foot2Mempunyai kulit yang bersih dan mulus adalah impian setiap orang, khususnya kaum wanita. Namun, bagaimana jika terdapat kutil pada tubuh Anda? Apakah benda kecil yang mungkin mengganggu pemandangan itu harus diangkat? Kutil atau bahasa kedokterannya disebut veruka adalah suatu penebalan kulit lapisan epidermis (jumlah sel-sel pada epidermis meningkat). Veruka merupakan suatu penyakit virus yang disebabkan oleh human papilloma virus tipe tertentu. Penyakit ini dapat mengenai anak-anak maupun dewasa. Veruka mempunyai beberapa bentuk yaitu:
  • Veruka vulgarisVerrucaVulgaris1
Kutil ini biasanya terdapat pada anak dan mengenai bagian punggung dari anggota gerak badan, namun dapat pula mengenai mukosa mulut dan hidung. Bentuknya bulat dan berwarna abu-abu, besarnya seperti biji jagung atau dapat lebih besar lagi dan permukaannya kasar. Variasinya ada yang terdapat pada muka dan kulit kepala, berbentuk penonjolan yang tegak lurus pada permukaan kulit dan permukaannya kasar, disebut sebagai veruka filiformis.
  • Veruka plana juvenilis
Kutil ini biasanya terdapat pada anak dan usia muda, mengenai muka dan leher, punggung tangan dan kaki, pergelangan tangan, dan lutut. Besarnya sebesar kepala jarum pentul atau biji jagung, permukaannya licin dan rata, dan berwarna kecoklatan.
  • Veruka plantarisplantar-warts
Kutil ini terdapat pada telapak kaki terutama yang mengalami penekanan. Bentuknya sepeti cincin yang keras, di bagian tengah agak lunak dan berwarna kekuning-kuningan, permukaannya licin dan terasa nyeri pada waktu berjalan. Selain itu terdapat pula kutil pada alat kelamin yang disebut veruka akuminatum (kondiloma akuminatum). Namun, pada saat ini kita tidak membahas mengenai kutil pada genitalia ini. Apakah kutil menular? Virus yang menyebabkan penyakit ini sangat menular. Virus ini ditransmisikan secara langsung ke orang lain melalui kontak kulit. Selain itu, dapat pula ditularkan secara tidak langsung, terutama melalui permukaan lantai yang keras, seperti pada kamar mandi dan kolam renang. Telapak kaki yang mempunyai kutil melepaskan virus yang infeksius ke permukaan lantai. Kulit yang basah dan lebih sensitif menjadi lebih mudah terinfeksi. Anak yang memiliki kutil tetap dapat berenang seperti biasa, namun mereka harus memakai kaos kaki (verruca sock) atau menutupi kutil mereka dengan plester tahan air untuk mencegah penularan virus. Virus juga dapat disebarkan dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lain. Sebagai contohnya, kutil dapat menyebar di sekitar kuku, bibir dan kulit sekitarnya jika Anda menggigit kutil yang terdapat pada jari atau dekat kuku atau mengisap jari yang terdapat kutil. Tidak semua orang rentan terhadap virus ini. Pada saat anak-anak menggunakan kamar mandi bersama dimana human papilloma virus ini bersarang, sebagian dari mereka akan mendapatkan penyakit ini, dimana sebagian lagi tidak. Alasan terdapat perbedaan pada hal ini belum diketahui. Kutil: diobati atau dibiarkan saja? Ada pendapat yang menyebutkan bahwa kutil dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Jadi, jika tidak menimbulkan gangguan kutil tidak perlu diobati. Tanpa pengobatan, sekitar 3 dari 10 kutil hilang dalam 10 minggu dan kebanyakan kutil hilang dalam 1-2 tahun, tanpa meninggalkan jaringan parut. Kemungkinan terbesar kutil ini sembuh sendiri terjadi pada anak-anak dan usia muda. Pada orang yang lebih tua, kutil kadang-kadang dapat menetap sampai beberapa tahun. Pengobatan yang diberikan dapat menghilangkan kutil lebih cepat. Namun, pengobatan ini membutuhkan waktu dan kadang-kadang dapat menyakitkan. Penyakit ini juga sering kambuh, walaupun sudah diberikan pengobatan yang baik. Pengobatan yang umumnya digunakan adalah:
  • Asam salisilat. Terdapat dalam bentuk lotion dan plester khusus yang mengandung asam salisilat. Biasanya bahan ini digunakan setiap hari selama 3 bulan. Setiap beberapa hari lapisan mati yang terdapat di permukaan atas kutil harus dibersihkan/digosok. Lebih baik jika kutil dibasahi terlebih dahulu dengan air selama 5-10 menit sebelum diberikan asam salisilat. Jangan memberikan bahan ini pada wajah karena dapat mengiritasi kulit. Pengobatan dengan asam salisilat ini dapat menghilangkan kutil dalam waktu 3 bulan.
  • Pembekuan. Pengobatan kutil dengan pembekuan sering digunakan. Bahan yang biasanya digunakan adalah nitrogen cair. Nitrogen disemprotkan atau dioleskan pada kutil. Nitrogen cair ini sangat dingin dan efek pembekuan serta perlunakan yang ditimbulkan dapat menghancurkan jaringan kutil. Untuk menghilangkan kutil secara total memerlukan pengobatan yang berulang-ulang, dapat sampai 4 kali. Kemungkinan hilangnya kutil melalui cara ini hampir sama dengan pengobatan menggunakan asam salisilat, namun cenderung lebih cepat. Pengobatan dengan cara ini dapat menimbulkan rasa nyeri. Kadang-kadang timbul lesi lepuh kecil yang berlangsung satu hari atau lebih pada kulit yang berdekatan setelah pengobatan.
  • Tape. Salah satu penelitian menemukan bahwa menutup kutil dangan tape adhesif kuat dapat menghilangkan kutil dalam waktu 1 atau 2 bulan. Namun studi lain tidak membuahkan hasil yang sama baiknya. Jadi, bukti hasil dari pengobatan dengan cara ini masih bervariasi.
  • Bedah. Penyakit biasanya tidak diterapi dengan pembedahan karena kutil dapat timbul kembali. Biasanya cara ini dilakukan jika penderita mempunyai beberapa kutil dan ukurannya besar. Pembedahan yang dilakukan dapat menggunakan elektrokauter, laser, maupun kuret.
Kapan saatnya mencari pertolongan seorang dokter? Kutil mungkin tidak mengganggu tubuh Anda. Namun, jika Anda mengalami seperti hal di bawah ini, sebaiknya Anda memeriksakan kutil Anda ke dokter.
  • Terdapat tanda-tanda infeksi (nanah, sekret, atau demam) atau perdarahan. Kutil dapat sedikit berdarah, namun jika perdarahan banyak dan tidak mudah berhenti dengan penekanan ringan, segera carilah dokter Anda.
  • Kutil tidak responsif terhadap perawatan yang Anda lakukan sendiri atau jika Anda memang menginginkan kutil diangkat.
  • Terdapat nyeri yang berkaitan dengan kutil tersebut.
  • Terdapat kutil pada anus maupun genital.
  • Anda memiliki diabetes atau kelemahan sistem imun (misalnya pada HIV) dan mempunyai kutil yang betumbuh semakin besar.
  • Terdapat perubahan warna atau penampakan pada kutil.
Sumber: Djuanda, Adhi. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi ke-5. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ; 2007. h. 112-3. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000885.htm http://www.netdoctor.co.uk/diseases/facts/warts.htm http://www.patient.co.uk/health/Warts-and-Verrucas.htm