Maaf dok saya mau tanya, 1minggu yll telinga kiri saya terasa sakit, sakit sekali. Karna saya sudah lama batuk pilek (yg tidak sembuh2,walaupun sudah minum obh dan rhinos) , jadi saat telinga sakit saya fikir saya radang telinga tengah “OMA”. Akhirnya saya pergi ke dr sptHT. Dokternya memberikan saya obat spiramicin, rhinatiol, kaltrofen, codein dan obat tetes telinga otopain. Yang saya rasakan setelah diberikan tetes telinga, telinga saya jadi berdengung terus, kadang mengganggu tapi kadang bisa ditolerir dan saya merasa mual muntah serta suara saya jadi serak. Apalah itu wajar dok? Dengan telinga yg berdenging,,, tks dok

Jawaban Dokter :

Malam Sobat,
Penyebab telinga berdengung ada bermacam macam, antara lain karena gangguan tekanan dalam telinga, kelainan saraf dalam telinga, dan lain lain. Berdasarkan gambaran yang Sobat berikan, tampaknya keluhan Sobat bermula dari batuk pilek parah yang Sobat alami. Saat Sobat batuk pilek, hidung seringkali tersumbat. Sumbatan pada hidung ini secara otomatis bisa mengganggu keseimbangan pada tekanan di dalam telinga (rongga telinga tengah), karena dari rongga telinga tengah terdapat saluran yang menghubungkan rongga tersebut ke belakang hidung. Saat hidung tersumbat, saluran tersebut juga dapat ikut tersumbat, sehingga mengganggu telinga. Gangguan ketidakseimvangan tekanan tersebut awalnya memang dirasakan sebagai rasa nyeri telinga dan bisa seperti tersumbat (semua suara yang terdengar menjadi seperti bindeng). Jika dibiarkan lama tidak teratasi, gangguan tekanan dalam telinga ini lama kelamaan akan menyebabkan gangguan penghantaran suara dalam telinga, sehingga bisa timbul gangguan pendengaran dan rasa telinga berdenging / berdengung. Dari gambaran Sobat, obat yang diberikan dokter THT sudah mengandung antibiotik untuk mengatasi infeksi (batuk pilek) dan obat pelega untuk membantu agar hidung serta saluran telinga tidak tersumbat. Namun, bisa jadi respon pengobatan tidak terlalu sempurna, sehingga sumbatan belum teratasi sempurna dan masih berlanjut menimbulkan gejala. Hal ini bisa disebabkan karena respon tubuh yang berbeda, penggunaan obat yang tidak rutin oleh pasien, ataupun kontrol yang tidak rutin. Sebaiknya periksakan diri Sobat kembali ke dokter THT agar penyebab keluhan Sobat dapat diketahui secara pasti dan dapat diobati dengan semestinya. Semoga saran ini dapat membantu Sobat.