merokokPemandangan akan wanita yang sedang merokok sudah menjadi hal yang umum ditemukan dewasa ini. Seiring bertambahnya waktupun, jumlah dari wanita yang merokok kian meningkat. Sasaran dari publikasi rokok pun tidak hanya tertuju pada pria. Beberapa media pun membuat publikasi dengan beberapa kalimat yang menarik para wanita seperti dengan merokok dapat menjadikan tubuh langsing. Indonesia merupakan negara dengan penjualan rokok ke-empat terbesar di dunia. Berdasarkan data dari survei nasional tahun 2007, terdapat 60% pria dan 5% wanita di Indonesia merokok. Walau berdasarkan beberapa sudut pandang kultur, merokok itu tidak sesuai, namun kebiasaan ini semakin meningkat terutama pada wanita di perkotaan besar. Bahaya akan rokok terhadap wanita tidak ada bedanya dengan yang terjadi terhadap pria. Baik pria maupun wanita memiliki risiko yang tinggi terhadap kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah, serta penyakit saluran pernapasan. Tembakau juga dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan pada organ reproduktif wanita. Organisasi Kesehatan Dunia juga melaporkan bahwa tembakau umumnya tidak hanya menargetkan wanita dewasa, namun juga perempuan di usia remaja. Tahukah sobat? Promosi industri tembakau ternyata sudah dimulai sejak tahun 1920. Berbagai pandangan baru bermunculan antara lain dengan merokok wanita akan semakin diterima di lingkungan sosial, meningkatkan kesuksesan, serta dapat menjaga bentuk tubuh dan tetap langsing. Beberapa produk rokok juga menampilkan hal yang dapat diterima masyarakat melalui istilah “super-slim”, “slim” sehingga akan semakin menarik para wanita untuk mengenal rokok. Selain itu tahukah bahwa rokok ini memiliki berbagai efek buruk terhadap kesehatan. Pada artikel ini akan lebih difokuskan pada kesehatan wanita. Baik pria maupun wanita, satu batang rokok dapat mengurangi masa hidup kita selama 15 menit. merokokRokok dan Wanita Hamil Untuk kesehatan reproduksi, rokok dapat memberikan dampak buruk terutama pada saat kehamilan serta efek buruk pada janin yang sedang dikandung. Merokok pada saat hamil dapat menyebabkan kehamilan prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, bayi lahir dengan gangguan organ, bahkan kematian pada janin (Sudden Infant Death Syndrome). Rokok tersebut dapat menyebabkan gangguan pada plasenta yang pada normalnya berfungsi sebagai sarana nutrisi dan oksigen, sehingga akan meningkatkan risiko perdarahan karena plasenta dapat dengan mudah terlepas. Berdasarkan data dari Pregnancy Risk Assessment and Monitoring System (PRAMS) pada tahun 2008, terdapat 13% dari wanita yang tetap merokok pada saat trimester ketiga. Selain itu wanita yang merokok selama tiga bulan sebelum kehamilan, 45% dari antara mereka berhenti saat mulai hamil. Walau kebiasaan merokok berhenti saat hamil, 50% di antara mereka tetap merokok kembali enam bulan sesudah melahirkan. Hal ini cukup meresahkan untuk kesehatan wanita dan juga bayi. Dengan menghentikan kebiasaan merokok, tentunya akan memberikan efek yang baik kepada diri sendiri serta lingkungan. Untuk para ibu hamil, tentunya si bayi akan mendapatkan oksigen lebih banyak, menurunkan risiko abortus, menurunkan risiko penyakit jantung serta pembuluh darah, gangguan saluran pernapasan, dan tentunya mengurangi pengeluaran harian. Seorang ibu hamil yang menjadi perokok pasif pun juga memiliki risiko akan mempunyai bayi dengan berat badan lahir rendah. Efek rokok pada wanita antara lain mengalami kesulitan dalam bereproduksi, beberapa komplikasi dalam kehamilan, serta kehamilan prematur. Efek rokok pada calon bayi antara lain bayi dengan berat badan rendah, bayi lahir prematur, serta kematian pada calon bayi. merokokRokok dan Kesehatan Kulit Dengan merokok, nikotin dan asap rokok akan menyebabkan proses penuaan semakin cepat. Hal ini dapat dilihat dari warna kulit muka yang tidak merata seeprti cepatnya bercak berwarna gelap, proses hiperpigmentasi semakin cepat, serta terlihat pucat, kemudian mempercepat rusaknya kolagen serta elastin maka dapat menyebabkan kulit cepat keriput dan tidak kencang. Berkurangnya elastisitas akan dapat mempercepat lengan dan payudara kendur. Dengan merokok pun secara tidak sadar mulut berkerut, hal ini dapat mempercepat terjadinya kerutan secara dinamis. Keriput muncul belum pada waktunya? Ini mungkin terjadi pada wanita yang memiliki kebiasaan merokok. Hal ini dapat dipengaruhi oleh efek elastin yang terganggu oleh rokok. Dengan merokok, akan terjadi penyempitan pembuluh darah sehingga peredaran oksigen menuju lapisan kulit terganggu, terutama pada proses sintesis kolagen. Efek dari pro-oksidan inilah yang berkontribusi pada terjadinya garis-garis halus (keriput) pada wajah anda lebih cepat sebelum waktu yang semestinya. Penyakit kulit lain yang umum sekali kaitannya dengan rokok adalah terjadinya karsinoma sel skuamosa (KSS). Pada wanita yang merokok akan terbentuk keratoacanthomas, inilah yang berkaitan erat dengan rokok serta sebagai efek dari daya tahan tubuh yang semakin berkurang. Kasus lain yang dapat terjadi adalah karsinoma basal sel, serta melanoma. Hal yang perlu dikhawatirkan bila sel kanker mengalami proses metastasis atau penyebaran menuju organ tubuh lainnya. Selain itu tentunya anda tidak ingin tersenyum dengan tampilan gigi yang menguning atau berlubang bukan? Orang yang merokok akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit gusi, bau mulut, serta kerusakan gigi dan gusi lainnya. merokokRokok dan Saluran Pernapasan Rokok berperan penting dalam terjadinya kanker paru (80%) dan menyebabkan tingginya angka kematian di setiap tahunnya. Perokok wanita memiliki risiko 13 kali lebih tinggi untuk meninggal disebabkan penyakit saluran pernapasan seperti emfisema, bronkitis kronis. Pada tahun 2009, diperkirakan terdapat 70,490 wanita perokok meninggal disebabkan kanker paru dan kanker bronkus. Wanita perokok juga meningkatkan risiko akan kanker faring, laring, esofagus, pankreas, ginjal, kandung kemih, bahkan uterus. Selain itu wanita yang merokok juga meningkatkan risiko mereka akan penyakit jantung serta pembuluh darah sebanyak dua kali lebih tinggi. Beberapa efek negatif rokok dapat terjadi juga pada tulang, perokok memiliki risiko akan menurunnya densitas tulang lebih cepat dan hal ini akan meningkatkan risiko fraktur pinggul. merokokFakta Tentang Rokok dan Wanita Pada saat remaja, wanita juga mulai merokok dipengaruhi oleh berat badan. Beberapa publikasi menunjukkan bahwa dengan merokok akan menjadikan seorang wanita tetap langsing dan menurunkan nafsu makan. Pada tahun 2005, terdapat 10.7% wanita merokok pada saat hamil. Berita lain yang cukup mengkhawatirkan adalah terdapat 16.6% remaja wanita usia 15-19 tahun; 18.6% wanita usia 20-24 tahun merokok pada saat mereka hamil. Merokok pada saat hamil menyebabkan bayi dengan berat badan rendah (20-30%), kelahiran prematur (14%), dan kematian bayi (10%). Selain itu juga meningkatkan risiko akan asma pada anak mereka.   Sebagai kaum muda, belum terlambat untuk mendukung anti-tembakau. Beberapa solusi telah ditawarkan untuk meningkatkan aksi anti-tembakau. Seperti yang diterapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia yaitu Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Dalam hal ini FCTC menyebutkan akan meningkatkan pencegahan tembakau pada wanita, selain itu pentingnya partisipasi setiap wanita untuk kegiatan anti-tembakau.   Sumber:
  1. http://emedicine.medscape.com/article/1075039-overview#aw2aab6b3
  2. http://www.who.int/tobacco/publications/gender/en_tfi_gender_women_marketing_tobacco_women.pdf
  3. http://www.who.int/tobacco/publications/gender/en_tfi_gender_women_international_movement_anti_tob_campaigns.pdf
  4. http://www.who.int/bulletin/volumes/88/8/10-080747/en/
  5. http://www.lung.org/stop-smoking/about-smoking/facts-figures/women-and-tobacco-use.html
  6. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12753525
  7. http://www.cdc.gov/reproductivehealth/TobaccoUsePregnancy/