Saya wanita, umur 23 tahun, berat 44 kg, tinggi 155 cm. Sekitar seminggu yang lalu saya mengalami batuk darah. Saya memiliki asma dan saya juga perokok lumayan berat (sekarang sudah stop dan juga pendarahannya sudah berhenti setelah saya minum tablet vitamin k, tablet vitamin c dan kapsul asam traneksamat 500mg).

Saya juga tidak memiliki riwayat kel. TBC dan tidak mempunyai gejala-gejala seperti demam, keringat malam hari, berat badan menurun dan cepat lelah, malahan batuk biasa saja tidak dok.

Sebagai tambahan informasi pada saat sebelum batuk darah, tenggorokan saya sakit seperti mau radang tenggorokan,kebetulan saat ini saya ada acara di luar dan masih belum tidur pada jam 5 pagi dikarenakan juga ada masalah yang membuat saya sedih sehingga saya menangis, pada saat saya menangis tiba-tiba saya batuk darah. (pada saat batuk darah saya merasa tenggorokan/kerongkongan saya perih)

Karena pendarahan yang belum berhenti, saya khawatir, 2 hari kemudian saya lalu ke dokter spesialis paru untuk memeriksa, lalu saya diminta foto thorax PA + Toplordotik, tes lab darah dan dahak selama 3 hari. (pada saat di tekan bagian dada tidak ada yang sakit)

Pada hasil laboratorium: BTA I,II,III menunjukan negatif, Hemoglobin 11g/dl (12-16), hematokrit 34% (36-48), Eosinofil 8% (1-4), LED 45mm/jam (0-20), kreatinin darah 0.5mg/dl (0.7-1.3). Keadaan hasil laboratorium yang lainnya normal.

Pada hasil foto thorax: tampak fibro-infiltrat di lapang atas dan tengah paru kanan. Pada proyeksi top lordotik: tampak fibro-infiltrat di lapang atas paru.

Berdasar data-data di atas, apakah saya TBC dok? Atau pendarahan di batuk saya disebabkan oleh laring yang terluka, atau mungkin sebab yang lainnya?

Hari ini saya kebali membawa hasil fotothorax, laboratorium, dan lainnya, dan dianjurkan oleh dokter untuk mulai membeli obat TB selama 6-9 bulan (per bulan harganya sekitar 900.000 sampai 1.000.000 rupiah), memakai masker, tidak tidur satu kamar dengan suami dan anak saya, test laboratorium TBC untuk anak saya dan suami saya juga.

Saya bingung, kesal dan masih tidak yakin kalau saya benar-benar TBC, hasil fibro-infiltrat mungkin saja disebabkan oleh asma saya atau kebiasaan merokok saya. Sedangkan penjelasan dari dokter paru di RS itu tidak logis dan tidak professional sama sekali: ”ya kamu berdarah karena TBC lihat saja hasil fotonya..” (Saya juga tahu kalau dokter lebih tau dari saya soal penyakit, tapi saya juga tidak bodoh-bodoh amat, saya tahu kalau pendarahan itu tidak selalu TBC apalagi BTA saya negative dan tidak memiliki gejala TBC plus ada faktor kebiasaan merokok dan asma, namun dokter tersebut tidak menjelaskan dan hanya mengulang lagi-lagi soal foto) Mohon sarannya ya dok.

Jawaban Dokter :

Saya dr. Andreas, saya sesuai kompetensi saya sebagai dokter umum, akan berusaha membantu masalah Anda ya.

Sebelumnya saya beri penerangan dulu bahwa ini adalah pendapat saya pribadi dan tidak bisa dijadikan diagnosis karena saya tidak secara langsung memeriksa Anda dan hanya membantu menganalisa dari data yang Anda berikan. Mohon dimengerti ya

Bagaimana keadaan Anda sekarang, apakah masih batuk-batuk walau tanpa darah? Kalau batuk berdarah Anda sekarang kan sudah berhenti ya.

Keluhan utama Anda berarti batuk darah mendadak seminggu yang lalu. Batuk darah ini memang bisa mengarah ke berbagai gangguan kesehatan mulai bronkiektasis, bronkhitis, pneumonia atau infeksi paru, edema paru (masuknya air dalam paru biasanya karena kelebihan air), tuberkulosis (TBC), luka pada paru, luka pada saluran nafas (batuk darah sering disalah persepsikan, padahal air ludah berdarah), lupus, atau sampai kanker. Jadi perkiraan penyebabnya itu banyak sekali.

Kalau saya lihat dari keluhan Anda, Anda menyangkal keluhan lainnya ya, seperti tidak ada demam (bronkhitis, pneumonia biasanya terdapat demam), batuk lama (pada bronkiektasis biasanya ditandai batuk lama, lemas, nafas bau, dll), dan keluhan lainnya.

Dari hasil laboratoriumnya yang bermakna adalah:
– Tidak ditemukannya kuman BTA dari 3 pemeriksaan
– Ditemukannya peningkatan Laju Endap Darah
– Untuk kreatinin serum 0,5 mg/dL, biasanya angka ini masih dalam jangkauan normal untuk tubuh wanita. Hemoglobin 11 mg/dL masih dalam rentang normal.
– Untuk eosinofil ini akan bermakna kalau dilihat hitung jenis secara keseluruhan (mulai basofil, eosinofil, dan seterusnya sampai monosit). Peningkatan eosinofil ini bisa saja berkaitan dengan asma Anda.
– Ditemukannya fibro-infilitrat di lapang atas paru dan tengah paru kanan

Jika dilihat dari data di atas, memang bisa saja dipertimbangkan adanya tuberkulosis, yaitu adanya gambaran fibro-infiltrat di lapangan atas paru, adanya peningkatan LED. Memang menurut panduan TBC nasional dari Kementerian Kesehatan, tidak ditemukannya BTA ini memang masih bisa ditegakkan diagnosis TBC apabila menurut pertimbangan klinis dan radiologis dari dokter mengarah ke TBC. Namun Anda tidak mengalami gejala utama khas TBC yaitu batuk, biasanya berdahak, yang lama biasanya 2-3 minggu. Dalam kasus Anda, Anda tiba-tiba batuk berdarah sesaat saja. Maka masih ada kemungkinan bahwa ini bukan TBC, karena gejala dan tandanya tidak terlalu khas, masih abu-abu.

Saya menyarankan sebaiknya Anda untuk meminta pendapat kedua secara langsung pada dokter umum atau dokter spesialis (penyakit dalam atau paru), dan jangan lupa membawa data-data yang Anda miliki seperti foto roentgennya. Mungkin saja Anda diminta untuk melakukan pemeriksaan tambahan lainnya, atau mengulang pemeriksaan dahak.

Apakah laring yang terluka? Saya tidak bisa pastikan karena tidak bisa disimpulkan dari data di atas. Laring terbuka ini biasanya dilihat dengan kaca laring pada pemeriksaan langsung. Apakah mungkin luka pada saluran nafas atas? Bisa saja. Maka hal ini perlu konfirmasi dengan pendapat kedua dari dokter lainnya.

Lalu, seandainya jika memang TBC bagaimana? Anda sebenarnya tidak perlu panik. TBC dapat disembuhkan, walau memang lama (6-9 bulan) karena sifat kuman TBC yang sangat bandel. Anda sebaiknya meminta dokter untuk diarahkan ke Puskesmas atau Layanan Kesehatan pemerintah, karena obat anti TBC itu bisa didapatkan GRATIS di Puskesmas atau layanan kesehatan tertentu yang ditunjuk pemerintah. Memang dalam 2 bulan pertama pengobatan Anda sebaiknya tidak batuk sembarangan karena penularannya dari kuman di dahak dan kemudian berada di udara. Setelahnya biasanya tidak menular lagi.

Demikian penjelasan dari saya. Semoga bermanfaat ya.