Menikah atau tidak menikah, adalah pilihan hidup setiap orang. Namun, masih banyak orang yang menanggapi kedua bentuk pilihan ini dengan tidak bebas alias terpaksa mengambil keputusan terhadap salah satu pilihan tersebut. Sebagai contohnya, beberapa orang mengambil pilihan untuk hidup bersama dengan seseorang dikarenakan usia yang dikejar target, tekanan sosial, pilihan orang tua, dan sebagainya. Dan beberapa orang pun terpaksa hidup sendiri karena tidak juga menemukan pendamping hidup yang sesuai dengan dirinya. Terlepas dari hal tersebut, menikah ataupun tidak menikah memiliki manfaat dan kerugian masing-masing. Oleh karena itu, tidak bisa dipandang bahwa menikah membuat seseorang menjadi lebih baik dan terhormat dibandingkan mereka yang hidup sendiri. Memang, beberapa jurnal mengungkapkan bahwa seseorang yang menikah memiliki kesehatan yang lebih baik dibandingkan hidup sendiri. Insomnia dan depresi lebih sering mengenai orang tua yang hidup sendiri, baik karena tidak menikah, telah bercerai atau memiliki pasangan yang sudah meninggal. Sebuah studi dari Karolinska Institute di Stockholm, Swedia, juga mengungkapkan bahwa mereka yang mempunyai pasangan diusia pertengahan memiliki risiko mengalami kepikunan 50% lebih sedikit dibandingkan mereka yang hidup sendiri. Sedangkan mereka yang bercerai dan menjadi duda atau janda diusia pertengahan memiliki risiko 3 kali lipat lebih besar mengalami kepikunan. Mengapa seseorang menikah? Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan seseorang menikah. Salah satunya adalah alasan kultural, berhubungan dengan cara seseorang dibesarkan, nilai-nilai yang ditanamkan pada diri mereka. Faktor yang paling mempengaruhi adalah agama atau kepercayaan. Hidup dengan seseorang dan melakukan hubungan seksual diluar nikah adalah sesuatu yang salah sehingga beberapa orang menggunakan alasan tersebut untuk menikah. Selain itu juga terdapat pengaruh keluarga. Jika sejak kecil seseorang ditanamkan pengertian bahwa ia harus menikah suatu hari nanti, maka hal tersebut akan dilakukannya tanpa ia bertanya lebih jauh tentang alasannya. Selain itu, masyarakat kita juga masih menganggap bahwa menikah adalah kodrat setiap orang, sehingga jika tidak menikah maka seseorang akan takut dilecehkan orang, disudutkan dengan pertanyaan terus-menerus, dan diberi label menyakitkan. Keuntungan hidup sendiri Jadi, apakah sungguh buruk mengambil pilihan untuk tidak menikah? Hidup melajang sebenarnya dapat memberi seseorang kesempatan untuk melakukan lebih banyak hal, seperti melakukan kesenangan, memperhatikan kebutuhan diri sendiri, bebas mempunyai banyak teman dekat, dan lebih bersemangat meniti karier bagi yang bekerja. Hidup lajang membuat seseorang dapat lebih leluasa beraktivitas di luar rumah. Mereka dapat terlibat dan melakukan kegiatan-kegiatan sosial dengan lebih fokus, seperti membantu anak-anak telantar di jalanan atau di panti asuhan, membagi ilmu kepada masyarakat sekitar yang mungkin membutuhkan. Yang terpenting adalah tidak tenggelam dalam perasaan negatif, seperti cemas atau ragu. Daripada mencemaskan hal-hal di masa mendatang, lebih baik mengembangkan potensi diri dan mensyukuri keberadaan saat ini. Keputusan menikah atau tidak menikah sebaiknya memang diambil sebagai pilihan yang bebas sehingga dapat dijalani dengan penuh tanggung jawab dan rasa syukur. Pilihan yang dijalani tanpa rasa terpaksa akan membuat hidup lebih mudah dan bahagia untuk dijalani sehingga selain didapatkan jiwa yang sehat juga diperoleh tubuh yang sehat. Sumber : http://www.webmd.com/depression/guide/depression-elderly http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/07/09/1371/2/Menikah-Hambat-Kepikunan http://hubpages.com/hub/Is-it-possible-for-males-and-females-to-live-without-MARRIAGE http://forum.kompas.com/showthread.php?7710-Untung-Rugi-Perempuan-Lajang