Penyakit Flu Influenza (“flu”) adalah penyakit menular yang menyebar di seluruh Amerika Serikat di setiap musim dingin, biasanya antara bulan Oktober sampai Mei. Setiap tahun, ribuan orang di Amerika Serikat meninggal akibat flu, dan jauh lebih banyak pula yang dirawat di rumah sakit. Sedangkan di Indonesia, data dari CDC menyatakan bahwa insiden penyakit influenza hampir merata sepanjang tahun.   Influenza sering menyebabkan wabah yang terlokalisir pada sebuah periode tertentu terlokalisir di satu area atau komunitas tertentu, terutama di area padat populasi yang tinggal atau bekerja bersama di suatu ruangan tertutup. Keadaan inilah yang akan mempermudah penyebaran virus dan menyebabkan “musim flu” di komunitas tersebut.   Penyebabnya adalah virus influenza, yang bisa tersebar melalui batuk, bersin, dan bersentuhan.   Siapapun bisa menderita influenza, tapi risiko menderita flu adalah yang tertinggi di kalangan anak-anak. Gejalanya muncul mendadak dan bisa berlangsung selama beberapa hari. Antara lain adalah:
  • Demam/menggigil
  • Nyeri tenggorokan
  • Letih
  • Batuk
  • Pusing
  • Sakit pada otot
  • Pilek atau hidung tersumbat
  Gejala flu bisa jauh lebih parah pada sebagian orang dibanding lainnya, antara lain pada anak-anak, mereka yang berusia 65 tahun ke atas, wanita hamil, dan mereka yang menderita penyakit tertentu – misalnya penyakit jantung, ginjal, paru-paru, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.   Flu juga bisa menyebabkan radang paru-paru disertai demam tinggi, serta memperberat kondisi penyakit yang sudah ada. Flu juga bisa menyebabkan diare dan kejang pada anak-anak.   Vaksin Flu atau Vaksin Influenza Ada dua jenis vaksin influenza:
  • Vaksin yang terbuat dari virus influenza yang dinonaktifkan (vaksin mati/inaktif), yang tidak mengandung virus influenza hidup sama sekali. Diberikan melalui suntikan dengan jarum dan sering disebut sebagai “suntikan vaksin flu”.
  • Terdapat vaksin influenza jenis lain, yaitu vaksin yang terbuat dari virus influenza yang masih hidup dan dilemahkan, disemprotkan ke dalam hidung. Vaksin ini tidak ada di Indonesia.
Sebaiknya vaksinasi flu diberikan setiap tahun. Anak-anak usia 6 bulan-8 tahun sebaiknya mendapatkan dua dosis pada tahun pertama mereka divaksinasi. Virus influenza selalu berubah-ubah. Setiap tahun, vaksinasi flu dibuat untuk melindungi diri Anda dari virus yang kemungkinan besar menyebabkan influenza pada tahun itu. Kendati vaksinasi flu tidak dapat mencegah semua kasus penyakit flu, vaksin ini merupakan pertahanan terbaik melawan penyakit ini. Vaksin flu yang dinonaktifkan melindungi dari 3-4 virus influenza. Diperlukan waktu 2 minggu sejak hari penyuntikan, untuk membentuk pertahanan tubuh yang optimal. Perlindungan ini bertahan selama beberapa bulan sampai satu tahun. Sebagian penyakit yang tidak disebabkan oleh virus influenza sering disalahpahami sebagai flu. Vaksin flu tidak akan mencegah semua penyakit batuk-pilek, melainkan hanya mencegah influenza. Vaksin influenza “berdosis tinggi” tersedia bagi usia 65 tahun ke atas. Orang yang memberikan vaksin ini pada Anda bisa menjelaskannya lebih jauh. Sebagian vaksin influenza yang dinonaktifkan mengandung zat pengawet berbasis merkuri bernama thimerosal. Menurut beberapa penelitian, therimosal dalam vaksin tidaklah berbahaya, namun vaksin influenza yang tidak mengandung thimerosal juga tersedia.   Siapa saja yang boleh mendapatkan vaksin flu ini? CDC Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka yang sebaiknya mendapatkan vaksin flu adalah mereka yang rentan untuk terkena infeksi flu dan rentan terhadap komplikasi penyakit flu yang bisa berakibat fatal bagi mereka.
  • Anak-anak yang berusia 6 bulan – 4 tahun (59 bulan);
  • Orang dewasa berusia 50 tahun ke atas;
  • Penderita penyakit paru kronis termasuk pengidap asma, penderita penyakit jantung menahun kecuali penderita hipertensi, penderita penyakit gangguan ginjal, hati, saraf, gangguan darah, dan penyakit gangguan metabolik termasuk penderita diabetes mellitus
  • Orang-orang dengan kekebalan tubuh yang menurun (kondisi yang menyebabkan imuno supresi baik oleh karena obat maupun karena infeksi HIV);
  • Orang yang akan hamil dan hamil di saat musim flu;
  • Anak-anak yang berusia 6 bulan hingga 18 tahun dan sedang dalam pengobatan aspirin dalam jangka panjang serta mereka yang berisiko mengalami sindroma Reye setelah infeksi virus;
  • Orang-orang yang tinggal di panti perawatan atau fasilitas perawatan penyakit kronis lainnya;
  • Orang-orang keturunan atau ras Indian Amerika atau Alaska;
  • Orang yang obesitas (IMT di atas dari 40);
  • Para petugas kesehatan;
  • Pekerja yang kontak dan merawat anak-anak yang berusia kurang dari 5 tahun atau lansia yang berusia di atas 50 tahun; dan
  • Pekerja yang kontak dan merawat orang-orang dengan gangguan medis yang berisiko tinggu untuk terkena komplikasi fatas dari influenza.
  Kelompok orang yang TIDAK dianjurkan untuk mendapatkan vaksin flu
  • Orang dengan riwayat alergi apapun yang parah, termasuk alergi berat terhadap telur ayam. Jika Anda mengalami reaksi alergi yang mengancam nyawa setelah mendapatkan satu dosis vaksin flu, atau menderita alergi yang parah terhadap bagian apapun dari vaksin ini, Anda disarankan agar tidak mendapatkan satu dosis vaksin ini.
  • Penderita Guillain-Barré Syndrome (GBS/ kelumpuhan saraf yang parah). Sebagian orang yang memiliki riwayat GBS tidak boleh mendapatkan vaksin ini. Hal ini harus dibicarakan dengan dokter Anda.
  • Orang yang sedang tidak enak badan. Vaksin flu tidak berbahaya, namun dapat menambah rasa tidak nyaman pada diri Anda, sehingga disarankan Anda menunggu hingga kondisi membaik, baru Anda
  Adakah efek samping dari vaksin flu ini? Seperti layaknya obat manapun, vaksinasi dapat mengakibatkan efek samping, Yang biasanya ringan dan akan hilang sendiri. Efek samping yang serius juga mungkin terjadi, namun sangat jarang. Vaksin influenza yang dinonaktifkan tidak mengandung virus flu hidup, jadi tidak mungkin menyebabkan flu. Pingsan selama beberapa saat dan gejala terkait (misalnya gerakan menghentak) bisa terjadi setelah prosedur medis apapun, termasuk vaksinasi. Duduk atau berbaring selama kurang lebih 15 menit setelah vaksinasi bisa membantu mencegah pingsan dan cedera akibat jatuh. Beritahu dokter jika Anda merasa pusing, atau bila penglihatan Anda berubah atau telinga Anda rasanya berdenging. Masalah Ringan setelah vaksinasi flu dengan jenis vaksin yang dinonaktifkan:
  • Nyeri, kemerah-merahan, atau bengkak pada bagian tubuh yang mendapat suntikan
  • Suara serak; nyeri, mata memerah atau gatal; batuk
  • Demam
  • Nyeri
  • Pusing
  • Gatal
  • Letih
Jika masalah ini terjadi, maka biasanya di mulai segera setelah mendapat suntikan dan berlangsung selama 1-2 hari. Masalah tingkat Sedang setelah vaksinasi yang dinonaktifkan:
  • Anak-anak kecil yang mendapatkan vaksinasi influenza yang dinonaktifkan dan vaksin pneumokokus (PCV13) secara bersamaan tampaknya berisiko lebih besar mengalami kejang akibat demam. Mintalah informasi lebih jauh kepada dokter Anda. Beritahu dokter jika ada anak yang mendapat vaksin influenza pernah mengalami kejang.
Masalah yang Parah setelah vaksinasi yang dinonaktifkan:
  • Reaksi alergi yang parah bisa terjadi setelah vaksinasi (diperkirakan kurang dari 1 dalam satu juta dosis).
  • Ada kemungkinan kecil bahwa vaksin influenza yang dinonaktifkan ini dikaitkan dengan Guillain-Barré Syndrome, tidak lebih dari 1 atau 2 kasus per satu juga orang yang divaksinasi. Ini jauh lebih rendah dibanding risiko komplikasi yang parah akibat flu, yang bisa dicegah oleh vaksinasi flu.
  Apa yang harus dilakukan saat terjadi reaksi pasca vaksin flu? Amati!
  • Keadaan apapun yang tidak lazim, misalnya demam tinggi, perubahan perilaku, tanda-tanda reaksi alergi yang parah.
  • Tanda-tanda reaksi alergi yang parah bisa berupa berupa kesulitan bernafas, hives (penyakit gatal dengan bintik-bintik merah), bengkak pada wajah dan tenggorokan, merasa lemah, detak jantung menjadi cepat dan pusing. Reaksi ini bisa berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam setelah vaksinasi.
Bertindak!
  • Reaksi alergi yang parah atau keadaan darurat lainnya yang tidak dapat menunggu, hubungi ambulans atau antarkan orang tersebut ke rumah sakit terdekat ATAU periksalah ke dokter.
  • Setelah itu, reaksi alergi tersebut harus dilaporkan ke Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di Puskesmas terdekat. ATAU laporkan kepada dokter yang menangani agar bisa diajukan laporan ini.
  Referensi: In Harmony Clinic. Pernyataan Informasi Mengenai Vaksinasi: Vaksin Influenza yang Perlu Anda Ketahui. 2013-2014. CDC - Who Should Get Vaccinated Against Influenza | Seasonal Influenza (Flu). [homepage on the Internet]. 22 Agustus 2013 [cited 2014 Apr 29]. Available from: CDC, Web site: CDC - Who Should Get Vaccinated Against Influenza | Seasonal Influenza (Flu) Immunise - Questions and Answers for Influenza (flu) Vaccination 2014. [homepage on the Internet]. 8 April 2014 [cited 2014 Apr 29]. Available from: Australian Government - Department of Health, Web site: Immunise - Questions and Answers for Influenza (flu) Vaccination 2014 Vaccination & Vaccine Safety | Flu.gov. [homepage on the Internet]. 29 April 2014 [cited 2014 Apr 29]. Available from: U.S. Department of Health & Human Services, Web site: Vaccination & Vaccine Safety | Flu.gov. Flu and Flu vaccine - Live Well - NHS Choices. [homepage on the Internet]. 15 September 2013 [cited 2014 Apr 29]. Available from: NHS, Web site: Flu and Flu vaccine - Live Well - NHS Choices