Tergelitik dengan kalimat diatas? Pastinya ya, namun, itulah fakta yang banyak dijumpai pada kehidupan sehari-harinya. Sepasang suami istri khawatir karena setelah menikah dalam kurun waktu tertentu, kehamilan tidak kunjung datang. Secara umum, pihak istri akan merasa sangat khawatir dan ingin memeriksakan dirinya ke dokter kandungan. Bagaimana dengan sang suami? Biasanya mereka akan meminta istri mereka diperiksa terlebih dahulu, terlepas alasannya. Apakah benar demikian?

Kehamilan merupakan berkah dari Yang Maha Kuasa. Namun, dengan kemajuan ilmu pengetahuan, kita bisa mendapat gambaran lebih jelas seputar hal “ingin hamil” ini. Nah, ada baiknya kita mengenal sedikit tentang infertilitas. Kondisi infertilitas adalah kegagalan pasangan suami istri untuk hamil setelah berhubungan seksual tanpa perlindungan dalam kurun waktu satu tahun.  Agar kehamilan bisa terjadi dibutuhkan peran dari kedua belah pihak yaitu suami dan istri. Penyebab kegagalan kehamilan untuk terjadi secara umum dapat dibedakan menjadi: faktor suami (25 - 40%), faktor istri (40 - 55%), faktor gabungan (10 - 15%) dan penyebab tak diketahui (10%). Jelas terlihat bahwa faktor suami berperan sebagai penyebab kegagalan kehamilan terjadi. Faktor suami menjadi penyebab tunggal infertilitas pada 20%  pasangan, dan turut berkontribusi pada 30 - 40% kasus.

Pertanyaan berikutnya yang harus dijawab: apakah setelah satu tahun, sepasang suami istri yang belum hamil harus memeriksakan diri? Jawabannya sangat individual, tapi parameter secara umum adalah: keberhasilan kehamilan pada tahun pertama adalah 80 hingga 90% dan pada tahun kedua sebesar 95%. Dengan frekuensi hubungan seksual yang baik (dua hingga tiga kali dalam seminggu) dan tanpa perlindungan, niscaya kehamilan dapat terjadi setelah kurun waktu tertentu. Namun, beberapa kondisi membuat konsultasi ke dokter diperlukan. Kondisi - kondisinya adalah sebagai berikut :

  • Usia salah satu pasangan diatas 35 tahun
  • riwayat penyakit radang panggul
  • diketahui memiliki kondisi tertentu pada alat kelamin istri maupun suami
  • ataupun pertimbangan lainnya.