Selamat pagi Dokter.
Istri saya sakit perut sebelah kanan bagian bawah, malam itu juga saya bawa ke UGD RS. Ahmad Mochtar Bukittinggi. setelah diperiksa disuruh rawat, besoknya Dokter Specialis bedah periksa menyatakan kalau istri saya usus buntu, katanya harus langsung di operasi, jadi saya disuruh surat pernyataan untuk di operasi, jam 8 malam istri saya masuk ruangan operasi jam 11 malam baru selesai dioperasi, 2 jam di ruang ICU setelah itu di pindah keruagan kembali besoknya baru jam 8 malam baru bisa dikasih air minum sedikit2, paginya datang bubur nasi, tapi istri cuma makan 3 sendok terus muntah, dikasih minum terus muntah, Istri saya berkeringat terus dokter.
Begitu terus hari2 dia lalui, setiap makan dan minum muntah terus, sudah jalan 1 minggu perawat udah buka slang yg di perut.
sudah jalan 2 minggu dirawat kondisinya tidak ada perubahan, makan dan minum muntah terus tapi bekas operasinya keringnya bagus, dokter bilang itu biasa muntah2 dan keringat yg sangat banyak, jadi perlu saya terangkan dokter keringatnya itu seperti orang selesai mandi, apalagi selesai muntah2. Saya tidak tau impusnya juga udah di ganti pakai botol kaca yg kecil, dan perawatnya suntik lewat impus sampai 5 suntikan saya tidak tau obat apa aja itu.
Sampai minggu ke 4 kondisi istri saya tidak ada perubahan dokter, susah makan dan minum dan selalu muntah dan keringat selalu bercucuran terus seperti orang sudah mandi.
2 hari kemudian dokter masuk lagi periksa katanya itu semua tidak apa2 hanya dampak dari operasi. Besoknya dokter nyatakan boleh pulang. Saya berfikir mungkin lebih baik dibawa pulang dulu, yg mana dalam fikiran saya karena kondisi keuangan udah tidak memungkinkan walaupun kondisi istri saya tidak ada perubahan.
Sampai dirumah juga tidak ada perubahan, perutnya sakit terus dan tidak bisa makan ( maksudnya makan minum muntah terus ), hari demi hari begitu terus, kondisi semakin memburuk, badannya udah mulai kurus, tadinya berat badan istri saya 55kg, sekarang udah 25kg ( sudah seperti tengkorak hidup ) maaf dok saya bicara begitu. 1 minggu di rumah, malam itu jam 1 malam istri saya sakit perusnya tidak tertahankan mukanya sudah pucat, langsung saya bawa Ke UGD RS. yg sama, di UGD dipasang impus, oksigen, akhirnya di rawat lagi di ruangan interne.
Besoknya setelah diperiksa dokter, dokter bilang harus tambah darah, di ronsen dan di scan, tambah darah sampai 5 kantong, setelah jalan hari 8 di interne dokternya bilang harus di ronsen kembali dan di scan lagi , hasilnya dokter bilang kondisinya mulai membaik, cuma muntah dan keringat tetap saja tidak ada perobahan dan didalam perut ada cairan, akhirnya dokternya bilang harus dipindahkan kembali ke ruangan bedah. ternyata ruangan kelas lll penuh, jadi dipindahkan ke ruagan kelas I, saya berfikir walaupun sudah tidak ada uang akhirnya saya setujui saja.
Setelah di ruangan bedah, Masuk dokter Spesialis Bedah yg membedah istri saya itu memeriksa, saya kasih tau bagaimana ini dokter badannya tambah kurus, muntah terus, keringat bercucuran, dia bilang ini tidak apa2 ini dampak dari operasi, akhirnya istri saya dikasih suntik terus, sekali suntik 5 suntikan.
sampai di rawat di situ 2 minggu, akhirnya dokter bilang kondisinya udah tidak apa, ini hanya dampak dari operasi dan gangguan kejiwaan.
Mau di apa lagi dokter, besoknya istri saya udah bisa pulang, walaupun kondisinya masih muntah2 sakit perut terus dan keringat bercucuran terus.
Maaf dokter saya lupa kasih tau dokter Saya Asli padang dan istri saya orang bogor kami sudah punya 2 orang anak, Waktu Mau dirawat yg kedua kalinya orang tuanya datang kerumah.
Jadi setelah di bawa ke rumah kembali, orang tuanya tidak senang pengobatan di sini, akhirnya mereka mau bawa istri saya ke bogor, akhirnya saya pinjam uang untuk keberangkatan mereka berempat.
Karena masalah keuangan saya tidak ikut ke bogor, mereka berangkat. orang tuanya, istri saya, dan anak saya yg kecil.
Sampai dibogor mereka Masukkan istri saya ke rumah sakit Medika bogor, setelah pemeriksaan dokter spesialis bedah di sana bilang, kalau istri saya di perutnya ada cairan yg sudah parah dan bernanah, dokter tersebut minta dikirimkan hasil pemeriksaan dari awal Istri saya di operasi dari RS. ahmad mochtar, saya pinjamkerumah sakit tersebut dan saya foto kopi dan saya kirimkan ke bogor.
Seminggu di rumah sakit Medika, dokternya bilang kalau istri saya harus di rujuk ke RS. PMI, karena istri saya harus dioperasi ulang. karna peralatan di situ tidak cukup.
sampai tadi pagi istri saya ke RS. PMI bogor, sudah diperiksa oleh dokter EDWAR spesialis bedah, dokter itu bilang, carilah kamar, setelah dapat akan lang di operasi, tapi kamarnya penuh, inilah yg saya alami dokter, karena kondisi keuangan sampai sekarang istri saya belum dioperasi, tolong dokter kalau dokter punya solusi, teman saya bilang, tuntut saja dokter yg disini, itu kelalaian dokter itu, cuma saya tidak tau caranya, yg saya pikirkan sekarang cuma mau cari pinjaman untuk operasi Istri saya. ini telpon saya dokter 0852 74313186, saya betul2 minta petunjuknya dokter.
Terima kasih sebelumnya.

Jawaban Dokter :

selamat siang sobat, tetap perlu sobat, karena bayi rentan terkena penyakit. terima kasih