suplemen protein1Dalam beberapa tahun terakhir, pusat kebugaran (fitness center) banyak bermunculan di pusat-pusat perbelanjaan di kota-kota besar. Para pria berbondong-bondong mengikuti kegiatan fitness bertujuan membentuk tubuh yang ideal dengan perut ramping berotot dan lengan berotot. Untuk membantu pembentukan tubuh ideal ini, mereka pun rela untuk mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung tinggi protein seperti daging, ikan, dan putih telur. Tak ketinggalan, beberapa pusat kebugaran bahkan menyarankan konsumsi suplemen protein untuk mempercepat pembentukan otot sesuai dengan harapan konsumennya. Tapi pernahkah berpikir sebenarnya apa sih suplemen protein ini? Dan amankah konsumsi suplemen protein ini? Mari kita simak ulasan berikut ini mengenai efek suplemen protein bagi pria. Apa itu suplemen protein kadar tinggi? Suplemen protein merupakan salah satu tambahan produk diet yang berasal dari ekstrak protein. Penggunaan suplemen protein ini awalnya sebagian besar digunakan oleh para atlet professional dalam pengawasan dokter kesehatan olahraga dan nutrisi, terutama digunakan bagi para atlet yang pada cabang olahraga yang membutuhkan massa otot besar. Contoh jenis olahraga yang dulu menggunakan suplemen ini adalah cabang bodybulding. Cabang olahraga bodybulding membutuhkan atlet dengan massa otot tubuh yang besar dan padat sehingga dibutuhkan suatu tambahan produk diet berupa protein tinggi untuk mempercepat dan mempertahankan bentuk otot atlet. Dalam dua dekade terakhir ini, telah terjadi perubahan paradigma bentuk tubuh ideal bagi pria. Bentuk tubuh idaman ideal yang diinginkan yaitu perut ramping berotot dan lengan berotot. Paradigma ini menyebabkan menjamurnya pusat-pusat kebugaran di kota-kota besar seluruh dunia. Berbagai pusat kebugaran ini menyediakan suplemen protein untuk membantu konsumennya mempercepat pembentukan otot tubuh. Sayangnya, tidak setiap pusat kebugaran memiliki dokter kesehatan olahraga dan dokter nutrisi yang dapat mengawasi penggunaan suplemen protein bagi keamanan konsumennya. Apa saja jenis suplemen protein yang tersedia? Terdapat berbagai jenis dan kategori suplemen protein, mulai dari jenis molekul protein, sifat protein, dan kandungan campuran protein yang digunakan. Disini akan mencoba menjabarkan secara umum jenis-jenis suplemen protein yang sering digunakan. Suplemen protein ini terdapat dalam bentuk kapsul, susu, bahkan dalam bentuk pengganti makanan Meal Replacement Product (MRP) seperti protein-bars dan minuman berenergi. MRP disusun dengan kandungan tinggi protein, rendah lemak, dan rendah karbohidrat

suplemen protein2

Gambar. Jenis-jenis suplemen protein yang banyak digunakan

  • Protein Shake Merupakan jenis suplemen protein yang dibentuk semacam milkshake, umumnya dicampur dengan air, susu, maupun jus. Selain itu, juga terdapat jenis protein-shake yang dikonsumsi sebelum dan selama olahraga (whey protein) dan terdapat pula jenis yang dikonsumsi sebelum tidur (casein protein).

suplemen protein5

Gambar. Protein-shake

  • Branched Chain Amino Acid (BCAA). Protein jenis ini terdiri dari leusin, isoleusin, dam valine. Konsumsi protein jenis ini dikatakan dapat merangsang terjadinya metabolisme anabolik di otot. Proses anabolik merupakan proses pembentukan serat otot menjadi lebih besar dan padat.
suplemen protein3
  • Creatine. Protein ini ini digunakan memberikan energy pada serat otot. Produk ini dikatakan dapat mempercepat terbentuknya pembesaran massa otot. Sampai saat ini, produk creatine menjadi salah satu produk suplemen protein yang paling sering digunakan.
Umumnya ketiga jenis suplemen berupa diberikan dalam kombinasi MRP, suplemen  kapsul, dan protein-shake bersamaan dengan tujuan mencapai hasil yang efisien yaitu pembentukan otot lebih cepat. Apa efek positif dari penggunaan suplemen protein ini?  suplemenprotein5 Beberapa jurnal kesehatan membuktikan bahwa penggunaan suplemen protein mempercepat pembentukan otot bila dilakukan bersamaan dengan kegiatan olahraga fisik yang sesuai. Atlet dan bodybuilder pada umumnya akan membutuhkan konsumsi protein lebih banyak dari orang non-atlet. Hal ini disebabkan atlet tersebut memiliki massa otot yang jumlahnya secara relatif lebih besar serat ototnya dibandingkan non-atlet sehingga tingkat kebutuhan konsumsi protein untuk memberi nutrisi dan mempertahankan bentuk ototnya lebih besar. Jumlah protein yang dibutuhkan tergantung dari besar massa otot, jenis olahraga yang dilakukan, usia, dan berat badan, dan keadaan ginjal dan hati masing-masing orang. Semakin berat jenis olahraga yang dilakukan dan semakin besar massa otot akan semakin besar jenis suplemen protein yang digunakan. Adakah efek negatif dari konsumsi suplemen protein ini? Beberapa sumber mengkritik produk protein-shake yang banyak disediakan pada pusat kebugaran dikarenakan kadar proteinnya yang rendah dan kadar protein tersebut sebenarnya dapat ditemukan dalam makanan sehari-hari tanpa memerlukan suplemen tambahan. Selain itu, beberapa gangguan kesehatan yang mungkin terjadi oleh karena konsumsi suplemen protein adalah sebagai berikut:
  1. Gangguan ginjal dan hati. Konsumsi suplemen protein dalam jumlah besar jangka panjang dapat mengganggu fungsi ginjal dan hati. Kemungkinan terjadinya kerusakan ginjal dan hati semakin besar bila jumlah suplemen yang digunakan besar dosisnya dan semakin lama durasi penggunaannya. Jadi sebelum menggunakan suplemen protein, sebaiknya dilakukan pemeriksaan pendahuluan fungsi ginjal dan hati untuk memastikan bahwa tidak terdapat adanya kondisi penyakit yang mengganggu fungsi ginjal dan hati.
  1. Penambahan berat badan berlebih. Konsumsi protein berlebih akan disimpan sebagai lemak dalam tubuh dan menambah berat badan. Hal ini berbeda dengan penambahan berat badan karena penambahan massa dan berat otot. Oleh karena itu, konsumsi suplemen protein harus dibatasi sesuai dengan kebutuhan perorangan dan tidak berlebih.
Nah, Sobat, sekarang sudah tahu mengenai apa itu suplemen protein dan manfaat serta efek konsumsi suplemen protein tersebut kan? Sah-sah saja untuk mencoba mengonsumsi suplemen protein untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal, tapi perlu diingat kalau tubuh yang sehat adalah target utama. Pendek kata, konsumsi suplemen protein boleh saja namun, perlu diingat bahwa Sobat sebaiknya mengkonsultasikan keamanan penggunaan dan efisiensi dari suplemen protein yang digunakan kepada dokter atau dokter kesehatan olahraga maupun ahli nutrisi.   Referensi :
  1. Campbell B, et al. International Society of Sports Nutrition position stand : protein and exercise. Journal of the International Society of sports Nutrition 2007; 4:8.
  2. Stark M, et al. Protein timing and its effect on muscular hypertrophy and strength in individuals engaged in weight training. Journal of the International Society of sports Nutrition 2012;9:54.
  3. Campbell B, et al. International Society of Sports Nutrition position stand: energy drinks. Journal of the International Society of sports Nutrition 2013;10:1.
  4. Hoffman J.R. dan Falvo M.J.. Protein : which is best?. Journal of the International Society of sports Nutrition 2004; 3: 118-130.
  5. Lugaresi R, et al. Does long term creatine supplementation impair kidney function in resistance trained individuals consuming a high-protein diet? Journal of the International Society of sports Nutrition 2013; 10:26.
  6. Burd AN, et al. Exercise training and protein metabolism: influences of contraction, protein intake, and sex based differences. J Appl Physiol 2009;106: 1692-1701.
  7. Bosse JD dan Dixon BM, et al. Dietary protein to maximize resistance training : a review and examination of protein spread and change theories. Journal of the International Society of sports Nutrition 2012; 9:42.
  8. Wolfe RR. Protein supplements and exercise. Am J Clin Nutr 2000; 72: 551s-557s.