Dua bln lalu saya melahirkan, sc. Bayi sy meninggal 2 mgg yg lalu pasca operasi atresia duodenum. Usia sy skrg 35 thn, amankah untuk hamil lg dan melahirkan bayi yg sehat? Sy sudah 4x hamil, yg pertama keguguran d usia kehamilan +- 5 mgg, yg kedua lahir sehat, skrg 6 thn, yg ketiga keguguran usia 8 mgg, kuret yg terakhir yg kmrn, lahir dg atresia duodenum dan meninggal d usia 44 hr. Amankah bila sy hamil lg?

Jawaban Dokter :

Selamat malam ibu. saya turut sedih mendengar cerita ibu dan untuk menjawab pertanyaan ibu, saya akan kembalikan lagi ke ibu dan suami. saya berusaha untuk memaparkan risiko yang dapat terjadi jikalau ibu hamil lagi.
1. kemungkinan terjadinya masalah/ gangguan pada kehamilan ibu  cukup besar, usia diatas 35 tahun, sel telur ibu sudah mulai menurun dan tidak baik kualitasnya. penurunan jumlah dan kualitas ini memungkinkan ibu lebih mudah mengalami masalah pada kehamilan ibu, termasuk risiko anak mendapat cacat (atresia duodenum ataupun lainnya seperti down syndrome) cukup besar. Hingga saat ini belum ada obat yang bisa mencegah terjadinya kecacatan pada bayi, meskipun misalnya sebelum hamil ibu minum suplemen multivitamin, kemungkinan terjadinya kecacatan pada kehamilan nanti tetap ada.
2, dengan riwayat dua kali bekas sesar, kemungkinan untuk lahir normal pasca dua kali sesar sangat kecil. hal ini karena dengan dua kali operasi, risiko terjadinya robekan pada bekas operasi ibu jikalau ibu melahirkan normal (semisal ibu memutuskan lahir normal) besar sekali. kedua, dengan hamil berikutnya sesar, artinya untuk kehamilan kehamilan berikutnya pasti sesar lagi. meningkatnya jumlah sesar akan menyebabkan peningkatan risiko komplikasi semisal perlekatan, perdarahan, nyeri pasca operasi yang lebih hebat dsb.
3, dengan usia 44 tahun, hamil ketiga dikuret dan hamil keempat anak ibu dengan atresia duodenum, kita kembali dengan pernyataan pertama. diduga ada penurunan kualitas sel telur pada ibu. tentunya sulit untuk menilai kualitas sel telur, ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk menilai kualitas sel telur, tetapi beberapa kemungkinan yang dapat terjadi akan kembali pada dua pernyataan saya diatas.Â
anjuran terbaik saya adalah diskusikan hal ini dengan suami dan keluarga ibu. putuskan bersama dengan dokter ibu, salam sehat