Assalamu’alaikum Dok.
Mau Nanya Nich Dok. Saya Sudah 1 Tahun 3 Bulan Menikah. Tapi Belum juga dikaruniai anak. Saya sudah pernah ke dokter kandungan kata dokter saya normal dan subur.
Saya Coba lakukan Test Sperma di Lab.
Hasil Test Sperma Lab. Menyatakan :
MAKROSKOPIS
Volume : 6.8 mL
pH : 7,9 nilai rujukan 7,2-7,8
Liquifaction : 25 menit
Bau : Khas
Warna : Putih Keabu-abuan
Viskositas : 1.5 cm

MIKROSKOPIS
Progresif : 67.5 % nilai rujukan >=32 %
Non-Progresif: 7.5 %
Immotile : 25 %
Aglutinasi : (+1)
Leukosit : 0.7 10⁶/mL
Jumlah Sperma : 301’92 10⁶/ejakulat nilai rujukan >=39 10⁶/ejakulat
MORFOLOGI
Bentuk Normal : 4 % nilai rujukan >=4 %
Bentuk Abnormal : 96 %

Kesimpulan Normozoospermia
Pertanyaan Saya :
a. Adakah Kelainan pada sperma suami saya?
b. Kalau ada kelainan, apa yg harus saya Lakukan?
c. Masih Bisakah Saya memiliki Keturunan?

Atas Jawabannya Diucapkan Banyak Terima Kasih.Wass

Jawaban Dokter :

Siang Sobat,
(1). Hasil tes sperma secara umum dapat menilai kemampuan sperma bergerak dan bertahan hidup dalam saluran reproduksi wanita. Misalnya, jika sperma yang motil (bergerak bagus) sedikit, atau bentuk sperma banyak yang abnormal, tentu sperma sangat kecil kemungkinannya untuk mampu bergerak dari liang vagina ke saluran indung telur. Demikian pula jika jumlah sperma sedikit, atau derajat keasaman (pH) cairan mani terlalu asam/basa, tentu sperma akan sulit bertahan hidup dalam saluran reproduksi wanita. Hasil tes sperma dapat disimpulkan dalam berbagai istilah, misalnya:
-. oligozoospermia/ azoospermia : jumlah sperma terlalu sedikit/ tidak ada sama sekali dalam cairan mani
-. teratozoospermia : bentuk sel sperma terlalu banyak yang abnormal
-. astenozoospermia : sel sperma yang bergerak bagus (motil) terlalu sedikit
-. normozoospermia : hasil normal
Dari hasil tes sperma yang dituliskan Sobat, tampaknya semua poin pemeriksaan normal, kecuali jumlah sel darah putih (leukosit) dan jumlah bentuk normal. Normalnya, tidak ada sel leukosit dalam cairan mani, hal ini dapat menunjukkan adanya peradangan pada pria, misalnya karena infeksi saluran kemih. Jika terdapat infeksi/ peradangan, hal ini juga akan mepersulit sperma membuahi sel telur. Dari segi bentuk, terdapat beberapa nilai normal tergantung lab yang memeriksa, secara umum bentuk normal adalah >30%, namun jika menggunakan kriteria lain hasil nilai rujukan dapat berbeda (misalnya jika menggunakan kriteria Kruger nilai rujukan normal adalah 14%). Oleh karena itu, untuk memastikan hasil tes sperma tersebut normal atau tidak, konsultasikan hasil secara langsung dengan dokter yang memeriksa Sobat dan pasangan Sobat.
(2) Hasil tes sperma normal atau tidak hanya dapat dipastikan dengan berkonsultasi langsung dengan dokter yang memeriksa Sobat dan pasangan. Jika hasil tes sperma tidak normal, misalnya terlalu banyak bentuk abnormal/ gerakan sel sperma tidak bagus, sehingga sulit berjalan dari liang vagina hingga saluran indung telur untuk membuahi, dokter dapat menganjurkan bantuan dengan teknologi reproduksi, misalnya inseminasi buatan (mengambil sperma dari pasangan Sobat untuk dimasukkan melalui suatu selang khusus langsung ke dalam rahim/ saluran indung telur agar sperma dapat mudah bertemu dengan sel telur)
(3) Apapun hasil tes Sobat/ pasangan Sobat, tidak ada yang bisa menjamin apakah Sobat dan pasangan Sobat bisa memiliki keturunan atau tidak bisa memiliki keturunan. Dokter dan ilmu medis saat ini hanya bisa memberikan peluang-peluang keberhasilan tindakan/ terapi yang dianjurkan, namun hingga saat ini belum ada terapi yang menjamin 100% keberhasilan.
Jika hasil tes sperma pasangan Sobat dinyatakan normal oleh dokter yang memeriksa, salah satu saran sederhana yang dianjurkan adalah dengan mempersering frekuensi hubungan intim (beberapa kali seminggu), dan Sobat dapat pula memperkirakan secara kasar kapan masa subur Sobat dengan melihat kondisi lendir vagina Sobat. Hal ini disebut dengan metode ovulasi Billing. Asalnya metode ini digunakan untuk mengetahui kapan masa subur, sehingga hubungan intim dihindari pada masa itu (kontrasepsi), namun sebaliknya juga dapat digunakan oleh pasangan yang ingin hamil (saat diketahui subur maka sengaja melakukan hubungan intim di masa itu).
Kondisi lendir vagina berubah mengikuti irama hormon tubuh wanita, dan lendir vagina pada masa subur memiliki ciri-ciri, encer, tipis / tidak kental (jika dipegang di antara jari tangan dan direnggangkan, lendir tidak dapat mulur), dan bening.  Catat kondisi lendir vagina Sobat setiap hari (kering/ kental/ encer/ sedang mens). Sobat dapat mengetahui kondisi lendir vagina setiap hari dengan meraba liang vagina, disarankan Sobat berpuasa hubungan intim terlebih dahulu selama sebulan, sehingga Sobat dapat mengetahui dengan pasti bagaimana kondisi / perubahan siklus lendir vagina Sobat (jika berhubungan intim, lendir vagina dapat terpengaruh oleh cairan mani). Baru setelah Sobat mengetahui pasti kondisi lendir vagina Sobat, di bulan berikutnya saat Sobat menemukan lendir yang menandakan masa subur, Sobat melakukan hubungan intim. Kondisi lendir sebagaimana yang disebutkan di atas (pada masa subur) umumnya terjadi pada pertengahan siklus haid (misalnya jika siklus haid 28 hari, biasanya masa subur berada di hari ke 13,14, atau 15). Jika hal ini sulit/ tidak berhasil dilakukan, sebaiknya Sobat berkonsultasi ke dokter yang berkompeten (misalnya dokter kandungan yang ahli dalam bidang kesuburan/ fertilitas), sehingga Sobat bisa mendapatkan bantuan yang lebih mendalam, misalnya tes yang lebih mutakhir untuk mengetahui kapan masa subur, atau teknologi reproduksi lainnya.
Semoga saran ini dapat membantu Sobat.