Jantung salah satu organ vital yang tentunya Anda dan saya memilikinya. Organ vital yang berada di dalam rongga dada ini memiliki fungsi yang amat penting diantaranya adalah menerima darah dari seluruh tubuh sekaligus memompanya kembali ke semua organ tubuh. Jantung bertanggung jawab untuk memasok darah melalui pembuluh darah besar sampai ke pembuluh darah kecil yang kita kenal sebagai pembuluh darah kapiler. Sehingga jika fungsinya berjalan baik diharapkan tubuh tidak akan mengalami gangguan dan organ lain dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Akan tetapi, dewasa ini Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi penyebab kematian yang cukup besar baik di negara maju maupun di negara berkembang seperti di Indonesia. Di Indonesia sendiri tampaknya kesadaran akan bahaya dari PJK masih rendah di masyarakat kita. Banyak orang belum mengenali tentang PJK sehingga sulit untuk mengatasi penyakit ini. Berbagai studi dan penelitian pun dilakukan untuk memprediksi risiko PJK, maka dibuatlah stratifikasi risiko seperti skor risiko Framingham, skor risiko Euro dan banyak lagi. Pada artikel kali ini mari kita sama-sama belajar tentang Stratifikasi Framingham. Stratifikasi risiko Framingham digunakan untuk mendokumentasikan risiko kejadian kardiovaskuler untuk 10 tahun ke depan. Tetapi, perlu diingat selama 10 tahun ke depan banyak hal yang berubah sehingga risiko jantung Anda pun dapat mengalami perubahan. Dalam stratifikasi Framingham ini, usia yang dipakai berkisar antara usia 30 sampai 74 tahun dan terdapat perbedaan tabel perhitungan antara laki-laki dan perempuan. Selain hal itu, orang yang akan dihitung tidak memiliki riwayat penyakit kardiovaskular. Faktor - faktor risiko yang digunakan dalam stratifikasi ini adalah :
  1. Usia
  2. Diabetes
  3. Kebiasaan merokok
  4. Tekanan darah
  5. Angka kolesterol total
  6. Angka kolesterol LDL