suplemen2

Semua orang pastinya tidak asing lagi dengan kata “suplemen multivitamin”, bahkan menurut data Centers for Disease Control atau CDC pada tahung 2011, 40% dari seluruh penduduk AS baik pria maupun wanita pada kelompok usia produktif ternyata rutin mengkonsumsi suplemen multivitamin! Selain itu, didapatkan juga bahwa sebanyak 18.8% dari kelompok tersebut juga mengkonsumsi suplemen multivitamin lebih dari satu jenis. Pengkonsumsi suplemen terbanyak adalah rentang usia 50-60 tahun, dengan 65.7% mengkonsumsi minimal satu jenis suplemen. Dan dari tahun ke tahun, terdapat peningkatan konsumen suplemen. Data menyatakan terjadi peningkatan mencapai 250% pada jumlah pengkonsumsi suplemen bila dibandingkan dengan periode tahun 1990-2000. Data di Indonesia sendiri, yang dilakukan  telah menjadi bagian yang familiar di telinga masyarakat. Tidak jarang, seseorang mengkonsumsi berbagai jenis suplemen multivitamin dalam satu hari. Tujuan orang minum suplemen vitamin pastinya beragam. Banyak di antara mereka yang mengkonsumsi suplemen multivitamin rela mengeluarkan biaya yang cukup mahal setiap bulannya hanya supaya bisa memenuhi asupan vitamin dan mineral agar terhindar dari sakit dan meningkatkan daya tahan tubuh. Bahkan ada juga yang percaya dengan mengkonsumsi  suplemen ini akan bisa membuat tubuh lebih awet muda! Tapi benarkah semua ini? Benarkah dengan mengkonsumsi suplemen multivitamin secara rutin akan memberikan manfaat bagi tubuh? Perlukah kita semua berbondong-bondong minum suplemen multivitamin? Yuk cari tahu jawabannya di sini! Kenali Suplemen Multivitamin Sebuah suplemen disebut memiliki kandungan multivitamin apabila mengandung tiga atau lebih kandungan vitamin dan mineral yang dikemas dalam bentuk kapsul/tablet/pil/cairan. Saat ini, telah banyak dijual secara bebas suplemen dengan kandungan multivitamin dan mineral, mulai dari campuran vitamin B kompleks, campuran antara vitamin B dan vitamin C, dan mineral lainnya mulai dari kalsium, kalium, magnesium, dan zinc. Komposisi nutrisi pada masing-masing merek suplemen berbeda-beda. Pengguna suplemen HARUS memperhatikan takaran gizi pada label komposisi produk untuk mengetahui berapa banyak jumlah vitamin dan mineral yang terkandung dalam setiap kapsul/tablet/pil/sendok.
Saat ini, ahli-ahli gizi menggunakan takaran Recommended Daily Intake (RDI) yang dirilis oleh Food and Drug Administration (FDA) sebagai acuan nilai jumlah konsumsi nutrisi yang dibutuhkan oleh individu sehat. Masing-masing komponen vitamin dan mineral memiliki jumlah maksimal RDI yang dianjurkan per harinya.

suplemen4

Penggunaan Multivitamin sebagai Pengganti Asupan Nutrisi suplemen3 Salah satu tujuan penggunaan suplemen multivitamin adalah sebagai  bahan pengganti komponen nutrisi yang diperoleh dari makanan. Sebagai contoh, penggunaan suplemen protein sebagai pengganti konsumsi makanan berprotein, atau penggunaan suplemen mineral sebagai pengganti konsumsi sayur dan buah. Hal ini disebabkan karena tidak setiap orang terutama mereka yang tinggal di daerah perkotaan memiliki kesibukan yang padat dan sangat sedikit waktu yang mereka luangkan untuk peduli dengan variasi makanan meraka. Celakanya, mereka juga cenderung untuk mengkonsumsi makanan siap saji yang praktis tapi bernilai gizi rendah. Sehingga banyak diantara mereka malah mengambil jalan pintas pemenuhan asupan vitamin dan mineral dengan mengkonsumsi suplemen multivitamin. Lantas apakah kebiasaan ini jelek? Hal ini TIDAKLAH salah, namun sebenarnya konsumsi suplemen multivitamin pastinya memakan biaya yang tidak sedikit. Penggunaan Multivitamin untuk Pencegahan Penyakit Penggunaan suplemen juga dimanfaatkan untuk mengurangi resiko terjadinya penyakit. Sampai saat ini, ada beberapa jenis penyakit telah terbukti dapat dicegah dengan konsumsi multivitamin dan mineral, yaitu:
  • Penggunaan vitamin C dosis tinggi (maksimal 2.000 mg per hari) dapat mengurangi terjadinya common cold (infeksi saluran napas atas karena virus). Penelitian menunjukkan bahwa pasien yang mengkonsumsi vitamin C     memiliki durasi penyakit dan tingkat keparahan penyakit common cold lebih rendah dibanding yang tidak mengkonsumsi.
suplemen 5
  • Penggunaan mineral zinc juga telah terbukti mengurangi kejadian dan tingkat keparahan diare terutama pada anak dan juga mempercepat proses penyembuhan luka.
Menurut National Institutes of Health State-of-the-Science, penggunaan suplemen dapat bermanfaat pada pasien tertentu. Contohnya, pada pencegahan kanker, telah dilakukan penelitian selama 5,5 tahun terhadap 29.000 orang yang mengkonsumsi suplemen vitamin B kompleks, C, dan mineral lainnya.   Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah orang yang mengalami kanker TIDAK berbeda dengan orang yang tidak mengkonsumsi suplemen, sekalipun secara statistik angka kejadian kanker lambung didapatkan lebih rendah pada kelompok yang mengkonsumsi suplemen dibanding dengan mereka yang tidak mengkonsumsi suplemen. Penelitian tahun 2007 menunjukkan bahwa konsumsi suplemen pada individu sehat masih dipertanyakan. Penggunaan suplemen dalam pencegahan penyakit juga masih diteliti keefektifannya dalam jangka panjang. Berbagai penelitian-penelitian yang sudah ada memberikan hasil berbeda-beda, ada yang menyatakan konsumsi multivitamin bermanfaat, namun tidak sedikit yang menyatakan penggunaannya tidak menunjukkan adanya hasil bermakna dalam jangka panjang. Lain halnya pada penggunaan suplemen multivitamin pada penderita penyakit kronis. Penderita penyakit kronis seperti penyakit jantung, kencing manis, dan pembuluh darah (stroke, darah tinggi) didapatkan bahwa dengan mengkonsumsi suplemen tertentu dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit walaupun tidak mencegah 100%. Apa Efek Samping Konsumsi Multivitamin Berlebih ?  Perlu diingat bahwa sekalipun suplemen multivitamin dijual secara bebas dan dapat dibeli tanpa resep dokter, penggunaan suplemen multivitamin sebaiknya mengikuti kadar anjuran FDA (Food and Drug Asscociation) yang berupa takaran RDI (Recommended Daily Intake). Berdasarkan takaran RDI, setiap komponen nutrisi memiliki nilai minimal yang harus dikonsumsi per harinya, dan nilai maksimal yang diperbolehkan untuk dikonsumsi. Penggunaan komponen nutrisi melebihi RDI maksimal justru dapat berbahaya bagi tubuh! Sebagai contoh, vitamin C, salah satu suplemen yang paling sering dikonsumsi, memiliki kadar RDI minimal 60 mg/hari dan kadar RDI maksimal 2.000 mg/hari. Penggunaan vitamin C melebih RDI maksimal dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti gangguan lambung dan diare dan pembentukan batu ginjal. Penggunaan multivitamin dan mineral berlebih dapat menyebabkan gangguan hati, jantung, dan ginjal. Komponen vitamin dan mineral tertentu juga dapat menyebabkan efek penumpukan zat dalam tubuh. Bila konsumsi dosis tinggi dilakukan setiap hari, maka efek penumpukan zat tersebut akan bertambah pesat dan dapat berpotensi membahayakan tubuh. Jadi konsultasikanlah dengan dokter keluarga Anda untuk mengetahui jumlah suplemen yang dianjurkan bagi Anda. Tips memilih suplemen multivitamin yang tepat Sebelum Anda memutuskan untuk mengkonsumsi suplemen, beberapa hal bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Anda. 1.       Apa tujuan Anda mengkonsumsi suplemen ? Bila untuk memenuhi kebutuhan komponen nutrisi, pastikan jumlahnya sesuai dengan anjuran RDI dari FDA. Bila untuk pencegahan penyakit, konsultasikanlah dengan dokter keluarga Anda jenis suplemen dan dosis penggunaannya. Pastikan suplemen yang Anda gunakan aman dan bermanfaat dalam jangka waktu panjang sesuai dengan tujuan anda.  2.       Apakah suplemen ini teregistrasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia?  Di Indonesia, seluruh penggunaan obat harus melalui pengawasan BPOM. Obat yang telah teregistrasi BPOM telah terbukti aman.  Jangan menggunakan obat dan suplemen yang belum terdaftar di BPOM! Karena obat dan suplemen ini mungkin mengandung bahan berbahaya dan justru akan sangat merugikan Anda. Jadi intinya, sah-sah saja untuk meraih kocek Sobat demi konsumsi suplemen multivitamin secara rutin, tapi pastikanlah suplemen yang digunakan bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan!  Jangan sampai konsumsi suplemen multivitamin ini malah justru membahayakan kesehatan Sobat. Selain itu, perbaiki juga variasi makanan sehat di piring makan Sobat agar asupan vitamin dan mineral Sobat melulu dari suplemen multivitamin. Salam Sehat!   Referensi:
  1. Fortmann SP, et al. Vitamin and Mineral Supplements in the Primary Prevention of Cardiovascular Disease and Cancer: An Updated Systematic Evidence Review for the U.S. Preventive Services Task Force. Ann Intern Med 2013; 159(12): 824-834.
  2. Grodstein F, et al. Long-Term Multivitamin Supplementation and Cognitive Function in Men: A Randomized Trial. Ann Intern Med 2013; 159(12): 806-814.
  3. Mackowiak ED, Bernstein Y, dan Paul SH. The adult vitamin and mineral supplement maze. Consult Pharm 2010; 25(4): 234-40.
  4. Collins N dan Friedrich L. Multivitamin supplements - magic bullet or waste of money? Ostomy Wound Manage 2010; 56(5): 18-24.
  5. McCormick DB. Vitamin/mineral supplements: of questionable benefit for the general population. Nutr Rev 2010; 68(4): 207-13.
  6. Zheng Y, et al. Meta-analysis of long-term vitamin D supplementation on overall mortality. PLoS One 2013; 8(12): e82109.
  7. Pocobelli G, Peters U, dan Kristal AR. Use of supplements of multivitamins, vitamin C, and vitamin E in relation to mortality.  Am J Epidemiol 2009;170(4):472-483
  8. Position of the American Dietetic Association: fortification and nutritional supplements. J Am Diet Assoc. 2005; 105(8): 1300-11.
  9. Burney J dan Haughton B. EFNEP: a nutrition education program that demonstrates cost-benefit. J Am Diet Assoc. 2002; 102(1): 39-45
  10. Gaziano JM, et al. Multivitamins in the Prevention of Cancer in Men. The Physicians' Health Study II Randomized Controlled Trial. JAMA. 2012; 308(18): 1871-1880.
  11. Morris MC dan Tangney CC. A potential design flaw of randomized trials of vitamin supplements.  JAMA. 2011;305(13):1348-1349
  12. Block G, Jensen CD, Norkus EP,  et al.  Usage patterns, health, and nutritional status of long-term multiple dietary supplement users: a cross-sectional study.  Nutrition Journal 2007; 6: 30.
  13. Myung SK, et al. Efficacy of vitamin and antioxidant supplements in prevention of cardiovascular disease: systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. BMJ 2013;346:f10
  14. Huang HY, et al. The Efficacy and Safety of Multivitamin and Mineral Supplement Use To Prevent Cancer and Chronic Disease in Adults: A Systematic Review for National Institutes of Health State-of-the-Science Conference. Ann Intern Med 2006; 145: 372-385.