Saya Dimas Koerdyanto Asal Blitar Jawa timur dok
Begini dok…

Anak saya Berumur 16 bulan dok.

Dan anak saya Hari kamis diare selama 2 hari dan Demam selama 4 hari. Pada kamis malam kemarin pukul 22.00 anak saya melihat 1 arah ke atas dok. saya bawa ke klinik kecil katanya disuruh ke rumah sakit saja tanpa rujukan.

Setelah saya bawa ke rumah sakit anak saya di berikan penanganan kompres dan infus untuk mengurangi demamnya… Singkat cerita saya oleh dokter tersebut memberikan saya saran agar dirujuk ke rumah sakit umum yg memadai.

Sampainya di rumah sakit rujukan tersebut, disana anak saya diberikan obat2an penurun panas dll dan disuruh untuk ronsen dan CT SCAN.

Dari hasil Ronsen dan CT SCAN

Klinisnya : Epileptikus + Pneumonia + Penurunan kesadaran (Leukosit 10.800)

Kesimpulan dokter
– Meningitis tidak ditemukan tapi masih belum bisa disingkirkan kemungkinannya.
– Pansinusitis
– Mastoiditis Bilateral

Penjabaran dokter penanggung jawab, ada cairan yg mengisi ruang otak, dilihat dulu perkembangannya, jika cairan tersebut dapat diserap oleh otak tidak diambil tindakan namun jika mengganggu akan diambil tindakan.

Dokter jaga HCU (High Care Unit) menyarankan untuk mengambil cairan sumsum tulang belakang untuk dapat mengetahui apakah cairan otak tesebut yg mengakibatkan infeksi(peradangan) disebabkan oleh virus, bakteri atau jamur

setelah 4 hari dirawat hari ke 3 dan Sekarang anak saya sudah bisa menangis, bergerak dan merespon rangsangan yg saya berikan pada telapak kaki(kesadaran mulai pulih).

Pertanyaan saya.
1. Apakah kejang tersebut diakibatkan oleh demam atau infeksi pada otak dok??
2. Apakah saya harus mengambil keputusan dengan meng ACC tindakan pengambilan cairan sumsum tulang belakang tersebut dengn resiko2nya dok??
3. Dan dilihat dari perkembangan anak saya apakah perlu dok diambilnya tindakan tersebut??

Sekian dan Terima kasih…

Jawaban Dokter :

Malam sobat. Anak anda sedang sakit berat, saya turut mendoakan kesembuhannya.
kejang pada anak bisa disebabkan karena suhu yang terlalu tinggi, ada infeksi pada otak, atau gangguan elektrolit akibat muntah atau diare berlebih. Pada kasus anak anda, semua faktor di atas terjadi, dan turut menyebabkan kejang. Bila permasalahan diselesaikan, maka kejang ulangan bisa dihindari. Menyelesaikan bagaimana ? Yaitu mengobati infeksinya dengan antibiotik yang adekuat, memberikan cairan yang cukup , mengatasi dehidrasi, serta mengatasi demamnya.
pemeriksaan penunjang yang dimaksud adalah lumbal punksi, jadi mengambil cairan otak kemudian dianalisa. Bukan sumsum tulang, tp cairan otak. Dimana diambilnya ? Di punggung bawah, tempat paling sedikit terdapat serabut saraf, sehingga risiko menjadi seminimal mungkin. Sebaiknya hal ini didiskusikan dengan dokter anak yang menangani pasien langsung. Semoga anak anda lekas sembuh sobat.