Apa itu stroke dan serangan jantung? Bagaimana mengetahui gejala penyakit tersebut? Dewasa ini istilah stroke dan serangan jantung mungkin sudah akrab di telinga anda. Kedua penyakit ini merupakan penyakit yang banyak terdapat pada negara berkembang dengan pola hidup yang semakin modern. Kedua penyakit ini berbeda namun keduanya memiliki penyebab yang sama, keduanya merupakan penyakit yang tergolong berat, namun keduanya dapat kita cegah. Bagi anda yang masih asing dengan kedua istilah ini, stroke adalah suatu keadaan dimana terdapat gangguan aliran darah ke otak yang ditandai dengan penurunan fungsi saraf secara mendadak yang terjadi dalam waktu lebih dari 24 jam. Adapun fungsi saraf yang dimaksud adalah seperti kelumpuhan anggota gerak (tangan dan kaki sulit digerakkan), bicara menjadi rero atau artikulasi menjadi tidak jelas, lidah mencong, sulit membuka kelopak mata, rasa baal pada wajah, hingga penderita menjadi terlihat bingung atau tidak sadarkan diri. Serangan jantung sendiri adalah suatu keadaan dimana terdapat gangguan aliran darah ke jantung sehingga menimbulkan gejala seperti nyeri dada (tertimpa, terbakar atau tertusuk-tusuk di daerah dada). Jika anda menderita nyeri di daerah dada namun anda dapat menunjukkan dengan pasti lokasi nyerinya, maka kemungkinan itu bukan serangan jantung, karena sifat nyeri dari serangan jantung adalah menyebar sehingga sulit menjelaskan lokasi pastinya. Terkadang nyeri dirasakan menjalar hingga ke lengan kiri, ataupun bahu. Nyeri juga dapat disertai jantung berdebar-debar, keringat dingin, sesak nafas dan terkadang dapat disertai dengan mual dan muntah. Tanda dan gejala stroke dan serangan jantung diatas penting untuk kita ketahui, supaya penyakit tersebut dapat dideteksi secara dini dan tidak bertambah berat. Apakah penyebab stroke dan serangan jantung? Stroke dan serangan jantung merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya sumbatan pada pembuluh darah. Pada stroke, pembuluh darah yang tersumbat adalah pembuluh darah otak, sementara pada serangan jantung, pembuluh darah yang tersumbat adalah pembuluh darah jantung. Apa saja yang menyebabkan sumbatan pembuluh darah? Terdapat banyak faktor yang meningkatkan risiko terjadinya sumbatan pada pembuluh darah. Faktor-faktor ini disebut dengan istilah faktor risiko. Faktor risiko ini bersifat multifaktorial, atau terdiri dari banyak faktor. Secara garis besar, faktor risiko dibagi menjadi dua, yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah (non-modifiable) dan faktor risiko yang dapat diubah (modifiable). Faktor risiko yang tidak dapat diubah (non-modifiable):
  • Usia (>50 tahun)
  • Jenis kelamin (laki-laki)
  • Riwayat serangan jantung pada keluarga
Faktor risiko yang dapat diubah (modifiable):
  • Penyakit darah tinggi/ hipertensi
  • Penyakit kencing manis/ diabetes
  • Penyakit kolesterol tinggi
  • Konsumsi alkohol, merokok
  • Berat badan berlebih/ obesitas
  • Jarang berolahraga
Bagaimana mencegah stroke dan serangan jantung? Mencegah penyakit stroke dan serangan jantung berarti menghindari faktor risiko penyakit tersebut. Dalam hal ini faktor risiko yang harus dihindari adalah faktor risiko modifiable atau faktor risiko yang dapat diubah. Pencegahan penyakit darah tinggi, kencing manis dan kolesterol adalah dengan cara modifikasi gaya hidup seperti menurunkan berat badan sesuai dengan indeks massa tubuh anda, mengurangi konsumsi garam dan makanan yang asin serta berlemak, dan memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Konsumsi alkohol dan rokok harus dihindari. Olahraga sebaiknya dilakukan secara rutin. Olahraga yang dianjurkan adalah jalan cepat, jogging atau bersepeda dengan frekuensi yang teratur seperti 3 kali seminggu selama 30 menit sehari. Selain itu lakukanlah pemeriksaan kesehatan rutin (medical check up) dan hindarilah stress. Bagaimana penanganan awal yang harus dilakukan pada penyakit stroke dan serangan jantung? Jika anda atau sanak family anda mengalami tanda-tanda dan gejala seperti tersebut diatas, ada kemungkinan mereka menderita stroke atau serangan jantung. Sulit untuk memprediksikan derajat keparahan dari kedua penyakit ini hanya dengan melihat tanda dan gejalanya. Diperlukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan diagnosa penderita. Selain itu penanganan penyakit ini juga bergantung dari hasil pemeriksaan, sehingga semakin cepat penderita dibawa ke rumah sakit, akan semakin baik. Namun ada beberapa hal yang dapat anda lakukan terhadap penderita sebelum dibawa ke rumah sakit diantaranya yaitu:
  • Pada penderita yang dicurigai menderita serangan jantung dan masih sadar, cobalah menenangkan pasien dan membuat pasien merasa relaks, atur pernafasan, kendurkan pakaian yang dirasa ketat seperti kerah baju. Berikan pengobatan jika pasien sudah pernah menderita serangan ini dan telah diberikan obat oleh dokter. Yang terpenting adalah panggil bantuan dan segera bawa penderita ke tempat pelayanan kesehatan sesegera mungkin.
  • Pada penderita yang dicurigai menderita stroke, tidak ada pertolongan pertama yang dapat dilakukan. Segera cari bantuan dan bawa penderita ke tempat pelayanan kesehatan.
Kedua penyakit ini merupakan penyakit berat yang jika didiamkan akan memperburuk keadaan penderita dan memperkecil kemungkinan kesembuhan total, sehingga jangan menunda untuk membawa penderita ke tempat pelayanan kesehatan sesegera mungkin. Referensi
  1. Braunwald cardiology
  2. Merrits neurologi
  3. Harisson internal medicine
  4. E medicine
  5. Medline plus