Senin kemarin saya pangkas rambut di tempat yg pertama kali saya datangi. Biasa nya memang saya tidak di kerok usai di pangkas, tapi kemarin tukang cukur mengerok bagian leher saya, awal nya memang tidak perih, tapi setelah mandi baru kerasa perih. Setelah baca2 artikel pisau cukur yg di pakai bergantian bisa menularkan virus hiv. Saya sangat mengkhawatirkan ini. Lalu harus berapa lama saya tunggu sampai bisa cek darah di lab agar di ketahui hasil lab yg akurat? atau bukan negatif palsu??

Jawaban Dokter :

selamat siang
bisa saja namun kemungkinannya lebih kecil.
Faktor yang dapat berpengaruh pada risiko penularan HIV saat terpajan termasuk:

  • Jumlah HIV (viral load) yang ada di dalam cairan yang bersangkutan, dengan risiko penularan tergantung pada tingkat viral load
  • Jenis pajanan berisiko. Memakai alat suntik bergantian kemungkinan memiliki risiko terbesar. Seks anal (melalui dubur) tanpa kondom tampaknya lebih berisiko dibandingkan seks vagina tanpa kondom. Sedikit kasus penularan HIV dilaporkan akibat felasio (seks oral dengan penis seorang dengan HIV masuk ke mulut orang lain). Ejakulasi (mengeluarkan air mani) dalam mulut dan kerusakan pada jaringan dalam mulut, misalnya gusi berdarah, meningkatkan risiko dari seks oral. Penularan HIV melalui kunilingus (seks oral dengan vagina perempuan dengan HIV dijilat oleh orang lain) belum pernah dilaporkan
  • Adanya infeksi menular seksual (IMS) lain. Infeksi ini dapat meningkatkan jumlah HIV pada cairan kelamin pasangan yang HIV-positif. IMS juga dapat menyebabkan luka atau radang pada kelamin, yang memudahkan HIV masuk tubuh orang yang belum terinfeksi
  • Faktor genetik

Jika kita menjadi terinfeksi HIV, biasanya sistem kekebalan tubuh baru membentuk antibodi tiga minggu hingga tiga bulan setelah kita terpajan. Masa ini disebut masa jendela. Jadi, jika kita merasa kita terpajan, atau melakukan perilaku berisiko tertular HIV, kita sebaiknya menunggu tiga bulan setelah peristiwa berisiko sebelum kita dites. Kita juga dapat langsung tes, dan mengulangi tes tiga bulan setelah peristiwa (bukan setelah tes pertama). Selama masa jendela ini, tes antibodi akan menunjukkan hasil non-reaktif (negatif), tetapi walaupun begitu, jika kita sudah terinfeksi kita dapat menularkan orang lain. Sebetulnya, selama masa awal infeksi ini, daya menular kita paling tinggi sehingga kita lebih mungkin menularkan orang lain kalau kita berperilaku berisiko.
Menurut pedoman Kemenkes RI, hasil tes HIV yang non-reaktif tiga bulan atau lebih setelah peristiwa berisiko berarti kita tidak terinfeksi HIV, atau dalam kata lain, kita HIV-negatif. Namun, sekali lagi, kalau kita ragu, tidak salah kalau tes ulang.
Terima kasih