilihat berdasarkan lamanya diare, dibagi menjadi diare akut dan diare persisten. Diare cair akut adalah buang air besar lembek atau bahkan dapat berupa air saja, dengan atau tanpa darah dan lendir, dengan frekuensi tiga kali atau lebih sering dari biasanya dalam 24 jam, dan berlangsung kurang dari 14 hari. Pada bayi usia 0-2 bulan, frekuensi BAB anak yang minum ASI bisa mencapai 8-10 kali sehari dengan tinja yang lunak, sering berbiji-biji, dan berbau asam. Selama berat badan bayi meningkat normal, hal tersebut tidak tergolong diare, tetapi merupakan kurangnya toleransi terhadap laktosa yang ada pada susu yang bersifat sementara akibat belum sempurnanya perkembangan saluran cerna. Sedangkan sindrom disentri adalah kumpulan gejala diare dengan darah dan lendir.