Disclaimer: artikel ini juga saya dedikasikan untuk teman baik saya, yang saya ketahui mengidap video game addiction ini.
[caption id="attachment_22817" align="aligncenter" width="670"]Hardcore Gamer's IQ Test by shadow502t (deviantART) Hardcore Gamer's IQ Test by shadow502t (deviantART)[/caption] Apakah anda mengenali kebanyakan dari karakter di atas? Jika iya, mungkin dunia anda sudah didominasi oleh perusahaan seperti Nintendo, Sony, atau Microsoft. Ya, yang saya maksud disini adalah video game, atau permainan video. Berpengetahuan luas mungkin baik, tapi jika anda bermain bersama karakter-karakter di atas untuk waktu yang berlebihan, mungkin anda sudah termasuk salah satu pencandu berat video game. Adiksi, candu, atau ketagihan dapat dialami oleh siapa saja dan terhadap siapa saja. Seseorang dapat dikatakan mengalami adiksi apabila: membutuhkan hal tersebut lebih dan lebih lagi untuk membuat ia tetap berfungsi, dan jika ia tidak dapat memenuhi hal tersebut, orang tersebut menjadi merasa mudah emosi dan berantakan. Adiksi dapat disebabkan oleh faktor psikologis maupun kimiawi otak. Faktor kimiawi otak ini adalah zat yang bernama dopamine, yang dimana ditemukan meningkat pada orang-orang yang mengalami adiksi, terutama pada adiksi berjudi.
Kecanduan permainan video adalah penggunaan berlebihan atau berkeharusan terhadap permainan video atau komputer. Kecanduan permainan video masih belum dilakukan banyak riset, sehingga masih belum tergolong sebagai diagnosis kelainan psikiatri/jiwa.