Dok, saya didiagnosis menderita TBC awal bulan Oktober lalu.
Ketika itu saya sedang melakukan tes kesehatan untuk masuk ke sebuah perusahaan. Oleh dokter yang ditunjuk oleh perusahaan yang melakukan tes kesehatan tersebut, saya diberikan rincian obat sebagai berikut :
– Santibi Plus
– Sanazet
– Rifamtibi 450
Perlu dokter ketahui, dokter tersebut memang dokter spesialis paru dan resep tersebut untuk satu bulan.

Saya kemudian memeriksakan kembali kesehatan saya di dokter lain, di kota saya. Saya berasal dari daerah kecil dok, tes kesehatan perusahaan itu dilakukan di ibukota propinsi saya.
Oleh dokter kedua ini, saya disuruh untuk melanjutkan obat yang diberikan oleh dokter pertama, karena saya pun sudah minum obat TBC itu selama beberapa hari. Obat TBC kan gak boleh terputus/ terhenti kan dok?

Oleh dokter kedua ini, saya disarankan setelah dua bulan minum obat melakukan rontgen thorax lagi dan mengganti obat untuk bulan ke 3.
Masalahnya dok, tanggal 3 Januari mendatang, obat saya habis tepat untuk 2 bulan. Namun, dokter saya yang kedua ini susah dihubungi. Saya ke tempat praktiknya. Asistennya berkata dokter tersebut akan kembali tanggal 7 Januari.

Saya takut dok. Obat TBC ini kan tidak boleh berhenti.
Apa yang harus saya lakukan dok?

Jawaban Dokter :

Selamat malam. Coba sobat kirim ulang pertanyaan sobat langsung ke website tanyadok