Apa yang terlintas di pikiran sobat apabila mendengar tentang penyakit Diabetes Melitus?  Tentunya sudah tidak asing dengan penyakit tersebut. Diabetes melitus atau yang lebih dikenal dengan istilah penyakit kencing manis, merupakan kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan keadaan hiperglikemia atau kadar gula darah yang tinggi.

Diabetes

Penderita diabetes mengalami gangguan metabolisme karena tubuh tidak dapat memproduksi jumlah insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan hormon insulin dengan baik. Insulin ini diperlukan untuk penyerapan glukosa ke dalam sel-sel tubuh. Sehingga pada penderita diabetes sel-sel tubuh seolah-olah akan kelaparan meskipun kadar gula dalam darah sebenarnya tinggi.

Keadaan kadar gula darah yang tinggi ini akan mengakibatkan kerusakan pada ujung-ujung saraf, dan pembuluh darah. Kerusakan ini kemudian meluas menjadi komplikasi penyakit lainnya, yaitu penyakit jantung koroner, stroke, penyakit ginjal, kebutaan, kerusakaan gigi, hingga dapat menyebabkan kecacatan anggota gerak. Penyakit diabetes juga dapat menyebabkan gangguan pada kehamilan dan perkembangan janin.

Jadi diabetes harus diobati sebelum timbul komplikasi-komplikasi di atas! Bagaimana kita bisa mengobati diabetes secara dini kalau tidak kita ketahui lebih dini? Nah, bagaimana kita mendeteksi diabetes secara dini, yuk simak ulasan berikut ini!

Bagaimana Cara Menegakkan Diagnosis Diabetes?

Diagnosis Diabetes dapat ditegakkan dengan beberapa cara, dimana biasanya memakan waktu dua hari, dan harus dilakukan di fasilitas kesehatan yang tepat (klinik dokter, atau laboratorium klinik). Apabila Anda memiliki faktor risiko, gejala klasik penyakit Diabetes dan kadar gula darah yang tinggi, Dokter dapat langsung mendiagnosis Anda tanpa memakan waktu lama.

 gambar_agassi_testDM1

Gambar 1. Nilai acuan pemeriksaan penapisan Diabetes

  1. 1.     Pemeriksaan HbA1C.
  • Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengukur kadar gula darah rata-rata selama 2-3 bulan terakhir.
  • Keunggulan pemeriksaan ini adalah tidak dibutuhkan puasa sebelum dilakukan pemeriksaan.
  • Diagnosis diabetes ditegakkan apabila kadar HbA1C lebih atau sama dengan 6.5%.
  1. 2.     Kadar Gula Darah Puasa
  • Pemeriksaan ini mengharuskan Anda untuk puasa makan dan minum (kecuali air putih) selama 8 jam sebelum dilakukan pemeriksaan.
  • Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur kadar gula darah saat berpuasa.
  • Pemeriksaan ini dilakukan di pagi hari sebelum sarapan.
  • Apabila didapatkan kadar gula darah puasa Anda lebih atau sama dengan 126 mg/dl, maka diagnosis Diabetes dapat ditegakkan.
  1. 3.     Pemeriksaan Toleransi Glukosa Oral
  • Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengukur kadar gula darah sebelum dan 2 jam setelah Anda diberikan minuman manis.
  • Adapun tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui proses tubuh Anda dalam mencerna glukosa.
  • Diagnosis Diabetes ditegakkan apabila kadar gula darah setelah 2 jam sama dengan atau lebih besar dari 200mg/dL. 
  1. 4.     Gula Darah Sewaktu
  • Pemeriksaan ini dapat dilakukan tiap waktu dan biasanya dilakukan apabila Anda memiliki faktor risiko dan gejala klasik dari Diabetes.
  • Diabetes ditegakkan apabila kadar gula darah sewaktu sama dengan atau lebih besar dari 200mg/dL.

Manakah pemeriksaan yang lebih baik?

Untuk pemeriksaan laboratorium pertama kalinya, Anda cukup untuk memeriksakan glukosa darah puasa sebagai skrining atau pemindaian sederhana. Lalu dari hasil pemeriksaan glukosa darah tersebut, bila Anda ternyata diduga pradiabetes, maka Anda perlu memeriksa uji toleransi glukosa. Pemeriksaan seperti HbA1c juga bisa saja dilakukan namun harganya lebih mahal. Namun, selain dari pemeriksaan di atas, jangan lupa untuk juga memeriksa tekanan darah, indeks massa tubuh, profil lipid (kolesterol) agar penyakit yang termasuk sindrom metabolik ini bisa dicegah dan ditangani dengan baik. 

Siapa Saja yang Harus Memeriksakan Diri untuk Penyakit Diabetes?

Dewasa, wanita yang sedang hamil, anak dan remaja sebaiknya memeriksakan diri untuk penyakit diabetes apabila terdapat beberapa faktor risiko antara lain:

  1. Memiliki status Body Mass Index (BMI) atau lebih dikenal dengan Indeks Massa Tubuh termasuk overweight atau obese
  2. Memiliki Lingkar Pinggang lebih besar dari 40 inci, atau 35 inci untuk perempuan
  3. Aktivitas fisik yang kurang
  4. Memiliki keluarga, baik kedua orang tua maupun saudara kandung yang menderita diabetes
  5. Memiliki riwayat melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4500gr
  6. Memiliki riwayat kehamilan dengan diabetes gestasional
  7. Memiliki riwayat penyakit hipertensi
  8. Memiliki riwayat kadar kolestrol darah yang tinggi, trigliserida lebih dari 250 mg/dL atau HDL kurang dari 35 mg/dL
  9. Memiliki riwayat sindroma ovari polikistik
  10.  Tergolong kelompok prediabetes

gambar_agassi_testDM2 Gambar 2. cara mengukur lingkar pinggang sumber: www.cdc.gov

Apabila didapatkan hasil pemeriksaan normal, sangat dianjurkan untuk memeriksakan diri kembali minimal 3 tahun sekali. Bagi sobat yang hasil pemeriksaan menunjukkan prediabetes dianjurkan untuk memeriksakan diri kembali 1 tahun lagi dan harus mengambil langkah untuk mencegah atau timbulnya penyakit diabetes.

Semua wanita hamil dengan faktor risiko yang tertera di atas, dianjurkan untuk memeriksakan diri untuk diabetes saat memeriksakan kehamilan. Saat kehamilan mencapai usia 24-28 minggu, sebaiknya diperiksakan kembali untuk mendeteksi diabetes gestasional. Pada penderita diabetes gestasional dianjurkan untuk memeriksakan diri kembali 6-12 minggu setelah melahirkan untuk mencari tahu apakah mereka menderita diabetes atau termasuk kelompok prediabetes.

Diabetes dapat juga diderita oleh anak dan remaja. Oleh karena itu anak atau remaja dengan faktor risiko diabetes, yakni status BMI overweight atau obese dan memiliki riwayat keluarga yang menderita diabetes, dianjurkan untuk memeriksakan diri.

Jadi, Setelah sobat membaca artikel diatas, apakah sobat termasuk dalam kelompok risiko tinggi terkena penyakit Diabetes? Apabila jawabannya adalah ”ya,” maka segera periksakan diri Anda ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan tunggu lebih lama lagi!

SAVE OUR FUTURE, Lindungi masa depan Sobat dan keluarga Anda dari Penyakit Diabetes!

Referensi:

  1. Pedoman Teknis Penemuan dan Tatalaksana Penyakit Diabetes Mellitus. Depkes RI. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular.2008
  2. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. National Diabetes Statistics [internet]  diunduh pada tanggal 27 Oktober 2013. Dari:  www.diabetes.niddk.nih.gov/dm/pubs/statistics/index.aspx
  3. Anonim. What is Diabetes? [internet] diunduh pada tanggal 27 Oktober 2013 dari:http://diabetes.niddk.nih.gov/dm/pubs/diagnosis/
  4. Anonim. Diagnosis Criteria of Diabetes [internet] diunduh pada tanggal 27 Oktober 2013 dari: http://care.diabetesjournals.org/content/27/suppl_1/s5.full
  5. Mayo Clinic. Test and Diagnosis for Diabetes [internet] diunduh pada tanggal 27 Oktober 2013 dari: http://www.mayoclinic.com/health/diabetes/DS01121/DSECTION=tests-and-diagnosis
  6. Anonim. Diagnosis Diabetes and Learning about Prediabetes {internet] diunduh pada tanggal 27 Oktober 2013 dari: http://www.diabetes.org/diabetes-basics/diagnosis/?loc=DropDownDB-diagnosis
  7. Anonim. Genetics of Diabetes [internet] diunduh pada tanggal 27 Oktober 2013 dari:  http://www.diabetes.org/diabetes-basics/genetics-of-diabetes.html