Selamat malam dok. Saya perempuan berumur 20 tahun. Seminggu yang lalu saya mengalami nyeri hebat pada bagian lambung secara tiba-tiba. Karena saat itu saya ada kegiatan, teman saya memberikan obat antasida biasa yang ada di warung-warung. Sekitar 15 menit, rasa sakit itu sedikit hilang. Meski sakitnya sudah agak mendingan, tapi jika dipakai untuk berjalan masih ada rasa nyeri yang muncul. 2 jam kemudian, rasa sakitnya datang lagi. Teman saya lagi-lagi meminta saya untuk minum antasida lagi. Tapi kali ini rasa sakitnya tidak hilang-hilang juga. Karena saya tidak tahan dengan rasa sakitnya, saya memutuskan untuk pergi ke puskesmas. Di puskesmas, saya menyampaikan keluhan seperti, rasa mual, muntah, nyeri hebat di lambung, rasa panas di lambung serta sakit kepala. Dokter yang memeriksa saya mengatakan saya terkena gangguan lamung. Saya disarankan untuk istirahat total dan mengurangi aktivitas, karena saat itu tekanan darah saya hanya ada di angka 90. Dokter melarang saya makan nasi, sayur, buah, susu, makanan instan. Saya hanya diperbolehkan makan bubur dan roti. Dokter juga memberikan obat-obatan berupa Antasida Doen, Paracetamol, Ranitidin, dan Cotrimoksazole.
 
Yang ini saya tanyakan, sudah benarkah obat yang saya konsumsi? Memang rasa sakit di lambung menghilang. Saya menghentikan obat-obat tersebut ketika sudah merasa lebih baik. Setelah itu, saya disarankan untuk meminum obat tambah darah karena tekanan darah saya juga tidak kunjung naik. Namun, setelah 7 hari proses penghentian obat tersebut termasuk obat tambah darah, gejala-gejala di atas muncul lagi. Apa sebenarnya yang terjadi dengan saya?

Jawaban Dokter :

Selamat siang sobat.. memang pada gangguan lambung sebaiknya tidak mengkonsumai makanan yg bersoda, asam dan pedas. Serta tidak boleh telat makan. Coba kontrol kembali ke dokter yg merawat anda krn beliau tentunya lebih tau krn telah memeriksa anda. Terima kasih.