Selama ini, susu selalu disebut sebagai salah satu minuman yang bermanfaat. Bahkan minuman ini diagung-agungkan sebagai salah satu alat yang ampuh untuk mencegah terjadinya keropos tulang, atau yang lebih dikenal dengan istilah osteoporosis. Tetapi akhir-akhir ini, ada satu selentingan bahwa susu merupakan racun. Kok bisa? Berikut ini penjelasannya . SUSU SAPI OLAHAN ...  BAGAIMANA? Susu sapi olahan adalah susu sapi yang telah terpapar oleh berbagai macam proses pabrik sebelum dijual di pasaran. Dari sini dapat dilihat, banyak bahan kimia (vitamin, protein, elektrolit, hormone, antibiotik, dll) yang ditambahkan ke dalam susu tersebut. Akibatnya, susu tersebut menjadi tidak murni lagi. Bahan-bahan kimia tersebut akan menyebabkan pembentukan zat-zat asam di dalam tubuh. Akibatnya pH tubuh menjadi asam. Keadaan "pH asam"ini akan dinetralisir oleh kalsium yang bersifat basa/alkali, sehingga pH tubuh menjadi netral. Yang menjadi pertanyaan sekarang, dari mana kalsium untuk menetralisir tersebut? Digunakanlah stok kalsium tulang dari gigi, tulang belakang, ataupun tulang panggul karena deposit kalsium tubuh paling banyak di tempat-tempat tersebut. Karena kalsium tersebut sering digunakan, terjadilah kondisi berkurangnya massa tulang yang disebut osteoporosis. Nah, begitulah penjelasan mengapa dikatakan susu SAPI OLAHAN dapat menyebabkan osteoporosis. Tetapi bagaimana dengan susu sapi segar? Apakah sama dengan yang dimaksud? SUSU SECARA UMUM ... Di dalam tulang, ada 2 sel yang berperan penting, yakni osteoblas dan osteoklas. Osteoblas berfungsi untuk memberi perintah penyerapan kalsium dari darah ke tulang. Osteoblas ini berfungsi membentuk matrik tulang, dimana kalsium akan disimpan dan diproses. Di sisi lain, osteoklas berperan untuk "mengambil" kalsium dari tulang. Yang perlu diperhatikan di sini adalah setiap ada kalsium yang "datang" ke tulang, harus ada osteoblas baru yang diproduksi untuk mencerna kalsium tersebut. Di sisi lain, sel osteoblas yang bisa "berkembang biak" memiliki batasannya sendiri. Sel osteoblas akan habis dalam waktu cepat jika banyak kalsium yang dikonsumsi. Jika jumlah osteoblas telah habis terpakai, maka tidak ada lagi yang membentuk matrik tulang. Tanpa matrik tulang, kalsium tidak bisa diproses, dan tulang baru tidak dapat dibentuk. Bayangkan apa yang terjadi jika kita mengkonsumsi kalsium secara berlebihan! Penggantian dari osteoblas akan meningkat sepanjang waktu ini. Jika pada akhirnya jumlah osteoblas tidak dapat digantikan dengan cepat, mulai terjadi osteoporosis dini. Hal demikian tidak selalu berarti bahwa mengonsumsi susu tinggi kalsium SELALU menyebabkan osteoporosis. Hanya jika TERLALU banyak kalsium yang diabsorbsi ke tulang.  Sama seperti mineral lainnya, tubuh hanya mengabsorbsi kalsium sebatas kebutuhan kita. Hanya kurang lebih 200 mg yang diabsorbsi ke darah, dibandingkan dengan jumlah yang kita konsumsi (300-700 mg per hari, bahkan jika mengkonsumsi suplemen kalsium yang rata-rata mengandung 1200 mg per hari). Tetapi jika kita mengkonsumsi terlalu banyak kalsium, jumlah kalsium yang dikonsumsi tidak bisa serta merta sesuai kebutuhan; kurang lebih 5% dari diet kalsium yang lebih dari 1500 mg/hari akan diabsorbsi ke dalam darah. Agar tidak terjadi peningkatan yang signifikan dari jumlah kalsium di dalam darah, maka kalsium ini akan dibawa ke tulang dan disimpan di sana. JADI, ADAKAH SUSU YANG AMAN? Susu yang paling sesuai untuk pencernaan manusia hanya ASI (Air Susu Ibu). Zat antioksidan pada ASI, yang disebut laktoferin, berfungsi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Laktoferin ini akan terserap baik karena lambung bayi belum berkembang sempurna. Di samping itu, sekresi asam lambung pada bayi masih sedikit sehingga laktoferin tidak akan terurai. Sebenarnya susu sapi pun mengandung laktoferin, namun laktoferin pada susu sapi akan terurai oleh asam lambung dan kadarnya pun lebih sedikit dibandingkan kadar di dalam ASI. SEBAIKNYA BAGAIMANA? Bagaimanapun, semua argumentasi di atas memang berita yang marak di Internet. Sampai saat ini, penulis belum menemukan satu jurnal medis yang membenarkan penjelasan di atas. Tetapi tak ada salahnya kita TAHU. Mengenai konsumsi susu yang sebaiknya dihentikan atau diteruskan, itu semua diserahkan kembali kepada masing-masing individu. Berikut ini adalah tips yang diambil dari Harvard, School of Public Health untuk membentuk tulang yang sehat.
  1. Membatasi konsumsi susu dan produknya tidak lebih dari 1-2 x per hari. Semakin tinggi jumlah banyak bukan semakin berguna. Jika  konsumsi susu kurang, hal tersebut tidak menjadi masalah. Yang terpenting adalah pasukan kalsium yang cukup. Selain dari susu, sumber kalsium meliputi sayuran hijau dan brokoli, sekaligus sebagai sumber yang baik untuk vitamin K. Selain itu, kacang-kacangan dan tahu juga dapat berfungsi sebagai sumber kalsium.
  2. Mengkonsumsi vitamin D, karena vitamin ini adalah juru kunci selain kalsium untuk meningkatkan kesehatan tulang. Kurang lebih diperlukan 1000 IU vitamin D/hari. Beberapa orang bahkan memerlukan 3000-4000 IU untuk mencapai kadar optimal dalam darah, terutama jika mereka memiliki kulit yang lebih gelap atau kurang mendapat paparan sinar matahari langsung.
  3. Melakukan olahraga secara teratur, seperti berjalan atau berlari kecil (jogging). Penelitian telah membuktikan, olahraga memiliki peranan penting dalam membentuk tulang yang sehat.
  4. Membatasi konsumsi retinol atau lebih dikenal dengan vitamin A. Jangan terlalu berlebihan mengkonsumsi susu yang telah difortifikasi atau sereal. Vitamin A dalam jumlah berlebihan pun dapat merusak tulang dan menyebabkan osteoporosis.
SUMBER :