Apakah anda sering mendengar tentang terapi musik diterapkan dalam dunia kedokteran? Terapi musik ternyata sudah diperkenalkan di Amerika Serikat sejak abad ke-18. Musik digunakan sebagai salah satu media pengobatan yang berefek pada faktor psikologis, fisiologis, kognitif dan emosi seseorang. Begitu pula dalam bidang obstetrik dan ginekologi. Musik diterapkan tidak hanya untuk si ibu, namun juga untuk keluarga dan bayi. Secara klinis, pada saat seorang ibu ibu hamil dan menantikan kelahiran, beberapa tata laksana alternatif yang bersifat menghilangkan nyeri dan kecemasan  dapat diterapkan. Bahkan terapi musik dapat diberikan untuk pada ibu dengan beberapa penyakit penyerta seperti hipertensi, hiperemesis, diabetes, dan tinggi risiko keguguran. Sebenarnya, apakah maksud pemberian terapi musik ? Berdasarkan beberapa studi, terapi music bermanfaat pada psikologis seorang ibu saat kehamilan dan memfasilitasi proses kelahiran. Terapi musik diterapkan untuk mengatasi ansietas terutama pada ibu yang sedang menantikan kelahiran. Terapi ini dapat dilakukan pada kehamilan trimester ketiga serta sesudah proses kelahiran. Setelah proses kelahiran, musik dapat diterapkan untuk mengurangi reaksi nyeri, mengurangi level hormon stress. Nyeri pada saat kelahiran tidak selalu dapat diatasi dengan terapi farmakologis. Music dapat diterapkan untuk mengurangi sensasi nyeri dan stress pada saat proses kelahiran. Bahkan pada sebuah studi yang dilakukan pada ibu-ibu yang baru pertama kali melahirkan di Thailand, sensasi nyeri pada 3 jam pertama proses kelahiran dapat berkurang dengan bantuan mendengarkan musik. Karena dapat mengurangi stress, sehingga proses kontraksi saat melahirkan juga dapat berkurang.