Stres! Siapa sih yang tidak kenal kata-kata itu? Stres dapat mengenai siapa saja, baik orang tua sampai anak kecil. Penyebabnya pun bermacam-macam. Di dalam dunia medis, stress diartikan sebagai adanya suatu tekanan fisik yang mendasari timbulnya suatu gejala penyakit. Di dalam bahasa awam, stress selalu diartikan berhubungan dengan tekanan psikologis yang melanda emosi seseorang sehingga orang tersebut dalam keadaan terpuruk. Kali ini maksud stres yang dibahas tentu saja yang berhubungan dengan tekanan psikologis. prosehat harbolnas 1 MENGENAL STRES UNTUK MENGALAHKANNYA! Stres pasti pernah dialami oleh kebanyakan orang, siapa pun dia dan apapun statusnya. Stres terjadi ketika adanya masalah yang timbul dan hal tersebut membuat kadar hormon dan neurotransmitter saling berfluktuasi di dalam tubuh kita. Banyak sekali permasalahan yang bisa memicu stress, tetapi ada sepuluh kejadian dalam hidup ini diyakini merupakan penyebab paling sering yang membuat orang stres. Beberapa psikiater melakukan survei dengan untuk melihat adakah hubungan antara kejadian dalam hidup, stres dan penyakit yang dialami. Mereka mempelajari catatan medis lebih dari 5.000 pasien   Menurut hasil survei tersebut, ada 10 kejadian dalam hidup yang paling sering membuat orang stress, yakni : kematian pasangan, perceraian, pisah ranjang atau marriage separation, kurungan penjara, kematian anggota keluarga atau teman terdekat, cedera atau penyakit, pernikahan, kehilangan pekerjaan atau dipecat, pertengkaran dengan pasangan atau keluarga, dan pensiun atau perubahan status keuangan. Stres yang timbul bisa mempengaruhi hampir seluruh tubuh, mulai dari fisik, psikologis hingga pola pemikiran seseorang. Jika hal ini terus menerus terjadi maka bisa menimbulkan dampak yang lebih serius lagi, yakni timbulnya suatu gangguan jiwa yang disebut dengan depresi.   BAGAIMANA KITA TAHU SESEORANG DILANDA STRES? Ada beberapa gejala yang sering terjadi ketika orang sedang dilanda stress , meliputi efek pada tubuh, suasana hati, dan perilaku. Efek pada tubuh dapat berupa sakit kepala, otot, dada, cepat lelah, perubahan gairah seks, sakit perut, maag, dan gangguan tidur.  Banyak orang yang datang ke seorang dokter umum dengan membawa gejala seperti ini, tetapi hasil yang didapat dari pemeriksaan normal. Di sisi lain, suasana hati dapat menjadi sangat buruk dan terus-menerus timbul rasa gelisah, kurang motivasi, tidak fokus, lekas marah, sedih, bahkan sampai depresi.  Tak hanya tubuh dan suasana hati, perilaku pun dipengaruhi oleh adanya stres. Bisa terjadi makan terlalu banyak atau bahkan tak mau makan, sering marah-marah, penyalahgunaan obat atau alkohol, penggunaan tembakau atau merokok dan penarikan sosial.   BAGAIMANA MEMBEDAKAN STRES DENGAN DEPRESI? Jika stress terus berlanjut, kemungkinan besar mengakibatkan gangguan jiwa yang disebut depresi. Jika sudah menjadi depresi, segeralah mencari pertolongan, karena komplikasi dari depresi adalah keinginan untuk bunuh diri. Tanda-tanda stress yang telah menjadi depresi adalah : semua gejala stress ( lelah, wajah yang murung terus-menerus, dan lain-lain) berlangsung selama lebih dari 2 minggu secara terus-menerus tanpa ada periode bebas di antaranya.   APA AKIBAT JIKA STRES BERKEPANJANGAN? Selain dapat menimbulkan depresi, stres yang berkepanjangan pun dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Dapat muncul gangguan tidur, gangguan memori, sampai berubahnya bentuk tubuh. 1. Gangguan tidur Tidur merupakan masa-masa untuk regenerasi jaringan dan memperbaiki jaringan yang rusak. Pada saat tidur, tubuh akan mengeluarkan hormon pertumbuhan. Pikiran yang tenang bisa membuat tidur kita lebih nyenyak. Semakin lama kita menunda-nunda untuk mengatasi stres, makin berkurang juga kualitas tidur kita. Selain itu, stress dapat menyebabkan timbulnya mimpi buruk. Akibatnya saat bangun pun mood kita akan lebih jelek.   2. Gangguan memori Ketika seseorang sedang sangat sibuk atau stres akibat kerjaan yang menumpuk, terkadang ia menjadi lupa akan hal tertentu. Seringkali ia pun tidak bisa menjawab pertanyaan orang lain. Selain itu, stres bisa menghambat kemampuan otak untuk belajar sesuatu hal yang baru atau mengingat hal-hal yang lama.  Seseorang kadang merasa 'blank' jika sedang stres, dan hal tersebut memang sesuatu yang wajar terjadi. Selama stres, tubuh akan merespons dengan melepaskan hormon yang dapat memicu perubahan fisik.  Otot jantung akan berdetak lebih kencang dan tegang. Kadang muncul keringat yang berlebihan, meskipun suhu disekitarnya tidak panas. Hormon yang dilepaskan ke dalam aliran darah selama stres juga mempengaruhi otak dan kemampuan seseorang untuk berpikir atau mengingat sesuatu. Kondisi ini membuat seseorang lupa mengingat hal-hal yang rinci atau hal-hal sederhana sekalipun, seperti nama teman disampingnya atau apa yang akan dilakukannya.   3. Gangguan bentuk tubuh Awalnya, para peneliti mengadakan riset mengenai perilaku hewan yang menunjukkan bahwa binatang menambah volume makanan ketika menghadapi keadaan tak menentu. Dengan bukti demikian, para periset Oxford meyakini bahwa stres bisa menjadi faktor yang menyebabkan orang makan lebih banyak dari biasa. Untuk itu, mereka menganalisis data tentang tingkat obesitas dengan menggunakan 96 survei nasional yang dilakukan selama 10 tahun di sejumlah negara. Mereka melihat negara-negara 'pasar bebas' seperti AS, Inggris, Kanada dan Australia. Negara-negara tersebut dibandingkan dengan Finlandia, Prancis, Jerman, Italia, Norwegia, Spanyol dan Swedia yang sejak lama memberikan perlindungan sosial lebih kuat dan jaminan ekonomi yang lebih stabil. Penelitian ini menemukan bahwa semakin banyak negara pasar bebas yang memiliki jumlah obesitas yang tinggi, yaitu sepertiga lebih banyak dari rata-rata, dan pertumbuhan obesitas yang lebih tinggi.   DIET UNTUK MENGURANGI STRES Pernah membayangkan ada bahan makanan yang bisa membuat Anda tertawa, bersemangat, dan terhindar dari stres? Ternyata ada!  Inilah  makanan sehat yang dapat membuat hidup lebih bahagia dan mood pun meningkat. 1. Snack manis Gula ternyata memiliki sifat menenangkan saat stres mendera. Namun, sebelum menyantap makanan manis untuk menenangkan stres, perhatikan takarannya agar tak memicu masalah kesehatan lain seperti diabetes atau obesitas. Saat stres, Anda tetap dapat menyantap potongan kecil cake, atau dua cookies dengan satu gelas jus. 2. Roti bakar dan selai Karbohidrat dapat meningkatkan produksi serotonin yang berfungsi menciptakan rasa bahagia. Untuk itu, Anda dapat mengonsumsi roti gandum untuk menjaga keseimbangan kadar gula dalam darah, dibandingkan pasta dan nasi yang membuat kadar gula tidak stabil. Gula darah tak stabil membuat Anda mudah gelisah, lapar, dan marah. 3. Yoghurt dan telur Beberapa penelitian membuktikan bahwa asupan yang kaya akan DHA dapat meningkatkan mood dan kekuatan otak. Terbukti bahwa orang yang sedang dalam keadaan stres merasa 50 persen lebih baik setelah mengonsumsi DHA. Untuk menjaga mood Anda, konsumsilah 200mg DHA per hari. Kandungan DHA banyak terdapat pada telur dan yogurt. 4. Bayam Raja sayuran ini ternyata kaya akan folat dan vitamin B yang membantu produksi serotonin. Seperti DHA, folate membantu mengurangi depresi. Untuk dapat memenuhi kebutuhan folate dalam tubuh konsumsilah dua mangkuk bayam per hari. 5. Kacang hitam Kacang hitam adalah sumber dari zat besi. Jika Anda kekurangan zat besi, Anda akan mengalami kesulitan tidur dan kelelahan. Untuk dapat mengoptimalkan penyerapan zat besi, kombinasikan makanan yang kaya akan zat besi dan sumber vitamin C seperti tomat, brokoli, dan cabe merah. Untuk memaksimalkan efeknya, jangan meminum kopi, teh, atau susu setelahnya karena akan menghambat penyerapan zat besi yang terkandung di dalam makanan tersebut 6. Coklat Coklat membantu mengatasi stress dengan meningkatkan mood seseorang. Senyawa kokoa di dalamnya yang berfungsi meningkatkan kadar serotonin dalam otak kita. Dari salah satu hasil penelitian, dark chocolate adalah coklat yang memiliki kandungan kokoa paling tinggi. 7. Buah-buahan Buah-buahan yang memiliki tesktur rasa segar pun mampu membuat Anda lebih bersemangat. Banyaknya kandungan air di dalamnya akan membuat Anda lebih segar. Selain itu, vitamin di dalamnya akan membuat daya imun meningkat dan mengurangi stres pada tubuh.   RAHASIA MENGATASI STRES Tidak mungkin untuk hidup tanpa stress. Ketika stress datang, kita tidak mungkin menghindarinya. Yang dapat kita lakukan adalah meminimalisasikannya sehingga tidak mengganggu aktivitas dan hubungan kita dengan orang lain. Banyak sekali cara seseorang untuk mengatasi stress. Hanya saja, terkadang stress yang dirasakan tidak berkurang, malah semakin bertambah. Mengapa bisa terjadi demikian? Karena orang tersebut tidak tahu rahasianya. Yuk, mari telusuri kiat-kiat di bawah ini agar bisa mengatasi stress.   1. Jadilah proaktif. Seringkali kita menyalahkan keadaan untuk hal-hal yang terjadi di sekeliling kita. Untuk sementara perasaan kita akan lebih baik, tetapi dalam jangka panjang hal tersebut malah akan membuat kita menambah stress. Dengan menyalahkan keadaan, tubuh kita akan berpikir kalau kita tidak bisa memegang kendali atas hidup kita. Itulah yang menyebabkan lemahnya diri kita dalam menghadapi permasalahan dan akhirnya permasalahan yang ada tidak terselesaikan, malah semakin bertumpuk. "Orang bisa berbuat apa saja terhadap saya, tetapi yang penting adalah reaksi saya atas apa yang mereka perbuat pada saya". Inilah suatu sikap yang dapat mempertangguh pertahanan diri sekaligus menghilangkan stress dalam jangka waktu panjang.   2. Menetapkan prioritas dan berani berkata ‘tidak’. Seringkali orang menjadi stres karena terlalu banyak yang harus dia kerjakan sementara waktunya terbatas. Karena itu, perlu sekali untuk membuat prioritas sehingga kita dapat melakukan apa saja yang penting dan menyisihkan kegiatan yang tidak bermanfaat atau hanya membuang-buang waktu saja. Selain itu, jika Anda sudah merasa sangat terbebani tugas yang dibebankan kepada Anda, jangan ragu untuk menolak tugas baru yang diberikan orang lain. Anda juga memiliki batasan dalam bekerja. Anda pun dapat menolak permintaan teman atau keluarga jika Anda merasa tidak punya waktu atau tenaga. Cukup tolak dengan sopan alih-alih tidak memberikan jawaban yang pasti.   3. Mengasah gergaji. Anda harus mengetahui kapan waktunya Anda perlu berhenti sejenak dari rutinitas Anda. Jangan memaksakan diri untuk terus bekerja! Mengapa? Semakin lama kapasitas kerja Anda akan semakin menurun dan konsentrasi akan berkurang. Akhirnya yang Anda rasakan hanyalah rasa lelah dan frustasi. Mengasah gergaji. Istilah ini menggambarkan bahwa seseorang harus merawat tubuh, pikiran, dan jiwanya secara berkala untuk dapat melakukan rutinitas yang tentunya menyita banyak tenaga. Ada empat ‘gergaji’ yang harus diasah dari diri Anda, yakni tubuh, pikiran, jiwa, dan hati Anda.
  • Tubuh, dengan cara memiliki gaya hidup sehat. Istirahat yang cukup, memakan makanan bergizi untuk mengurangi ketidakseimbangan bahan kimia di otak, olahraga seperti latihan kardio, aerobik, yoga atau meditasi bisa mengurangi stres. Jika Anda malas keluar rumah, berendam dan mandi air hangat di rumah pun bisa menjadi pilihan.
  • Jiwa. Tidak hanya tubuh, jiwa kita pun perlu dipelihara. Mendengarkan musik, bermain dengan hewan peliharaan, menonton film komedi, dan berlibur merupakan salah satu cara merawat jiwa kita.
  • Hati. Tertawa adalah cara yang paling murah, mudah, dan gratis. Saat seseorang tertawa, pelepasan endorphin akan meningkat. Endorfin sendiri bertanggung jawab untuk menghadirkan perasaan nyaman, sehingga ampuh untuk meredakan stres. Tertawa setidaknya satu kali per hari, atau lebih baik dengan suara yang keras dan sering dapat menghilangkan ketegangan pada tubuh. Sebuah penelitian membuktikan bahwa penderita sakit kronis merasa sehat dalam beberapa minggu karena tertawa beberapa kali sehari.
  • Pikiran. Hanya satu kunci mengasah pikiran, yakni berpikir positif dan tenang.  Berpikir negatif dan cemas berlebihan hanya membuat kita semakin cemas dan gelisah. Satu hal lagi, belum tentu apa yang Anda takutkan terjadi. Karena itu, cobalah untuk membelokkan pikiran negative itu menjadi positif.
  4. Anda tidak Sendirian Lho! Wanita dan pria memiliki respon berbeda terhadap stress. Jika pria cenderung bersikap 'tabrak atau lari' dalam menghadapi masalah, wanita cenderung mengatasi stress dengan mencari lawan bicara atau teman untuk mendengarkan. Karena itu carilah teman dekat Anda, dan curhat mengenai masalah Anda. Walaupun tidak menyelesaikan masalah Anda, tetapi Anda akan merasa lebih mampu menghadapi masalah tersebut. Tentu dengan demikian, stress Anda akan teratasi.   5. Hidup untuk hari ini Sebagian besar stress datang dari ketakutan. Salah satu ketakutan yang terbesar adalah ketidakpastian akan hari esok. Karena itu, jangan terlalu khawatir mengenai apa yang akan terjadi esok hari. Nikmati momen-momen yang terjadi pada Anda hari ini dan pikirkan dengan bijak setiap keputusan yang Anda buat hari ini. Sudah siap untuk menjadi pemenang atas stress? Selamat! SUMBER :
  • Maslim. R. 2003. Diagnosis Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas dari PPDGJ-III. Jakarta : Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK-Unika Atma Jaya.
  • Sean Covey. 2001. 7 Habits of Highly Effective Teens. Jakarta: Binarupa Aksara.
  • www.mayoclinic.com
  • www.detik.com
  • www.viva-news.com