Siang dok,

Saya sakit, ginjal sebelah kiri saya bermasalah serta kandung kemih, kaki sebelah kiri saya sakit pada bagian tumit jika berjalan, serta mata kaki sebelah kiri bengkak. Menurut dokter, saya juga menderita radang sendi. Anjuran dokter, saya harus diet selama 1 minggu. Setelah 1 minggu, saya cek ke dokter katanya sudah bagus ginjal saya.

Tapi kemudian, kaki saya masih sakit jika berjalan. Apakah hubungannya sakit ginjal saya dengan kandung kemih saya, dan kaki saya ? dan sekarang saya jika banyak bergerak ingin buang air kecil terus. Mohon penjelasannya dok. Terima kasih

Jawaban Dokter :

Siang Eva,

Ada kemungkinan “penyakit: ginjal dan saluran kemih ada hubungannya dengan radang sendi. Perlu diperhatikan apakah keluhan pada tumit dan mata kaki muncul 1 – 3 minggu setelah munculnya penyakit ginjal/ saluran kemih.

Penyakit ginjal dan kandung kemih yang paling sering dialami wanita usia muda adalah infeksi saluran kemih (ISK). Kuman yang berasal dari saluran kencing (urethra) dapat naik menelurusi saluran kencing dan akhiarnya menginfeksi kandung kemih sampai ke ginjal. Gejala ISK adalah buang nyeri saat buang air kecil (BAK), tidak lampias, sering BAK dan rasa tidak nyaman pada daerah kemaluan. ISK dapat dengan mudah ditangani dengan menjaga kebersihan dan menjalani terapi antibiotik. Kuman yang berasal dari saluran kemih dapat menyebar melalui pembuluh dan akhirnya menginfeksi sendi; disebut artritis septik. Artritis septik dapat diobati dengan antibiotik.

Pada kasus yang lebih jarang, ada penyakit yang disebut artritis reaktif (sindrom Reiter), yaitu sebuah penyakit yang didasari kondisi auto-imun (tubuh menyerang dirinya sendiri). Tubuh sobat akan menciptakan sistem imun untuk melawan kuman ISK – setelah kuman ISK dihabisi, sistem imun tersebut malah menyerang sendi yang yang sehat. Angka kejadian reaktif artritis cukup jarang, dan selain radang sendiri, penyakit ini juga disertai gejala pada mata dan kulit.

Untuk memastikan diagnosis, ada kemungkinan dokter akan melakukan pemeriksaan cairan sendi dengan jarum suntik. Kembalilah kedokter anda untuk kontrol dan mendapatkan terapi lanjutan. Ada kemungkinan dokter anda akan merujuk ke dokter spesialis penyakit dalam/ spesialis dokter ortopedi bila diperlukan. Semoga informasi ini membantu, salam sehat.