Dok, bapak mertua saya kemarin sempat didiagnosis tumor di lehernya. Memang ada benjolan kecil di leher sebelah kanan. Benjolan itu sebenarnya sudah mulai terasa sejak 3 bulan yang lalu, hanya saja beliau mengira itu bengkak di gusinya karena giginya memang terasa agak sakit. Setelah akhirnya semakin membesar baru dibawa ke dokter di rumah sakit. Dokter kemudian mendiagnosis itu adalah tumor.

Informasi dari kakak yang mengantar, saat itu hanya dilakukan cek darah saja. Kemudian bapak diberi kemoterapi (jenis obat utk kemoterapi saya kurang tahu, harganya 3,5 jt). Hasil dari kemoterapi itu katanya baru ditentukan 15 hari kemudian. Dampak kemoterapi pun akhirnya dirasakan oleh bapak, yaitu mual muntah dan tidak nafsu makan. Karena tidak ada asupan makanan yang bisa masuk akhirnya bapak dibawa lagi ke rumah sakit.

Oya, perawatan pertama di rumah sakit saat itu hari selasa-rabu. Kemudian dibawa ke rumah sakit lagi hari jumat-rabu. Sayangnya dokter di rs itu sedang cuti dan tidak ada dokter lain yang berani menggantikan utk menangani bapak. Akhirnya kami meminta kepada pihak rumah sakit utk dirujuk ke rumah sakit di kota besar. Di sana benjolan yang sudah terlanjur pecah tersebut (pecah hari senin saat di rumah sakit yang pertama) langsung dibersihkan dan katanya diambil sampel utk dilakukan tes patologi. Hasil diagnsa dokter di rumah sakit baru adalah bahwa benjolan itu merupakan benjolan dari kelenjar nanah akibat radang gusi.

Pertanyaan saya, bagaimanakah sebenarnya prosedur untuk medeteksi ada tidaknya sel tumor?
Apa dampaknya pemberian kemoterapi pada pasien yang sebenarnya negatif tumor?
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Jawaban Dokter :

Terima kasih untuk pertanyaannya… Dari cerita Anda, ada beberapa ketidakjelasan seperti:

1. Anda membawa bapak mertua ke dokter apa? umum? ato spesialis? Kalau spesialis di bidang apa?
2. Dalam cerita Anda, benjolan sudah pecah hari Senin di RS pertama, apakah dipecahkan oleh petugas medis di sana?
3. Masalah obat kemoterapi, seperti apa pemberiannya? Injeksi? Diminumkan?
4. Apakah benar cek yang dilakukan hanya darah saja? Kalau memang benjolan pecah di RS pertama apakah tidak ada sampel yang diambil guna tes laboratorium lainnya?

Untuk pertanyaan Anda, saya akan coba menjawab. Untuk mendeteksi sel tumor tentunya harus digunakan sampel dari jaringan yang sakit dan sekitarnya. Sampel tersebut bisa saja berupa cairan baik darah, nanah atau cairan lainnya tetapi bisa juga berupa hasil biopsi yaitu pengambilan sedikit jaringan yang sakit. Setelah sampel didapat, sampel tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan tes patologi. Hasil pemeriksaan inilah dapat dilihat ada sel tumor atau tidak.
Dampak dari kemoterapi seperti mual, muntah, rasa lelah, dan cemas sering diderita oleh pasien kemoterapi.
Semoga jawaban saya dapat membantu Anda. Terima kasih.

Diabetes