Mohon jawaban dokter.

1. Ibu saya didiagnosa terkena TBC dan dilakukan uji laborat PCR dengan sampel cairan pleura positif TBC Paru sebalah Kiri dan dilakukan uji sitologi tidak ditemukan sel keganasan. Di Paru tsb selalu keluar cairan pleura berwarna kuning bening  yang mengakibatkan sesak shg tiap minggu selalu diambil antara 500 cc Р800 cc oleh dokter spesialis paru. 3 bulan terakhir ini obat yang diberikan dokter adalah bacbutinh, rimactane dan prazina. pertanyaan saya adalah kenapa di paru tsb selalu keluar cairan pluera terus menerus sampai sekarang padahal sudah diberikan obat-obat tsb diatas.
2. apa ada obat lain selain obat diatas tsb mengingat bila setelah minum obat tsb selalu mual, muntah dan tidak mau makan sehingga kondisinya lemas dan sudah keluar masuk rumah sakit. atas jawaban dokter kami sampaikan Terima
Kasih.

Jawaban Dokter :

TBC atau Tuberkulosis merupakan penyakit yang banyak ditemukan di Indonesia. Komplikasinya bisa bermacam – macam, salah satunya adalah penumpukan cairan di rongga pleura seperti yang ibu anda alami atau biasa disebut efusi pleura. Gejalanya biasanya adalah sesak napas, demam, kehilangan berat badan, nyeri pada dada.

Obat – obatan yang sebutkan diatas tersebuat adalah obat anti tuberkulosis yang memang biasanya digunakan untuk pengobatan penyakit tuberkulosis. Pengobatan penyakit tuberkulosis memang cukup lama, bisa sekitar 6 – 12 bulan, tergantung dari kondisi pasien dan kemajuan pengobatan. Selama pengobatan tidak boleh putus obat sebab jika berhenti bisa mengulang pengobatan dari awal lagi atau yang lebih
parah kumannya akan resisten sehingga terjadi kekebalan terhadap obat yang digunakan. Efusi pleura yang terjadi tidak dapat hilang dengan segera, dan selain dengan minum obat – obatan diatas kadang diperlukan pengeluaran cairan secara berkala untuk mengurangi sesak napas.

Efek samping obat yang digunakan tersebut memang dapat mengiritasi lambung sehingga dapat muncul keluhan seperti mual, muntah, kembung, nyeri di ulu hati, sampai yang parah adalah perdarahan lambung. Untuk mengantisipasinya anda bisa meminta dokter yang merawat untuk memberikan obat – obatan pelindung mukosa lambung atau pengurang sekresi asam lambung.

Tetaplah melanjutkan pengobatan secara teratur dan sabar, minum obat secara teratur, dan konsultasi ke dokter yang merawat atas keluhan yang diderita.

Semoga informasi ini dapat membantu.