Banyak sekali manfaat yang didapat dari puasa, baik secara lahir maupun batin. Puasa bukan hanya kegiatan yang harus dilakukan untuk memenuhi kewajiban keagamaan. Di luar tujuan rohani, puasa juga dapat menjaga kesehatan apabila dilakukan dengan benar. Tetapi terkadang, puasa yang dijalani membuat seseorang mengalami kelelahan luar biasa di penghujung hari, ditambah lagi dengan aktivitas yang dijalani seperti biasanya, sama seperti saat tidak puasa. Mengapa bisa demikian? Salah satu faktor yang mempengaruhi dalam hal kesehatan saat puasa adalah komposisi makanan saat sahur ataupun saat berbuka. Tidak tanggung-tanggung, faktor ini sangat berpengaruh karena menjamin kelancaran berpuasa di hari-hari berikutnya, agar tubuh fit dan lebih mampu untuk menjalani aktivitas sehari-hari tanpa dilanda kelelahan yang signifikan.   TIPS n TRIK MAKANAN Ada beberapa tips yang perlu dilakukan agar Anda tidak mengalami kesulitan dalam berpuasa. Berikut ini beberapa tips sederhana. 1. Awali buka Anda puasa dengan penganan manis (kurma, madu, kolak), jangan langsung menyantap hidangan makan malam. Hal ini memang sudah diketahui dan menjadi tradisi, tetapi ternyata ada alasan kesehatan dibalik tradisi itu. Tahukah Anda,  mengapa harus memakan penganan manis dahulu, tidak langsung menyantap hidangan besar? Ternyata glukosa dalam penganan manis merupakan bahan bakar siap pakai yang dapat segera diserap oleh tubuh. Glukosa tersebut dapat langsung memulihkan tenaga setelah seharian tubuh tidak disuplai oleh makanan dan minuman. Di sisi lain, glukosa yang terkandung di dalam nasi ataupun makanan berat lainnya harus dicerna dahulu sebelum dapat langsung dipakai. 2. Selalu lakukan sahur, jangan pernah melewatkannya. Sahur merupakan alat untuk mendapatkan tenaga yang prima selama menunaikan ibadah puasa. Selain itu, sahur juga merupakan persiapan agar produktivitas kerja dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu selama menjalankan ibadah puasa. 3. Jangan sembarangan makan saat  buka puasa dan sahur. Maksud kalimat di atas adalah memperhatikan komposisi makanan, agar dapat memenuhi unsur-unsur yang dibutuhkan tubuh. Unsur-unsur tersebut meliputi enam jenis zat gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Makanan yang seimbang baik dalam porsi maupun gizi akan mempengaruhi susunan saraf pusat dan kondisi biokimia tubuh. Komposisi makanan ideal adalah karbohidrat 50-60%, protein 10-20%, lemak 20-25%, cukup vitamin dan mineral dari sayur dan buah. Selain itu, cukup serat (untuk memperlancar buang air besar), cukup cairan (minum kurang lebih 7-8 gelas sehari), dan tentunya cukup porsinya. 4. Gangguan yang timbul pada awal puasa ( contohnya lemas, lesu, stamina menurun, perut kembung, dan gangguan lambung) dapat diatasi dengan bahan pangan tertentu, seperti yang akan kita bahas lebih lanjut di bawah ini.