Selamat pagi/siang/sore/malam,Dok.

saya ibu dari 1 putera berusia 14 bulan (usia saya 36 thn). Putera saya mempunyai alergi terhadap ikan laut. Saya pernah mencoba
memberi makanan bayi instan yang mengandung ikan laut, dan ternyata ia alergi. 4 hari yll ibu saya menambahkan kecap asin pada
buburnya,katanya \’biar enak rasa buburnya\’. Saya baru tahu setelah hari ke2 ibu saya mencampurkan kecap asin di bubur putera saya. Bercak
merah pun banyak bermunculan di tubuh putera saya sejak 4 hr yll. Awalnya sebelum saya tahu bahwa ibu saya menambahkan kecap tsb saya
kira putera saya kena biang keringat. Tapi akhirnya saya \’ngeh\’ bahwa itu alergi krn kecap asinnya ada bau amis ikan.
yang menjadi masalah saya, bercak itu hingga kini masih merah. Memang kadang tampak samar, tapi setelah minum susu (ASI saya hanya keluar 1 bulan saja, sisanya minum susu formula \’BEBELAC\’) bercak tsb tampak merah kembali. Bahkan hingga kini malah bertambah bercak2 merahnya. Putera saya kuat minum air putihnya (khusus untuk putera saya,konsumsinya air kemasan/air mineral,bukan air PAM/air sumur).
Tapi kok tidak sembuh juga malah makin bertambah ya, Dok??
Saya sudah 3x mencoba ganti susunya, tapi setelah 1 bulan mengkonsumsi, berakhir dgn diare berat, bahkan sempat opname di RS.
Apa putera saya alergi susu sapi? atau dia hanya tidak cocok dgn merk2 tertentu, Dok?? Apa yg harus saya lakukan, Dok?

Regards,

Jawaban Dokter :

Dear ibu..

Kalau saya mencoba melihat permasalahan pada anak ibu yang berusia 14 bulan ini, maka nampaknya kita tidak bisa menyingkirkan faktor ATOPI pada anak ibu, dan juga pada keluarga besar.
Yand dimaksud dengan keluarga besar ATOPI ini adalah alergi, baik terhadap perubahan cuaca, seperti dingin, debu, makanan, obat2an dan bahkan tanaman atau tungau. Selain alergi biasanya mereka yang mempunyai bakat atopi juga memiliki keluhan bersin2 di pagi hari atau hidung tersumbat, lalu bercak kemerahan pada kulit bila bersentuhan atau terpapar sesuatu (dermatitis alergi) serta asma.
Bila salah satu orang tua memiliki gejala seperti itu.. kemungkinan dede kecil mendapat “warisan” sekitar 25 %, sedangkan faktor resiko akan meningkat menjadi 50 % bila kedua orang tua memiliki bakat ATOPI
PAda orang tua yang memiliki riwayat atopi, kita tetap menganjurkan untuk menggunakan ASI, namun diet ibu perlu dijaga. Apabila ASI tidak keluar atau sedikit, maka untuk mereka ynag punya riwayat atopi perlu diberikan susu formula hipoalergenik (biasanya disertai dengan label HA = hypo allergenic)
Yang jadi permasalahan adalah bila dengan susu HA tersebut anak tetap diare atau bermanifestasi kelainan kulit ataupun sesak napas.. maka langkah berikut harus diganti dengan susu Free lactose, tetai mungkin saja tidak berhasil sehingga harus diberikan susu soya. Dari segi rasa, soya memang tidak seenak susu formula lainnya, sehinggakadang anak tidak suka dan sering kali dicoba susu biasa yang kerap mengakibatkan diare berulang. Akan menjadi rumit, bila dengan soya gejala tetap ada.. pada saat ini kita harus menggunakan susus dengan asam amino
PAda umumnya bila alergi susu sapi.. pemberian soya sudah dapat mengatasi masalah diare
Dalam kasus anak Ibu, saya perlu tahu jenis susu yang dikonsumsi (termasuk saat dia menderita diare berat)
Tiap pabrik menggunakan formula yang berbeda, walau pada intinya memiliki komposisi yang sama… misalnya dari segi pengawet.
Saya punya pengalaman seorang anak alergi dengan coklat merek A, tetapi tidak dengan merk B… demikian juga ia alergi terhadap bubur susu A, tapi tidak dengan bubur susu B
Jadi menu makanannya harus diperhatikan benar2…
Biasanya anak dengan alergi susu sapi dapat buang air besar hingga 10 kali atau lebih..tetapi pada umumnya mereka tidak sampai dehidrasi… dan tetap ceria…
namun bila amat sering dan intake kurang maka kondisi dehidrasi dapat terjadi.

Dalam kasus ini, ibu harus kontrol secara teratur.. karena gejala tidak akan hilang dengan mudah atau cepat.. selain faktor susu yang diberikan.. faktor makanan lain juga harus diwaspadai. Bila kecurigaan mengarah ke alergi susu sapi, maka ibu juga harus membatasi semua produk sapi dalam konsumsi anak ibu, misalnya keju, mentega, ice cream, coklat(biasa dicampur dengan susu), permen susu dan sebagainya.

BAru setelah kita eliminasi satu2 penyebab alerginya..kita akan tau permasalahan sesungguhnya. Bila memang benar ia terkena alergi susu sapi… penghentian produk sapi akan membawa dampak penyembuhan yang sangat dramatis.

PErnah seorang pasien mengeluh diare lebih dari 10 kali, selama 3 minggu, dan setelah susu diganti menjadi soya.. maka diare nya pun hilang.

Saran saya.. sebaiknya Ibu rutin konsultasi dengan seorang dokter saja yang ibu percayai.. sehingga ia bener2 mengetahui riwayat dan kondisi anak ibu.. termasuk riwayat makanan dan penggantian susu… biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan tinja.. dan beberapa pemeriksaan lainnya… sehingga hasilnya diharapkan bisa lebih optimal

semoga membantu