dok mau tanya, anak saya berumur 2 minggu, pada saat melahirkan secara sesar, bayi tidak diberikan inisiasi dini, jadi ibu dan bayi dirawat terpisah. waktu berumur 3 hari dikatakan bahwa anak saya alergi terhadap susu sapi (pada kulit terdapat bercak merah), jadi diberikan susu yg hypoallergenic (susu NAN HA1). yang mo ditanyakan, apakah bisa anak saya sembuh dari alergi, jika bisa berapa lama dok ? lalu apakah ada tips untuk alergi ini. yg ke 2, obat apa yg bisa digunakan utk mengurangi rasa gatal pada perut pasca operasi. atas jawabannya saya ucapakan banyak terima
kasih.

Jawaban Dokter :

Pak, diagnosis alergi susu sapi ditegakkan dengan :
1.anamnesis :
– jangka waktu timbulnya gejala setelah minum susu sapi/makanan yang mengandung susu sapi
– riwayat atopi/ alergi dalam keluarga seperti asma, alergi makanan, alergi obat, atau rinitis alergi (pilek jika ada debu, kapuk, dll)
2. pemeriksaan fisis : adanya ruam kemerahan
3. pemeriksaan penunjang :
– darah : adanya peningkatan jumlah eosinofil, IgE
– uji kulit
– provokasi makanan

Uji provokasi makanan ini dilakukan dengan cara menghindari susu sapi selama 2-3 minggu dan gejala berkurang/menghilang makan susu sapi kembali diberikan secara bertahap. Bila setelah 2 jam pemberian susu sapi dan tidak timbul gejala berarti anak dinyatakan tidak alergi susu sapi. Ada beberapa persyaratan untuk dilakukannya uji ini, dan dapat Bapak ketahui dengan lebih lengkap ketika anda berkonsultasi dengan dokter.

Bila diagnosis alergi susu sapi sudah ditegakkan maka susu sapi harus dihindarkan dengan ketat selama 6-18 bulan. Bila gejala menghilang, dapat dicoba provokasi setelah eliminasi/menghentikan susu sapi selama 6 bulan. Bila gejala tidak timbul lagi berarti anak sudah toleran dan susu sapi dapat diberikan kembali.
Namun bila gejala timbul kembali maka eliminasi dilanjutkan kembali sampai 1 tahun dan seterusnya.
Umumnya bayi akan toleran sekitar umur 3 tahun. 50% akan toleran pada usia 2 tahun, 60% pada usia 4 thn dan 80% pada usia 6 tahun.

Untuk daerah perut pasca operasi sebaiknya Bapak periksakan istri anda ketika kontrol ke dokter kandungan agar dapat dilihat dgn lebih jelas apakah cukup dengan pemberian salep di daerah yang gatal atau perlu ditambahkan obat minum Pak.

Semoga dapat membantu.