Bila mendengar kata ‘sakit jantung’, apakah yang terlintas dalam benak Anda? Sebagian besar orang akan membayangkan penyakit dengan rasa sakit di dada, kemudian diikuti orang tersebut jatuh pingsan dan harus dibawa ke rumah sakit. Memang benar, sindroma koroner akut (SKA) atau serangan jantung yang banyak terjadi pada pasien dengan penyakit jantung koroner merupakan salah satu gangguan pada jantung. Tetapi, sebenarnya terdapat berbagai jenis penyakit jantung lainnya yang juga perlu diwaspadai. Berikut ini beberapa di antaranya. 1. Penyakit Katup Jantung Jantung mempunyai 4 ruangan, yakni 2 serambi dan 2 bilik. Serambi kanan dan bilik kanan dihubungkan oleh sebuah katup berhelai tiga, trikuspid, sedangkan serambi kiri dan bilik kiri dihubungkan dengan katup mitral. Selain itu, pada pembuluh aorta yang membawa darah dari jantung juga terdapat katup aorta. Sedangkan pada vena pulmonalis yang membawa darah dari bilik kanan ke paru, terdapat katup pulmonalis. Semua katup ini membuka dan menutup sesuai dengan irama jantung. Fungsinya adalah menahan agar setelah melewati katup, darah tidak mengalir balik ke ruangan sebelumnya. Misalnya katup trikuspid berfungsi menahan agar darah dari serambi kiri yang telah melewati katup dan masuk ke bilik kiri tidak mengalir kembali ke serambi kiri.   [caption id="attachment_22626" align="aligncenter" width="371"]Gambaran anatomis katup-katup pada jantung Gambaran anatomis katup-katup pada jantung[/caption] Tiap katup tersebut dapat mengalami kelainan seperti stenosis dan regurgitasi. Apa itu? Stenosis merupakan pengerasan katup sehingga menyebabkan aliran darah tidak lancar. Katup yang seharusnya membuka sempurna, menjadi kaku dan lubang tempat darah lewat pun menyempit. Sedangkan regurgitasi berarti terjadinya aliran darah balik. Katup tidak menutup sempurna sehingga tidak menjalankan fungsinya  dan terjadi kebocoran. Gangguan pada katup dapat menyebabkan gangguan pada bagian jantung lainnya. Misalnya jika terjadi stenosis pada aorta, maka darah yang seharusnya dipompa bilik kiri menuju aorta untuk kemudian diedarkan ke seluruh tubuh menjadi terhambat. Darah banyak yang tertahan di bilik kiri dan lama-kelamaan bilik kiri mengalami dilatasi atau pembesaran. Terapi untuk penyakit katup ini, terutama adalah mengobati penyebabnya. Penyakit katup jantung dapat dimiliki oleh seseorang sejak ia lahir sebagai penyakit jantung bawaan, akibat kalsifikasi (penumpukan kalsium) pada usia tua, ataupun didapat setelah dewasa sebagai akibat penyakit jantung rematik. Sekitar 10-20% prosedur bedah jantung di Amerika Serikat berkenaan dengan penyakit katup jantung dan yang tersering adalah penggantian katup dengan katup buatan pada stenosis aorta.