Tanya: Apa itu MDR-TB? Jawab: Bakteri penyebab penyakit tuberkulosis bisa kebal terhadap obat antimikroba yang digunakan dalam terapi TBC. Multi drug-resistant Tuberculosis atau MDR-TB adalah jenis penyakit TBC yang kebal terhadap obat isoniazid dan rifampisin, dua obat anti TBC yang paling ampuh.   Tanya: Bagaimana bisa terjadi MDR-TB? Jawab: MDR-TB terjadi karena kesalahan manajemen terapi penyakit tuberkulosis dan penularan dari orang ke orang. Jenis kuman tuberkulosis yang kebal terhadap obat antimikroba disebabkan oleh karena adalah penggunaan obat anti TBC yang tidak tepat dan kesalahan atau dosis obat terapi tuberkulosis yang tidak efektif serta terapi yang terputus sebelum sembuh tuntas. Kemudian jenis kuman yang kebal ini ditularkan kepada orang lain. Penularan ini umum terjadi pada tempat-tempat yang ramai dan padat, misalnya penjara dan rumah sakit.   Tanya: Bisakah MDR-TB ini diobati? Jawab: MDR-TB masih bisa diterapi dan disembuhkan dengan obat-obatan anti tuberkulosis lini kedua. Namun, pengobatan MDR-TB cukup susah karena pilihan obat terapi menjadi terbatas. Penderita penyakit TBC yang kebal dengan obat TBC ini juga dilakukan kemoterapi hingga 2 tahun terapi dan hal inilah yang menyebabkan pengobatan MDR-TB mahal dan tidak mengenakkan bagi penderita.   Tanya: Ada berapa banyak kasus MDR-TB di dunia? Jawab: Pada tahun 2012, tercatat ada 450.000 kasus MDR-TB  dan sebagian besar kasus ditemukan di India, Cina dan Federasi Rusia. Selain itu, diperkirakan 9,6% kasus ini adalah kasus XDR-TB (extensively drug-resistant TB).   Tanya: Apa itu Extensively drug-resistant TB (XDR-TB)? Jawab: XDR-TB adalah jenis kasus tuberkulosis yang kebal obat yang lebih parah dan lebih berat karena kuman-kuman XDR-TB ini juga sudah kebal terhadap obat-obat regimen terapi lini dua yang digunakan untuk mengobati MDR-TB. Kasus XDR-TB ini sudah dilaporkan penemuan kasusnya oleh 92 negara di dunia.   Tanya: Bagaimana kita mengendalikan MDR-TB? Jawab: Solusi pengendalian kuman-kuman yang kebal terhadap obat anti tuberkulosis adalah dengan memastikan penderita TBC terobati secara tuntas saat pertama kali ia terdiagnosa menderita tuberkulosis, memastikan adanya kendali infeksi yang memadai di fasilitas kesehatan tempat penderita berobat dan selalu menggunakan obat-obatan lini dua dengan tepat dan benar yang direkomendasikan untuk mengobati jenis MDR-TB ini.   Sumber:
  1. WHO | What is multidrug-resistant tuberculosis and how do we control it? [homepage on the Internet]. March 2014 [cited 2014 Mar 22]. Available from: WHO, Web site: What is multidrug-resistant tuberculosis and how do we control it?
  2. WHO | Tuberculosis. [homepage on the Internet]. March 2014 [cited 2014 Mar 22]. Available from: Tuberculosis